detikfinance

MUI Segera Keluarkan Fatwa Perdagangan Berjangka Syariah

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 08/08/2011 17:49 WIB
//images.detik.com/content/2011/08/08/6/BBJ-Dalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI akan segera mengeluarkan fatwa No.82 tentang perdagangan komoditi berdasarkan prinsip syariah. Fatwa tersebut memungkinkan proses jual-beli komoditi diperkenankan selama ada wujud fisiknya.

Demikian disampaikan Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI, Kyai H. Ma'ruf Amin, dalam acara Jakarta Futures Exchange (JFX) gathering, di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (8/8/2011).

"Perdagangan komoditi di Bursa tidak seluruhnya halal. Maka fatwa ini komoditi yang dibolehkan berdasarkan ketentuan syariah, yaitu harus ada barang yang diperdagangkan. Bukan fiktif atau surat," kata Ma'ruf.

Dengan adanya perdagangan komoditi syariah, diharapkan menambah instrumen syariah. Di mana akan terjadi akselerasi likuiditas untuk menempatkan dana (lending) ataupun melakukan pembiayaan (lending).

Menurut JFX, produk komoditi syariah merupakan inisiatif dari perseroan, bersama DSN-MUI dan Bank Indonesia. Saat komoditi syariah beroperasi maka dapat membantu perbankan syariah dalam mengelola likuiditas.

"Sehingga pada akhirnya dapat membantu Indonesia menjadi pemimpin dalam perkembangan keuangan Islam di Asia Tenggara," terang JFX dalam rilis yang dipublikasikan.

Produk ini berangkat di Desember 2010 saat terjadi kesepakatan antara Kepala Bappebti dengan DSN-MUI untuk mengembangkan sistem transaksi, dengan didampingi oleh tim pendamping DSN tiga orang.

"Berdasarkan kesepakatan, JFX dengan DSN-MUI mengembangkan mekanisme jual-beli komoditi berbasis syariah Islam dengan menggunakan akad-akad sesuai syariah yang diselenggarakan di JFX. Karena itu tidak diberi nama murabahah komoditi sebagaimana wacana awal," terangnya.

Berikut ketentuan mengenai perdagangan komoditi syariah:

  • Komoditi yang diperdagangkan harus halal dan tidak dilarang oleh peraturan/UU.
  • Komoditi yang diperdagangkan harus jelas, jenis, kualitas dan kuantitasnya.
  • Komoditi yang diperdagangkan harus sudah ada, berwujud dan dapat diserahterimakan secara fisik.
  • Harga komoditi yang diperdagangkan harus jelas dan disepakati pada saat akad (Ijab Qabul)
  • Penjual adalah pemilik komoditi atau calon pemilik.
  • Penjual wajib menyerahkan komoditi yang dijual, dan pembeli wajib membayar komoditi yang dibeli.
 
(wep/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut