detikfinance

PTPN II Gandeng Investor Malaysia Bentuk Perusahaan Sawit

Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 15/12/2011 11:07 WIB
//images.detik.com/content/2011/12/15/1036/sawit-Dalam(Ranesi.nl).jpg
Jakarta -PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) menggandeng investor asal Malaysia, yaitu Applied Agriculture Resources (AAA) dan Kuala Lumpur Kepong Plantation Holding Berhad (KLKPH). Mereka sepakat mendirikan anak usaha di bidang pembibitan kelapa sawit, anak usaha ini bernama PT AAR Nusantara.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Anak usaha ini dibentuk dalam rangka tingkat lanjut kerjasama usaha perkebunan (KSO) yang sebelumnya telah disepakati oleh PTPN II dengan KLKPH pada 8 Mei 2009 lalu.

"Apa yang dilakukan PTPN II adalah baru semua, tidak mencontoh pihak lain. Dan semua yang baru ini adalah baik," kata Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN Megananda Daryono dalam pidatonya pada penandatanganan kerjasama tersebut.

Pendirian AAR Nusantara ini bisa menjadi jawaban bagi pemenuhan ketersediaan bibit unggul sawit berkualitas dalam jumlah yang cukup baik bagi perseroan dan BUMN perkebunan lainnya.

Bibit kelapa sawit yang akan diproduksi anak usaha ini diharapkan bisa mencapai produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 35-40 ton per hektar per tahun, dengan ketinggian pohon kelapa sawit maksimal 15 meter sehingga mempermudah proses pemanenan TBS.

Kapasitas produksi bibit diperkirakan mencapai 10 juta bibit per tahun. Seluruh BUMN perkebunan mendapat prioritas pembelian bibit ini, kemudian masyarakat dan kemungkinan untuk ekspor ke Asia Tenggara.

AAR Nusantara akan menanam pohon induk (mother palm) sendiri, sambil melakukan kegiatan riset yang berkesinambungan guna pengembangan bibit baru yang lebih produktif dan efisien untuk pangsa pasar Indonesia.

Susunan kepemilikan saham AAR Nusantara mayoritas dimiliki AAR yaitu sebanyak 50%, sebanyak 15% saham KLKPH, dan sisanya 35% oleh PTPN II.

Pada kesempatan yang sama, PTPN II juga bekerjasama dengan Dapenbun untuk mengelola aset-aset PTPN II non produktif yang selama ini tidak dikelola maksimal.
(ang/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut