Wawancara CEO Stanchart Indonesia
Indonesia Punya Bank Terbaik dan Tahan Krisis
Jumat, 30/09/2011 13:30 WIB
Foto: Herdaru-detikFinance
Jakarta - Perekonomian Indonesia dinilai oleh asing termasuk yang terbaik di kawasan dan telah terbukti tahan krisis. Industri perbankan Indonesia pun dinilai yang terbaik di kawasan ini.
Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia Tom Aaker mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini terlindung dari krisis global karena mempunyai permintaan domestik yang kuat. Sehingga krisis yang muncul dari luar tidak terlalu mengganggu kinerja ekonomi dalam negeri.
Karena itulah Stanchart ingin terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia lebih luas lagi. Saat ini Stanchart sedang menggenjot pembiayaan atau kredit di sektor UKM.
Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Aaker saat ditemui di Menara Standard Chartered Bank, Jumat (30/9/2011).
Bagaimana pandangan anda tentang bank di Indonesia berikut regulatornya?
Bank Indonesia adalah regulator yang kuat di industri perbankan di Indonesia. Dan bank di Indonesia itu sangat bagus dan kuat dan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki bank terbaik di kawasan. Ke depan, industri perbankan di Indonesia akan terintegrasi dan terus tumbuh secara kuat dengan perhatian khusus dari Bank Indonesia dan Pemerintah.
Salah satu fokus Bank Indonesia adalah mulai mengkaji untuk pembatasan kepemilikan mayoritas, bagaimana menurut anda?
Saya pikir BI tidak memerlukan aturan itu. Aturan sekarang itu sudah sangat bisa diterima dan kita cukup senang dengan aturan-aturan BI. Di mana akhirnya Standard Chartered bisa beroperasi di Indonesia membantu perekonomian Indonesia dan Standard Chartered cukup senang bisa membuka cabangnya di sini.
Standard Chartered mulai bergerak di Small and Medium Enterprise (SME) dan Micro banking, bagaimana memang anda melihat peluang bisnis tersebut di Indonesia?
SME dan Micro banking merupakan salah satu Biggest Oportunity di Indonesia. Di mana di Indonesia itu memiliki memiliki jutaan SME di sini.
Bagaimana strateginya?
Sebagian besar belum mempunyai diakses industri perbankan, dan produk-produk bank belum diperoleh mereka. Saya berpikir ini kesempatan yang baik. Dan kita akan masuk dan mengembangkan UMKM menjadi bankable.
Salah satu dari kompetisi adalah mengenai suku bunga, bagaimana strategi anda mengenai suku bunga yang diberikan kepada nasabahnya?
Itu tergantung dari nasabahnya pastinya. Di mana Standard Chartered juga akan memberikan bunga yang spesifik dan yang pasti akan lebih kompetitif dibandingkan dengan bank-bank lain. Di mana SME itu sekarang menjadi bisnis yang bagus maka kita harus all out untuk memberikan yang terbaik dengan suku bunga yang kompetitif.
Sekarang dengan sebuah bank lalu kerjasamanya, bagaimana ke depan?
Sebenarnya memang saat ini dengan bank tetapi selain memberikan pembiayaan kita juga memberikan edukasi, pelatihan, dan pengembangan UMKM.
Berapa plafon Kredit khusus UMKM?
Tidak ada, yang jelas kita tergantung dari prospek sebagaimana besar akan diberikan seluruhnya.
Sudah berapa outstanding kredit mikro sendiri?
Kita baru sejak 2008 mendirikan mikro. Nah dari situ hingga sekarang kira-kira hampir Rp 100 billion lebih. Di Standard Chartered kami berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap perubahan yanh baik di berbagai pasar kami beroperasi. Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di wilayah Asia, Afrika dan Timur Tengah, kami juga berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang luas pada masyarakat di wilayah kami tinggal dan bekerja. Fasilitas kredit mikro ke bank di Indonesia merupakan salah satu contoh upaya nyata kami dalam memanjukan pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.
Kondisi ekonomi global sedang goyang, bagaimana pendapat anda mengenai kondisi krisis terhadap Indonesia khususnya?
Indonesia sangat terlindung dari namanya krisis global. Ekonomi Indonesia tergantung dari permintaan sisi domestik, tidak bergantung ekspor. Jadi ketika Eropa dan AS mengalami resesi dan permintaan ekspor turun itu tidak akan mempengaruhi Indonesia sangat banyak. Mungkin Singapura, Malaysia yang lebih banyak ekspor yang akan merasakan.
Anda sendiri optimistis?
Indonesia mempunyai permintaan sangat besar akan sisi domestiknya sendiri jadi kuat. Dan apa yang terjadi di Dunia luar global kita tidak akan pernah tahu, tetapi Indonesia cukup kuat dan pemerintah menjaga ekonomi cukup baik dan prudent serta dapat menjaga hubungan baik dengan negara-negara luar dengan cukup hebat. Dan ekonomi Indonesia saya tekankan cukup kuat. Dan kita optimistis Indonesia tahan krisis.
(dnl/qom)
Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia Tom Aaker mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini terlindung dari krisis global karena mempunyai permintaan domestik yang kuat. Sehingga krisis yang muncul dari luar tidak terlalu mengganggu kinerja ekonomi dalam negeri.
Karena itulah Stanchart ingin terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia lebih luas lagi. Saat ini Stanchart sedang menggenjot pembiayaan atau kredit di sektor UKM.
Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Aaker saat ditemui di Menara Standard Chartered Bank, Jumat (30/9/2011).
Bagaimana pandangan anda tentang bank di Indonesia berikut regulatornya?
Bank Indonesia adalah regulator yang kuat di industri perbankan di Indonesia. Dan bank di Indonesia itu sangat bagus dan kuat dan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki bank terbaik di kawasan. Ke depan, industri perbankan di Indonesia akan terintegrasi dan terus tumbuh secara kuat dengan perhatian khusus dari Bank Indonesia dan Pemerintah.
Salah satu fokus Bank Indonesia adalah mulai mengkaji untuk pembatasan kepemilikan mayoritas, bagaimana menurut anda?
Saya pikir BI tidak memerlukan aturan itu. Aturan sekarang itu sudah sangat bisa diterima dan kita cukup senang dengan aturan-aturan BI. Di mana akhirnya Standard Chartered bisa beroperasi di Indonesia membantu perekonomian Indonesia dan Standard Chartered cukup senang bisa membuka cabangnya di sini.
Standard Chartered mulai bergerak di Small and Medium Enterprise (SME) dan Micro banking, bagaimana memang anda melihat peluang bisnis tersebut di Indonesia?
SME dan Micro banking merupakan salah satu Biggest Oportunity di Indonesia. Di mana di Indonesia itu memiliki memiliki jutaan SME di sini.
Bagaimana strateginya?
Sebagian besar belum mempunyai diakses industri perbankan, dan produk-produk bank belum diperoleh mereka. Saya berpikir ini kesempatan yang baik. Dan kita akan masuk dan mengembangkan UMKM menjadi bankable.
Salah satu dari kompetisi adalah mengenai suku bunga, bagaimana strategi anda mengenai suku bunga yang diberikan kepada nasabahnya?
Itu tergantung dari nasabahnya pastinya. Di mana Standard Chartered juga akan memberikan bunga yang spesifik dan yang pasti akan lebih kompetitif dibandingkan dengan bank-bank lain. Di mana SME itu sekarang menjadi bisnis yang bagus maka kita harus all out untuk memberikan yang terbaik dengan suku bunga yang kompetitif.
Sekarang dengan sebuah bank lalu kerjasamanya, bagaimana ke depan?
Sebenarnya memang saat ini dengan bank tetapi selain memberikan pembiayaan kita juga memberikan edukasi, pelatihan, dan pengembangan UMKM.
Berapa plafon Kredit khusus UMKM?
Tidak ada, yang jelas kita tergantung dari prospek sebagaimana besar akan diberikan seluruhnya.
Sudah berapa outstanding kredit mikro sendiri?
Kita baru sejak 2008 mendirikan mikro. Nah dari situ hingga sekarang kira-kira hampir Rp 100 billion lebih. Di Standard Chartered kami berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap perubahan yanh baik di berbagai pasar kami beroperasi. Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di wilayah Asia, Afrika dan Timur Tengah, kami juga berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang luas pada masyarakat di wilayah kami tinggal dan bekerja. Fasilitas kredit mikro ke bank di Indonesia merupakan salah satu contoh upaya nyata kami dalam memanjukan pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.
Kondisi ekonomi global sedang goyang, bagaimana pendapat anda mengenai kondisi krisis terhadap Indonesia khususnya?
Indonesia sangat terlindung dari namanya krisis global. Ekonomi Indonesia tergantung dari permintaan sisi domestik, tidak bergantung ekspor. Jadi ketika Eropa dan AS mengalami resesi dan permintaan ekspor turun itu tidak akan mempengaruhi Indonesia sangat banyak. Mungkin Singapura, Malaysia yang lebih banyak ekspor yang akan merasakan.
Anda sendiri optimistis?
Indonesia mempunyai permintaan sangat besar akan sisi domestiknya sendiri jadi kuat. Dan apa yang terjadi di Dunia luar global kita tidak akan pernah tahu, tetapi Indonesia cukup kuat dan pemerintah menjaga ekonomi cukup baik dan prudent serta dapat menjaga hubungan baik dengan negara-negara luar dengan cukup hebat. Dan ekonomi Indonesia saya tekankan cukup kuat. Dan kita optimistis Indonesia tahan krisis.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
