detikfinance

Bank Dunia Nilai RI Rajin Kasih Subsidi, Tapi Infrastruktur 'Memble'

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 06/07/2011 11:17 WIB
http://us.images.detik.com/content/2011/07/06/4/becakkayu1-dalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Dunia kembali memberikan pandangannya terhadap kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia. Saat ini pemerintah dinilai lebih rajin memberikan subsidi ketimbang memperbaiki infrastruktur ataupun pendidikan masyarakat.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Shubham Chaudhuri mengatakan, kenaikan harga minyak internasional di 2011 bakal membuat anggaran subsidi pemerintah emningkat.

"Memperbesar pengeluaran untuk subsidi ini berarti uang yang dikeluarkan pemerintah akan semakin besar. Padahal harusnya dana tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, perlundungan sosial, infrastruktur. Dana untuk subsidi ini juga bisa digunakan untuk bantuan tunai pada rumah tangga miskin," tuturnya dalam siaran pers Bank Dunia yang dikutip, Rabu (6/7/2011).

Shubham juga menjelaskan soal program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diluncurkan pemerintah untuk 2011-2025. Program ini berpotensi untuk meningkatkan kondisi infrastruktur di Indonesia.

Bank Dunia menyebutkan program MP3Ei ini sebagai program ambisius pemerintah. Karena setengah proyek-proyek ribuan triliun dalam MP3Ei ditargetkan bakal dipenuhi oleh sektor swasta.

"Miskinnya kualitas infrastruktur Indonesia menjadi satu halangan terbesar Indonesia. Program MP3EI ini bakal memperbaiki konektivitas di Indonesia untuk meraih pertumbuhan yang potensial," jelas Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle.

Meski begitu, sepanjang kuartal I-2011 Bank Dunia melihat ekonomi Indonesia berada di jalur positif. Bank Dunia mengkritik soal penyerapan anggaran pemerintah yang rendah sehingga membuat perbaikan sektor publik lemah. Demikian juga untuk infrastruktur.




(dnl/qom)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA