detikfinance

Pertamina Siapkan Rp 3 Triliun Bangun Depo Elpiji di Lombok

Kusmayadi - detikfinance
Rabu, 02/11/2011 14:25 WIB
Halaman 1 dari 2
Mataram -Pertamina akan menginvestasikan sedikitnya Rp 3 triliun untuk membangun depo elpiji di Lombok yang berkapasitas 1.500 metrik ton. Kehadiran depo itu diharapkan bisa mengamankan kebutuhan elpiji di Lombok dan kawasan sekitar. Depo dijadwalkan operasi 2012.

"Saat ini kita dalam proses tender. Dalam dua bulan proses tender selesai. Investasi perseroan untuk depo ini antara tiga sampai empat triliun. Seluruhnya itu berasal dari dana internal perseroan," kata Hanggowo Wicaksono, Sales Representatif Elpiji Pertamina Rayon VIII, saat orientasi Pertamina dengan wartawan di Mataram, Rabu (2/11/2011).

Saat ini kata Hanggowo, Pertamina memiliki sembilan titik lokasi pembangunan depo. Empat lokasi ada di Lombok Barat, lima lokasi di Lombok Timur, dan masing-masing satu lokasi di Mataram dan Lombok Utara. Depo memerlukan lahan seluas 4 hektar.

"Pertamina akan memilih satu lokasi terbaik," katanya.

Depo ini tahap awal untuk mengamankan pasokan elpiji di Lombok. Saat ini kebutuhan elpiji di pulau ini masih harus dipasok dari terminal BBM Manggis di Bali. Elpiji diangkut dengan mobil tangki lalu menyeberangi selat Lombok dengan menumpang kapal ferry.

"Pengangkutan dengan mobil tangki dan menyerangi lautan tidak aman untuk menjamin pasokan. Pasokan akan sangat bergantung pada baik buruknya cuaca," kata Hanggowo.

Dua pekan lalu, jetty dermaga terminal BBM Manggis di Bali rusak dihantam ombak, sehingga mengganggu aktivitas bongkar BBM dari kapal tanker.Next

Halaman 12
(qom/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut