Perencanaan Keuangan
Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia
Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®
Wealth Planner™Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia
Disiplin Keuangan, Bagaimana Caranya?
Selasa, 23/08/2011 15:19 WIB
Jakarta - Beberapa bulan lalu saya mengikuti seminar mengenai perencanaan keuangan. Saya juga sering membaca ulasan mengenai perencanaan keuangan Pak Aidil Akbar Madjid di beberapa media, senang sekali mengetahui akhirnya bapak mempunyai kolom yang diasuh di DetikCom ini. Buat saya, pengetahuan tentang keuangan ini penting. Saya tak ingin sekadar bisa mencari uang tapi 'terbelakang' dalam hal mengelola gaji yang saya terima.
Sayangnya, dalam prakteknya, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Pengetahuan perencanaan keuangan yang saya dapatkan tersebut, sepertinya hanya bisa saya lakukan beberapa bulan. Selanjutnya, saya kembali pada kebiasaan lama. Saya akui, saya kadang memang kurang disiplin mengikuti perencanaan yang saya buat sendiri. Pak Aidil, bagaimana mengatasi persoalan ini? Bagaimana memotivasi diri agar disiplin? Selain keidisiplinan, apalagi ya yang mesti saya lakukan agar perencanaan yang dibuat bisa dilaksanakan? Terima kasih atas jawabannya.
Dina Wulandari, Jakarta
Jawaban:
Yang Terhormat Ibu Dina Wulandari,
Terima kasih apabila ibu terus mengikuti saya dibeberapa media dan sampailah pada rubrik Keuangan yang saya asuh di DetikCom ini. Memang apabila dilihat, melakukan Perencana Keuangan itu adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Terlihat mudah tapi sesungguhnya memerlukan waktu, konsentrasi dan disiplin yang tinggi untuk bisa berhasil melakukan suatu perencanaan.
Disiplin yang tinggi akan terbentuk dari suatu motivasi atau dorongan atau keinginan yang tinggi dan itu akan terbentuk dari suatu proses Perencanaan yang matang yang biasanya dilakukan dengan bantuan seorang Perencana Keuangan. Bukan berarti ibu tidak dapat melakukan sendiri akan tetapi usaha yang harus ibu lakukan lebih keras lagi.
Apa yang harus dilakukan untuk dapat berhasil didalam menyusun Perencana Keuangan? Pertama lakukan visualisasi dari Perencanaan tersebut. Contoh, apabila ibu ingin membeli sebuah rumah maka sedapat mungkin ibu mempunya gambar rumah idaman tersebut. Apabila ibu ingin mempersiapkan dana pendidikan anak, maka miliki gambar ataupun foto dari kampus tujuan anak tersebut kelak. Apabila ibu berencana membeli mobil atau kendaraan, maka taruh gambar mobil idaman ibu di tempat-tempat yang sering ibu lihat seperti cermin kamar, di kulkas, dan lain sebagainya.
Ingat, semua dimulai dari sebuah mimpi yang kemudian diwujudkan menjadi sebuah perencanaan yang terukur dan terencana. Semakin tajam mimpi kita semakin ingin kita mencapai impian tersebut akan semakin kuat keinginan ibu untuk mewujudkannya. Efek positifnya adalah ibu akan bisa bertahan berdisiplin dalam menjalankan Perencanaan Keuangan yang telah ibu buat.
Kedua, lakukan perhitungan-perhitungan Perencana Keuangan yang benar. Carilah informasi dengan cermat untuk setiap kebutuhan keuangan ibu dan keluarga kemudian lakukan perhitungan kebutuhan itu sampai ibu menemukan berapa besar dana yang harus ibu sisihkan setiap bulannya. Perhitungan yang dilakukan secara hati-hati dan benar akan menjamin tingkat akurasi Perencanaan ibu untuk mencapai tujuan keuangan dimasa depan tersebut.
Ketiga, lakukan perubahan secara bertahap dan tidak drastis (kecuali apabila ibu sudah berada di ambang batas krisis keuangan keluarga), misalkan kondisi keuangan bulanan ibu sudah minus sangat dalam atau ibu sudah terjebak didalam hutang. Didalam kondisi yang kritis tersebut harus dilakukan perubahan secara drastis. Diluar dari itu, dalam kondisi normal dimana masih terdapat kelebihan dana setiap bulannya maka melakukan Perencana Keuangan mirip seperti ibu melakukan diet untuk menguruskan badan. Apabila ibu lakukan secara drastis mungkin dapat bertahan dalam jangka pendek, akan tetapi ibu akan kembali makan dan timbangan akan kembali ke posisi semula.
Keempat, buat skala prioritas dari tujuan keuangan keluarga. Ingat, tidak semua kebutuhan keuangan atau tujuan keuangan ibu bisa didapatkan semua untuk kondisi saat ini. Tapi bukan berarti juga keinginan ibu tidak tercapai. Kondisi keuangan dan kehidupan ibu akan berubah. Nah, perubahan kondisi keluarga dan keuangan (yang lebih baik) akan memungkinkan ibu untuk mendapatkan tujuan keuangan yang sebelumnya tidak tercapai.
Lima, sabar. Perencanaan Keuangan bukanlah proses menjadi kaya mendadak. Perencanaan Keuangan memerlukan ketekunan dan kesabaran yang tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan ibu. Terkadang kegiatan ini harus dilakukan seumur hidup kita agar segala keinginan dapat dicapai.
Terakhir, apabila ibu dan keluarga masih mentok juga maka carilah bantuan seorang Perencana Keuangan yang profesional dan bersertifikat Internasional. Ingat, hal paling berharga yang tidak dapat dibeli adalah waktu. Daripada ibu berusaha dan gagal berkali-kali sehingga waktu ibu telah terbuang beberapa tahun, maka lebih baik berkonsultasi dan minta bantuan Perencana Keuangan profesional. Meskipun ibu harus membayar biaya konsultasi akan tetapi ibu akan mendapatkan bantuan dan ilmu secara profesional untuk mengurangi kesalahan yang mungkin ibu lakukan apabila ibu kerjakan sendiri. SELAMAT MENCOBA
(qom/qom)
Sayangnya, dalam prakteknya, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Pengetahuan perencanaan keuangan yang saya dapatkan tersebut, sepertinya hanya bisa saya lakukan beberapa bulan. Selanjutnya, saya kembali pada kebiasaan lama. Saya akui, saya kadang memang kurang disiplin mengikuti perencanaan yang saya buat sendiri. Pak Aidil, bagaimana mengatasi persoalan ini? Bagaimana memotivasi diri agar disiplin? Selain keidisiplinan, apalagi ya yang mesti saya lakukan agar perencanaan yang dibuat bisa dilaksanakan? Terima kasih atas jawabannya.
Dina Wulandari, Jakarta
Jawaban:
Yang Terhormat Ibu Dina Wulandari,
Terima kasih apabila ibu terus mengikuti saya dibeberapa media dan sampailah pada rubrik Keuangan yang saya asuh di DetikCom ini. Memang apabila dilihat, melakukan Perencana Keuangan itu adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Terlihat mudah tapi sesungguhnya memerlukan waktu, konsentrasi dan disiplin yang tinggi untuk bisa berhasil melakukan suatu perencanaan.
Disiplin yang tinggi akan terbentuk dari suatu motivasi atau dorongan atau keinginan yang tinggi dan itu akan terbentuk dari suatu proses Perencanaan yang matang yang biasanya dilakukan dengan bantuan seorang Perencana Keuangan. Bukan berarti ibu tidak dapat melakukan sendiri akan tetapi usaha yang harus ibu lakukan lebih keras lagi.
Apa yang harus dilakukan untuk dapat berhasil didalam menyusun Perencana Keuangan? Pertama lakukan visualisasi dari Perencanaan tersebut. Contoh, apabila ibu ingin membeli sebuah rumah maka sedapat mungkin ibu mempunya gambar rumah idaman tersebut. Apabila ibu ingin mempersiapkan dana pendidikan anak, maka miliki gambar ataupun foto dari kampus tujuan anak tersebut kelak. Apabila ibu berencana membeli mobil atau kendaraan, maka taruh gambar mobil idaman ibu di tempat-tempat yang sering ibu lihat seperti cermin kamar, di kulkas, dan lain sebagainya.
Ingat, semua dimulai dari sebuah mimpi yang kemudian diwujudkan menjadi sebuah perencanaan yang terukur dan terencana. Semakin tajam mimpi kita semakin ingin kita mencapai impian tersebut akan semakin kuat keinginan ibu untuk mewujudkannya. Efek positifnya adalah ibu akan bisa bertahan berdisiplin dalam menjalankan Perencanaan Keuangan yang telah ibu buat.
Kedua, lakukan perhitungan-perhitungan Perencana Keuangan yang benar. Carilah informasi dengan cermat untuk setiap kebutuhan keuangan ibu dan keluarga kemudian lakukan perhitungan kebutuhan itu sampai ibu menemukan berapa besar dana yang harus ibu sisihkan setiap bulannya. Perhitungan yang dilakukan secara hati-hati dan benar akan menjamin tingkat akurasi Perencanaan ibu untuk mencapai tujuan keuangan dimasa depan tersebut.
Ketiga, lakukan perubahan secara bertahap dan tidak drastis (kecuali apabila ibu sudah berada di ambang batas krisis keuangan keluarga), misalkan kondisi keuangan bulanan ibu sudah minus sangat dalam atau ibu sudah terjebak didalam hutang. Didalam kondisi yang kritis tersebut harus dilakukan perubahan secara drastis. Diluar dari itu, dalam kondisi normal dimana masih terdapat kelebihan dana setiap bulannya maka melakukan Perencana Keuangan mirip seperti ibu melakukan diet untuk menguruskan badan. Apabila ibu lakukan secara drastis mungkin dapat bertahan dalam jangka pendek, akan tetapi ibu akan kembali makan dan timbangan akan kembali ke posisi semula.
Keempat, buat skala prioritas dari tujuan keuangan keluarga. Ingat, tidak semua kebutuhan keuangan atau tujuan keuangan ibu bisa didapatkan semua untuk kondisi saat ini. Tapi bukan berarti juga keinginan ibu tidak tercapai. Kondisi keuangan dan kehidupan ibu akan berubah. Nah, perubahan kondisi keluarga dan keuangan (yang lebih baik) akan memungkinkan ibu untuk mendapatkan tujuan keuangan yang sebelumnya tidak tercapai.
Lima, sabar. Perencanaan Keuangan bukanlah proses menjadi kaya mendadak. Perencanaan Keuangan memerlukan ketekunan dan kesabaran yang tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan ibu. Terkadang kegiatan ini harus dilakukan seumur hidup kita agar segala keinginan dapat dicapai.
Terakhir, apabila ibu dan keluarga masih mentok juga maka carilah bantuan seorang Perencana Keuangan yang profesional dan bersertifikat Internasional. Ingat, hal paling berharga yang tidak dapat dibeli adalah waktu. Daripada ibu berusaha dan gagal berkali-kali sehingga waktu ibu telah terbuang beberapa tahun, maka lebih baik berkonsultasi dan minta bantuan Perencana Keuangan profesional. Meskipun ibu harus membayar biaya konsultasi akan tetapi ibu akan mendapatkan bantuan dan ilmu secara profesional untuk mengurangi kesalahan yang mungkin ibu lakukan apabila ibu kerjakan sendiri. SELAMAT MENCOBA
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
