detikfinance

Musibah Kapal 'Titanic' Italia, Carnival Corp Bisa Rugi 855 Miliar

Nurul Qomariyah - detikfinance
Selasa, 17/01/2012 11:48 WIB
//images.detik.com/content/2012/01/17/4/kapalkaram5-dalam.jpg Foto: Reuters
Roma -Musibah tabrakan kapal Costa Concordia yang nyaris membuat kapal pesiar itu tenggelam layaknya tragedi kapal Titanic membuat Carnival Corp rugi besar. Saham Carnival Corp juga langsung merosot tajam setelah tragedi itu.

Tragedi yang telah menewaskan 6 orang sejauh itu diperkirakan membuat kapal pesiar tidak bisa beroperasi. Kapal tersebut harus diperbaiki paling tidak hingga akhir tahun 2012 atau bahkan lebih lama lagi. Carnival Corp masih menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kapal tersebut.

Carnival Corp dalam pernyataannya menjelaskan, untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 November, pendapatan mereka di 2012 kemungkinan akan berkurang hingga US$ 85-95 juta (sekitar Rp 765-855 miliar) atau US$ 0,11-0,12 per lembar.

Selain kehilangan pemasukan karena kapal tak bisa beroperasi, Carnival Corp juga harus membayar klaim asuransi. Saat ini, perseroan memiliki cakupan asuransi kerusakan kapal yang nilainya mencapai US$ 30 juta dan juga asuransi kecelakaan personal untuk pihak ketiga yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 10 juta terkait kecelakaan ini.

"Sebagai tambahan, perseroan mengantisipasi biaya-biaya lain yang mungkin tidak terhitung pada saat ini," jelas Carnival Corp dalam siaran persnya yang dikutip detikFinance, Selasa (17/1/2012).

Saham Carnival Corp pada Senin (16/1/2012) tercatat merosot 16% setelah tragedi tersebut. Pada perdagangan di bursa London, saham Carnival Corp turun 3,7 poundsterling ke level 18,78 poundsterling. Saham Carnival Corp diperdagangkan di bursa New York dan London.

Kapal Costa Concordia yang dijuluki 'Titanic' Italia itu menabrak batu karang saat melintasi Pulau Giglio, Italia. Diduga sang kapten sengaja berlayar terlalu dekat ke daratan karena ingin 'menyapa' seorang temannya yang berada di pinggir pantai. Sejauh ini enam orang telah ditemukan tewas dalam musibah tersebut sementara 15 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
(qom/dnl)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut