Kejar 'Investment Grade', RI Harus 'Berguru' ke Brasil dan Peru
Jumat, 01/07/2011 07:45 WIB
Jakarta - Indonesia perlu 'berguru' kepada Brasil dan Peru untuk mencapai 'Investment Grade'. Bank Indonesia optimistis Indonesia bisa mencapai peringkat investasi tersebut pada 2012.
"Kebijakan perekonomian Brazil dan Peru dalam pencapaian investment grade perlu diteladani dan digunakan sebagai bahan pembanding," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia New York Lucky Fathul dalam keterangannya kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (1/7/2011).
Dijelaskan Lucky, kedua negara tersebut menganaliasis data cross section indikator makroekonomi dan mendalami pola lembaga rating dalam memberikan status investment grade.
"Peluang Indonesia mencapai investment grade akan tercapai paling cepat di 2012 dan paling lama di 2015. Peluang tersebut cukup terbuka dengan beberapa catatan kebijakan yang perlu ditempuh oleh pemerintah dan BI," paparnya.
Indonesia, sambung Lucky harus tetap mempertahankan kebijakan makroekonomi yang konsisten. Upaya memperbaiki indikator external vulnerabilities juga menjadi prioritas.
"Target-target untuk percepatan pembayaran angsuran utang, pelunasan atau rencana buyback perlu disampaikan kepada publik secara transparan," ungkapnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut perlu dibarengi dengan program penguatan ekspor seperti perluasan negara tujuan, pemberdayaan lembaga terkait serta dukungan pemberdayaan ekspor.
"Orientasi peningkatan perekonomian domestik menjadi penting di saat kondisi perekonomian global lesu. Komunikasi pemerintah dan BI perlu dilakukan lebih tertata untuk menaikkan posisi tawar Indonesia di depan lembaga rating dan investor," kata Dia.
Direktur Direktorat Internasional BI Neslon Tampubolon mengungkapkan sebuah penilaian lembaga rating ketika sebuah negara masuk investment grade bermanfaat sangat banyak.
"Bukan saja hanya memberikan kesempatan Indonesia untuk memperoleh biaya dana yang lebih murah, namun juga menciptakan persepsi yang positif mengenai Indonesia yang mendorong dan menjaga stabilitas investasi asing," paparnya.
Dijelaskan Nelson, pasar keuangan nantinya akan lebih dibanjiri oleh investasi langsung alias Foreign Direct investment (FDI).
"Beberapa investor sektoriil dari negara-negara tertentu bahkan secara eksplisit menyatakan akan menunggu sampai rating Indonesia masuk investment grade sebelum masuk berinvestasi," kata Nelson.
Seperti diketahui, pada Agustus 2010 Indonesia mengalami peningkatan rating dari dua lembaga sekaligus yakni Fitch (BB+) dan Standard and Poor's (BB). S&P juga meningkatkan outlook menjadi positif yang mendefinisikan kemungkinan rating meningkat lagi pada periode 6-8 bulan kedepan.
Moody's juga mempertegas prospek Indonesia dengan memberikan positif outlook atas rating Indonesia (Ba2) dan lembaga rating Jepang (JCR) telah lebih dulu menaikkan rating menjadi investment grade walau JCR tidak termasuk rating 3 terbesar di Dunia.
(dru/qom)
"Kebijakan perekonomian Brazil dan Peru dalam pencapaian investment grade perlu diteladani dan digunakan sebagai bahan pembanding," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia New York Lucky Fathul dalam keterangannya kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (1/7/2011).
Dijelaskan Lucky, kedua negara tersebut menganaliasis data cross section indikator makroekonomi dan mendalami pola lembaga rating dalam memberikan status investment grade.
"Peluang Indonesia mencapai investment grade akan tercapai paling cepat di 2012 dan paling lama di 2015. Peluang tersebut cukup terbuka dengan beberapa catatan kebijakan yang perlu ditempuh oleh pemerintah dan BI," paparnya.
Indonesia, sambung Lucky harus tetap mempertahankan kebijakan makroekonomi yang konsisten. Upaya memperbaiki indikator external vulnerabilities juga menjadi prioritas.
"Target-target untuk percepatan pembayaran angsuran utang, pelunasan atau rencana buyback perlu disampaikan kepada publik secara transparan," ungkapnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut perlu dibarengi dengan program penguatan ekspor seperti perluasan negara tujuan, pemberdayaan lembaga terkait serta dukungan pemberdayaan ekspor.
"Orientasi peningkatan perekonomian domestik menjadi penting di saat kondisi perekonomian global lesu. Komunikasi pemerintah dan BI perlu dilakukan lebih tertata untuk menaikkan posisi tawar Indonesia di depan lembaga rating dan investor," kata Dia.
Direktur Direktorat Internasional BI Neslon Tampubolon mengungkapkan sebuah penilaian lembaga rating ketika sebuah negara masuk investment grade bermanfaat sangat banyak.
"Bukan saja hanya memberikan kesempatan Indonesia untuk memperoleh biaya dana yang lebih murah, namun juga menciptakan persepsi yang positif mengenai Indonesia yang mendorong dan menjaga stabilitas investasi asing," paparnya.
Dijelaskan Nelson, pasar keuangan nantinya akan lebih dibanjiri oleh investasi langsung alias Foreign Direct investment (FDI).
"Beberapa investor sektoriil dari negara-negara tertentu bahkan secara eksplisit menyatakan akan menunggu sampai rating Indonesia masuk investment grade sebelum masuk berinvestasi," kata Nelson.
Seperti diketahui, pada Agustus 2010 Indonesia mengalami peningkatan rating dari dua lembaga sekaligus yakni Fitch (BB+) dan Standard and Poor's (BB). S&P juga meningkatkan outlook menjadi positif yang mendefinisikan kemungkinan rating meningkat lagi pada periode 6-8 bulan kedepan.
Moody's juga mempertegas prospek Indonesia dengan memberikan positif outlook atas rating Indonesia (Ba2) dan lembaga rating Jepang (JCR) telah lebih dulu menaikkan rating menjadi investment grade walau JCR tidak termasuk rating 3 terbesar di Dunia.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 23/05/2013 09:51 WIB
Target Pajak Tahun Ini Diturunkan Rp 53 Triliun, Ada Apa?
-
Kamis, 23/05/2013 09:15 WIB
Perjuangkan Aspirasi Buruh, Said Iqbal dapat Penghargaan dari Belanda
-
Kamis, 23/05/2013 09:06 WIB
Terseret Koreksi Pasar Global, IHSG Menipis 4 Poin
-
Kamis, 23/05/2013 08:58 WIB
Harga Emas Antam Tak Bergerak, Buyback Jeblok Rp 4.000/Gram
-
Kamis, 23/05/2013 08:50 WIB
First Asia: IHSG Cenderung Terkoreksi
-
Kamis, 23/05/2013 08:37 WIB
Laporan dari Singapura
Hati-hati Belanja di Singapura, Banyak Tipu-tipu
-
Kamis, 23/05/2013 08:55 WIB
Harga Emas Antam Tak Bergerak, Buyback Jeblok Rp 4.000/Gram
-
Kamis, 23/05/2013 07:35 WIB
5 Menteri Keuangan di Masa Pemerintahan SBY
-
Kamis, 23/05/2013 09:09 WIB
Perjuangkan Aspirasi Buruh, Said Iqbal dapat Penghargaan dari Belanda
-
Kamis, 23/05/2013 07:12 WIB
Laporan dari Singapura
Cukup Paspor dan Rekening Untuk Beli Properti Mewah di Singapura
-
38 Komentar
-
32 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
19 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 07:40 WIB
5 Menteri Keuangan di Masa Pemerintahan SBY
Presiden SBY sudah memimpin Indonesia selama 9 tahun atau hampir dua periode pemerintahan. Pada masa jabatannya, sudah ada 5 menteri keuangan yang membantu.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB WIB
Perbanas Ungkap Alasan Soal Gencarnya Bank Singapura Akuisisi Bank Lokal
-
Rabu, 22/05/2013 15:46 WIB WIB
Sudah Terpasang AC, Harga Tiket Kereta Jarak Jauh Kelas 3 Naik 175%
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







