detikfinance

Blitz Belum Dapat Kepastian Putar Film Box Office Hollywood

Suhendra - detikfinance
Jumat, 22/07/2011 13:02 WIB
Jakarta - Jaringan bioskop nasional Blitzmegaplex belum mendapat kepastian pasokan dan bisa memutar film box office Hollywood dari importir Omega Film. Bisa-bisa film garapan AS itu bakal hanya tayang di 21cineplex atau akan diputar di Blitz namun lebih lambat.

Pemilik Blitzmegaplex Ananda Siregar mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum mendapat konfirmasi mengenai kepastian akan dipasoknya film-film seperti Harry Potter, Transformer, Kung-Fu Panda 2, dan Fast and Furious 5 (Fast Five) dari importir (distributor). "Kami belum dapat konfirmasi," kata Ananda lewat pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (22/7/2011).

Dugaan aroma balas dendam begitu kuat dari pihak 21cineplex kepada Blitzmegaplex yang selama ini 'menyerang' adanya monopoli jejaring bioskop terbesar di Tanah Air itu. Ananda pun dengan blak-blakan menuturkan dugaan itu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Omega Film yang merupakan importir baru masih terafiliasi dengan kelompok 21cineplex.

"Mungkin saja...mau balas dendam mungkin. Tolong tanyakan ke mereka saja," kata Ananda saat ditanya kemungkinan film-film box office hanya akan diputar di bioskop 21cineplex saja.

Sementara itu Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin menepis adanya persepsi miring terhadap kelompok 21cineplex. Menurut Johny seharusnya Ananda tak apriori terhadap bioskop 21, selama ini usaha bioskop Blitzmegaplex belum masuk asosiasi bioskop.

"Itu mah kata dia, saya imbau agar dia masuk GPBSI. Dia bilang GPBSI itu 21. Mereka (Blitz) sudah apriori, mereka asumsi negatif. Kalau pikirannya negatif susah. Ini bukan politik ini ranahnya bisnis, saya kasihan kalau dia begitu," katanya.

Johny pun menegaskan jika memang pihak Blitz terancam tak mendapat pasokan film Hollywood dari Omega, ia meminta kepada pihak Blitz untuk melaporkan hal itu ke GPBSI.

"Nggak mungkin nggak dapat lah dia, kecuali kalau dia tak mau. Kalau nggak dikasih, kasih tahu saya, saya akan tegur keras kalau nggak dikasih," tegas Johny.

Dikatakan Johny bahwa keberadaan bioskop 21 yang sudah begitu kuat merupakan fakta yang tak bisa dipungkiri. Ia pun mengakui bahwa sebelumnya pernah menawarkan Blitz untuk masuk GPBSI namun tak mendapat respons.

"Dominasi ini dipegang oleh 21, karena ini realitas dia berani bangun (bioskop)," katanya.


(hen/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA