detikfinance

Setara dengan Negara Maju, Indonesia Raup Banyak 'Berkah'

Nurul Qomariyah - detikfinance
Kamis, 15/12/2011 19:40 WIB
//images.detik.com/content/2011/12/15/4/Fitch-Reuters-dalam.jpeg
Jakarta -Kenaikan peringkat Indonesia ke 'Investment Grade' membawa sejumlah sentimen positif. Apalagi selama ini sebenarnya pasar sudah menganggap Indonesia berada di investment grade dengan melihat tingkat imbal hasil surat utang Indonesia dan CDS spread.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengungkapkan, ada sejumlah implikasi positif setelah Indonesia naik peringkat seperti meningkatnya permintaan surat utang Indonesia dan juga mengalirnya aliran modal secara lebih deras terutama dari asing.

"APBN juga akan lebih aman dari sisi pembiayaan. Kita akan dapat leluasa untuk liability management atau mengatur portofolio utang agar durasi lebih panjang, cost lebih efisien dan risiko khususnya refinancing risk semakin rendah," urai Rahmat kepada detikFinance, Kamis (15/12/2011).

"Kita bisa membuat benchmark untuk pembiayaan jangka panjang yang akan mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur," tambah Rahmat tentang implikasi positif dari kenaikan peringkat itu.

Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia ke level 'Investment Grade' yang berarti setara dengan sejumlah negara-negara maju. Fitch dalam keterangannya menjelaskan telah menaikkan Long-Term Foreign- and Local-Currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi 'BBB-' dari 'BB+' dengan outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Country Ceiling dinaikkan menjadi 'BBB", dan Short-Term Foreign-Currency IDR dinaikkan menjadi to 'F3'.

"Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati", kata Philip McNicholas, Director group Fitch's Asia-Pacific Sovereign Ratings

Rahmat mengatakan, peringkat tersebut setara dengan investment grade yang kini 'dihuni' negara-negara maju baik Amerika Serikat ataupun negara-negara Eropa.

"Tapi yang penting pesannya bahwa Indonesia negara berkembang, tapi bisa naik jadi investment grade di tengah krisis global dan banyak sekali negara maju yang masuk 'watch list' oleh rating agencies karena outlook-nya negatif atau potensi downgrade," tambah Rahmat.
(qom/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut