Wuih.. Mudahnya Dapat Kredit Motor
Rabu, 14/09/2011 07:38 WIB
Jakarta - Tak punya uang banyak? Atau masih mengontrak rumah? Masalah-masalah tersebut kini tak lagi menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin membeli kendaraan roda dua. Sejumlah perusahaan leasing memberikan berbagai kemudahan yang jika tidak diatur bisa membahayakan.
Berbagai kemudahan perusahaan pembiayaan itu sangat gampang ditemui. Dari berbagai spanduk dan brosur yang disebar-sebarkan, terlihat bagaimana mudahnya prosedur untuk membeli sepeda motor.
Kemudahan itu antara lain berupa uang muka alias downpayment (DP) yang sangat murah, hanya Rp 500 ribu dengan dokumen cukup hanya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan kemudahan itu kini semakin bertambah karena biarpun rumah mengontrak, perusahaan pembiayaan tetap akan memberikan kredit.
Tawaran menggiurkan ini tentu saja jauh berbeda dengan beberapa tahun silam. Ketika itu, DP motor bisa berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Dokumen kreditpun cukup rumit karena harus menyertakan slip gaji dan juga rincian usaha, termasuk juga bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) rumah. Sehingga dipastikan pada masa lalu, masyarakat yang belum memiliki rumah tinggal tetap, sulit membeli motor secara kredit.
Lebih 'seru' lagi, kini bahkan perusahaan pembiayaan hanya bersedia memberikan diskon jika membeli motor secara kredit. Masyarakat yang ingin membeli motor secara tunai, dipastikan tidak mendapatkan diskon, bahkan dokumen-dokumen kelengkapan bisa lebih lama mendapatkannya ketimbang secara kredit.
Tentu saja untung yang diraup perusahaan pembiayaan jika menjual motor secara kredit lebih besar. Mereka bisa meraup untung dengan bunga kredit yang berkisar mulai dari 9% hingga 12%.
Tak heran, perusahaan-perusahaan pembiayaan pun sangat gencar merayu orang untuk membeli kendaraan bermotor. Mereka umumnya memanfaatkan pusat-pusat keramaian untuk membagi-bagi brosur yang isinya cukup menggiurkan.
"Ngontrak tidak masalah! 99,9% aplikasi kredit kami setujui" demikian diantaranya bunyi dari selebaran kredit kendaraan yang diperoleh detikFinance.
Rayuan dan kemudahan itu tentu sangat menggiurkan masyarakat. Tak heran, angka penjualan kendaraan bermotor pun terus meningkat yang diikuti pula dengan kenaikan jumlah kredit konsumtif.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan motor untuk 4 merek unggulan asal Jepang yakni Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki selama bulan Agustus mencapai 677.775 unit. Angka itu turun dibandingkan penjualan di bulan Juli yang mencapai angka 737.044 unit.
Sementara berdasarkan data dari BI, kredit konsumsi yang termasuk kredit kendaraan bermotor, kredit perumahan hingga kredit tanpa agunan nilainya sudah mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.
(dru/qom)
Berbagai kemudahan perusahaan pembiayaan itu sangat gampang ditemui. Dari berbagai spanduk dan brosur yang disebar-sebarkan, terlihat bagaimana mudahnya prosedur untuk membeli sepeda motor.
Kemudahan itu antara lain berupa uang muka alias downpayment (DP) yang sangat murah, hanya Rp 500 ribu dengan dokumen cukup hanya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan kemudahan itu kini semakin bertambah karena biarpun rumah mengontrak, perusahaan pembiayaan tetap akan memberikan kredit.
Tawaran menggiurkan ini tentu saja jauh berbeda dengan beberapa tahun silam. Ketika itu, DP motor bisa berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Dokumen kreditpun cukup rumit karena harus menyertakan slip gaji dan juga rincian usaha, termasuk juga bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) rumah. Sehingga dipastikan pada masa lalu, masyarakat yang belum memiliki rumah tinggal tetap, sulit membeli motor secara kredit.
Lebih 'seru' lagi, kini bahkan perusahaan pembiayaan hanya bersedia memberikan diskon jika membeli motor secara kredit. Masyarakat yang ingin membeli motor secara tunai, dipastikan tidak mendapatkan diskon, bahkan dokumen-dokumen kelengkapan bisa lebih lama mendapatkannya ketimbang secara kredit.
Tentu saja untung yang diraup perusahaan pembiayaan jika menjual motor secara kredit lebih besar. Mereka bisa meraup untung dengan bunga kredit yang berkisar mulai dari 9% hingga 12%.
Tak heran, perusahaan-perusahaan pembiayaan pun sangat gencar merayu orang untuk membeli kendaraan bermotor. Mereka umumnya memanfaatkan pusat-pusat keramaian untuk membagi-bagi brosur yang isinya cukup menggiurkan.
"Ngontrak tidak masalah! 99,9% aplikasi kredit kami setujui" demikian diantaranya bunyi dari selebaran kredit kendaraan yang diperoleh detikFinance.
Rayuan dan kemudahan itu tentu sangat menggiurkan masyarakat. Tak heran, angka penjualan kendaraan bermotor pun terus meningkat yang diikuti pula dengan kenaikan jumlah kredit konsumtif.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan motor untuk 4 merek unggulan asal Jepang yakni Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki selama bulan Agustus mencapai 677.775 unit. Angka itu turun dibandingkan penjualan di bulan Juli yang mencapai angka 737.044 unit.
Sementara berdasarkan data dari BI, kredit konsumsi yang termasuk kredit kendaraan bermotor, kredit perumahan hingga kredit tanpa agunan nilainya sudah mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 17:30 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:28 WIB
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
Sabtu, 25/05/2013 16:41 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:47 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
Sabtu, 25/05/2013 17:28 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 11:10 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Indonesia Bisa Maju Seperti Korsel, Apa Kuncinya?
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
21 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











