Russian Railways Bangun Rel KA 300 Km di Kalimantan
Selasa, 04/10/2011 16:30 WIB
Jakarta - Russian Rainways, perusahaan kereta api asal Negeri Beruang Merah, Rusia siap membangun 300 Km rel kereta api di Kalimantan Tengah dan Timur. Pihak Rusia berkomitmen membenamkan modal hingga US$ 2,5 miliar dalam proyek ini.
Masalah kepastian proyek ini setidaknya ditegaskan oleh Presiden Direktur Russian Railways Vladimir Yakunin saat mengumumkan proyek tersebut di Moskow, Rusia akhir pekan lalu.
Berdasarkan siaran pers yang diterima detikFinance dari Kedutaan Besar Rusia, Selasa (4/9/2011), disebutkan bahwa pendanaan proyek ini akan berasal dari bank-bank internasional sebesar US$ 2 miliar. Bahkan ada rencana menarik modal sebesar US$ 500 juta dari investor-investor swasta lainnya.
Vladimir meminta agar realisasi proyek ini membutuhkan dukungan pemerintah kedua negara. Pihak Russian Railways tengah mempersiapkan persetujuan proyek ini ditingkat antar pemerintah dan menyelesaikan spesifikasinya. Bahkan ia mengatakan kalau proyek ini menjadi salah satu kontrak internasional terbesar perusahaan asal Rusia.
Rencananya penandatangan nota kesepahaman (MoU) akan dilaksanakan sekitar bulan November 2011 di Bali ketika Presiden Rusia datang berkunjung ke Indonesia.
Proyek ini diklaim akan mengedepankan prinsip-prinsip ekuator yaitu kriteria-kriteria sosial dan ekologi yang tegas yang dianut oleh bank-bank internasional. Juga akan diperhatikan secara khusus pada perlindungan hutan-hutan tropis.
Namun Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menolak rencana pembangunan rel kereta yang dimodali oleh perusahaan dari Rusia. Dia mengancam mundur bila proyek yang sudah disepakati dengan pemerintah pusat tersebut tetap berjalan karena mengancam kelestarian hutan tropis Kalimantan.
Politisi PDIP ini mengaku sudah tahu tentang proyek tersebut sejak lama. Sebab mulai tahun 2006, investor Rusia selalu menghubungi Teras soal rencana proyek.
"Tapi saya tegas menolak. Saya memandang apa yang dilakukan tidak memperhatikan eksistensi hutan lindung. Padahal itu satu-satunya penyangga untuk sungai Barito di Kalteng sepanjang 1.000 km," kata Teras beberapa waktu lalu.
Teras khawatir, bila hutan lindung diganggu maka akan terjadi banjir bandang. Hutan lindung seluas hampir 600 ribu hektar juga terancam habis dipangkas.
"Saya tidak mau mengubah sedikit pun. Sedikit kita mulai, habislah itu," imbuhnya.
"Kalau itu mau dilaksanakan saya menolak. Kalau tetap memaksakan saya akan mengundurkan diri. Ini janji politik saya dulu," tegasnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada Agustus lalu, sempat menolak berkomentar mengenai rencana pembangunan rel kereta yang dimodali oleh perusahaan dari Rusia. Hatta mengaku tak tahu menahu mengenai proyek tersebut.
"Saya belum bisa komentari karena saya sendiri tidak tahu," jawab Hatta waktu itu.
(hen/dnl)
Masalah kepastian proyek ini setidaknya ditegaskan oleh Presiden Direktur Russian Railways Vladimir Yakunin saat mengumumkan proyek tersebut di Moskow, Rusia akhir pekan lalu.
Berdasarkan siaran pers yang diterima detikFinance dari Kedutaan Besar Rusia, Selasa (4/9/2011), disebutkan bahwa pendanaan proyek ini akan berasal dari bank-bank internasional sebesar US$ 2 miliar. Bahkan ada rencana menarik modal sebesar US$ 500 juta dari investor-investor swasta lainnya.
Vladimir meminta agar realisasi proyek ini membutuhkan dukungan pemerintah kedua negara. Pihak Russian Railways tengah mempersiapkan persetujuan proyek ini ditingkat antar pemerintah dan menyelesaikan spesifikasinya. Bahkan ia mengatakan kalau proyek ini menjadi salah satu kontrak internasional terbesar perusahaan asal Rusia.
Rencananya penandatangan nota kesepahaman (MoU) akan dilaksanakan sekitar bulan November 2011 di Bali ketika Presiden Rusia datang berkunjung ke Indonesia.
Proyek ini diklaim akan mengedepankan prinsip-prinsip ekuator yaitu kriteria-kriteria sosial dan ekologi yang tegas yang dianut oleh bank-bank internasional. Juga akan diperhatikan secara khusus pada perlindungan hutan-hutan tropis.
Namun Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menolak rencana pembangunan rel kereta yang dimodali oleh perusahaan dari Rusia. Dia mengancam mundur bila proyek yang sudah disepakati dengan pemerintah pusat tersebut tetap berjalan karena mengancam kelestarian hutan tropis Kalimantan.
Politisi PDIP ini mengaku sudah tahu tentang proyek tersebut sejak lama. Sebab mulai tahun 2006, investor Rusia selalu menghubungi Teras soal rencana proyek.
"Tapi saya tegas menolak. Saya memandang apa yang dilakukan tidak memperhatikan eksistensi hutan lindung. Padahal itu satu-satunya penyangga untuk sungai Barito di Kalteng sepanjang 1.000 km," kata Teras beberapa waktu lalu.
Teras khawatir, bila hutan lindung diganggu maka akan terjadi banjir bandang. Hutan lindung seluas hampir 600 ribu hektar juga terancam habis dipangkas.
"Saya tidak mau mengubah sedikit pun. Sedikit kita mulai, habislah itu," imbuhnya.
"Kalau itu mau dilaksanakan saya menolak. Kalau tetap memaksakan saya akan mengundurkan diri. Ini janji politik saya dulu," tegasnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada Agustus lalu, sempat menolak berkomentar mengenai rencana pembangunan rel kereta yang dimodali oleh perusahaan dari Rusia. Hatta mengaku tak tahu menahu mengenai proyek tersebut.
"Saya belum bisa komentari karena saya sendiri tidak tahu," jawab Hatta waktu itu.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 20/06/2013 11:11 WIB
Siap-siap, Besok Malam Ada Pengumuman Kenaikan Harga BBM
-
Kamis, 20/06/2013 11:04 WIB
Pelapis Kaca Ini Diklaim Anti Getaran Bom dan Peluru
-
Kamis, 20/06/2013 10:54 WIB
Pemerintah Klaim Tidak Menunda-nunda Kenaikan Harga BBM Subsidi
-
Kamis, 20/06/2013 10:52 WIB
Mahalnya Tarif Parkir di Kuala Lumpur
-
Kamis, 20/06/2013 10:42 WIB
Bank Mega Punya Logo Baru
-
Kamis, 20/06/2013 10:01 WIB
Para Menteri Kumpul di Kantor Agus Marto, Ada Apa?
-
Kamis, 20/06/2013 09:18 WIB
Ini Pihak yang Paling Rajin Beri Utang ke RI
-
Kamis, 20/06/2013 07:45 WIB
5 Tahun Ngebor Migas RI, 8 Perusahaan Asing Ini Tak Dapat Apa-apa
-
Kamis, 20/06/2013 09:50 WIB
Ada Apa Saja di Pameran Monorel Gratis Monas?
-
Kamis, 20/06/2013 10:42 WIB
Bank Mega Punya Logo Baru
-
79 Komentar
-
74 Komentar
-
68 Komentar
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
How To Make Money in "Capital market"
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 13:31 WIB WIB
Sebulan Freeport Setop Operasi, Ini Dampak Bagi Daerah Mimika
-
Rabu, 19/06/2013 13:02 WIB WIB
Kemenkeu Sosialisasi BBM Naik Pakai Grafik, Ibu-ibu: Saya Tidak Mengerti
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




