detikfinance

Fajar Surya Bangun Pabrik Kertas Baru US$ 50 Juta

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Jumat, 09/12/2011 13:14 WIB
//images.detik.com/content/2011/12/09/1036/Kertas-luar.jpg ilustrasi
Jakarta -PT Fajar Surya Wisesa Tbk akan membangun pabrik kertas baru yaitu Paper Machine (PM6) tahun depan. Selain itu, perseroan juga bersiap memodifikasi pabrik PM7 untuk mengejar efisiensi energi dan memaksimalkan produksi.

Menurut Direktur Fajar Paper Wisesa, Hadi R. Ongkowidjojo, kebutuhan investasi tahun depan mencapai US$ 80 juta. Dana ini, sebanyak US$ 30 juta akan habis untuk modifikasi PM7, sementara US$ 50 juta untuk sebagian pembangunan PM6.

"Untuk tahun 2012, capex sekitar US$ 80 juta. Ini kalau jalan PM6, sebagian untuk mendanai ini. Sisanya untuk modifikasi PM7," kata Hadi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (9/12/2011).

Dana US$ 30 juta untuk modifikasi PM7 telah didapat dari export credit agency asal Finlandia dan Austria. Modifikasi mulai Januari hingga April. Kapasitas mesin ini nantinya akan meningkat dari 200 ribu ton menjadi 350 ribu ton.

"PM7 juga akan menghemat energi 10%. Dana untuk modifikasi telah didapat dengan jangka panjang, dan bunga yang rendah 4%. PM6 akan dibangun selama dua tahun," tegas Hadi.

Penjualan kertas kemasan industri perseroan diprediksi naik dari target tahun ini Rp 4,1 triliun menjadi Rp 5 triliun tahun depan. Sementara pencapaian laba bersih, akan sangat tergantung dari tingkat interest dan nilai tukar rupiah.

"Tahun 2011, laba bersih sedikit dibawah tahun lalu. Kita terpengaruh atas kredit yang dalam US$, sehingga ada forex. Kalau rupiah naik, kita akan alami forex gain. Tahun ini, gain tidak sebesar 2010, sehingga laba bersih turun," paparnya.

(wep/hen)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut