detikfinance

Bea Masuk Impor Film RI Mahal Dibanding Singapura dan Malaysia

Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 27/07/2011 16:06 WIB
http://us.images.detik.com/content/2011/07/27/4/bioskop.jpg
Jakarta -Pemerintah mengakui bea masuk impor film di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN setelah Thailand. Hal ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan daya saing film nasional.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro dalam konferensi persnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

"Sekarang tarif kita ini tertinggi nomor dua di ASEAN setelah Thailand. Kita tidak mau jadi paling tinggi, buat apa? Kita ingin film nasional itu berkembang dengan diri sendiri tidak tergantung pada bea masuk," ungkap Bambang.

Oleh karena itu, Bambang mengatakan langkah pemerintah yang menaikkan bea masuk film menjadi Rp 21.450 per menit atau kira-kira naik 2 kali lipat dibanding sebelumnya menunjukkan di satu sisi Indonesia tidak ingin film impor susah masuk tapi pada dasarnya melindungi film nasional.

"Memang ini adalah kebijakan, dan tidak mungkin hanya menguntungkan satu pihak. Kedua belah pihak harus bisa menerima," tuturnya.

Lebih jauh Bambang mengatakan, pemerintah bisa saja membuat bea masuk menjadi nol tapi bagaimana nasib film dalam negeri. Dan di Indonesia tidak pernah ada dan mungkin jika bea masuk dibuat menjadi nol.

"Kalau bisa bea masuk nol, dan itu kan impian kita semua tapi itu tidak akan ada di Indonesia karena jasa yang diperdagangkan harus bayar PPN juga. Serta kita tetap protect film dalam negeri," pungkasnya.

(dru/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close