Dahlan Iskan Merasa Sukses Berkat Insting dan Leadership Kuat
Rabu, 25/01/2012 06:49 WIB
Jakarta - Di depan ratusan alumni dan pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan buka-bukaan soal rahasia suksesnya. Ia merasa semua keberhasilannya saat ini dikarenakan insting dan leadership yang kuat.
"Karena insting saya sukses jadi enterpreneur, karena leadership yang kuat saya berhasil pimpin birokrasi di PLN (perusahaan Listrik Negara) yang padahal merupakan perusahaan yang dulunya sangat saya benci sekali dan itu berhasil, dan saat ini saya lanjutkan di BUMN," ujar Dahlan, dalam acara 'A Leadership Night' Alumni dan Pascasarjana ITB, di Hotel Bidakara, Selasa malam (24/1/2012).
Menurut Dahlan, insting didapat bukan belajar di SD, kuliah atau berguru sama orang, tapi insting ada dan kuat karena pengalaman.
"Bagaimana orang serius akan setiap yang ia jalani, khususnya dalam pekerjaan. Dikatakan serius jika orang tersebut sungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaannya," katanya.
"Bagaimana indikatornya sungguh-sungguh? Orang tersebut akan sangat fokus mengerjakan, jatuh dia bangkit lagi-coba lagi, bahkan sampai ada interkoneksi dengan alam bawah sadar, bahkan kalau perlu sampai bisa ngigau," imbuh Dahlan.
Dari situlah insting ada, dan dari pengalaman kata Dahlan, insting tersebut makin terasah. "Insting yang banyak menentukan keberhasilan saya mengelola perusahan media," terang Pengagum Eric FH Samola dan Goenawan Mohamad ini.
Dari keberhasilan itulah leadership dirinya kuat dan muncul, sehingga didaulat menjadi Direktur Utama PLN. Padahal waktu itu, Dahlan mengaku tidak ada gambaran menjadi Dirut PLN.
"Saya katakan ke Pak Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), kalau memilih saya jadi Dirut PLN, bapak akan dimarahi orang, ya kan?, karena saya bukan orang listrik, saya bukan jurusan teknik. Namun Bapak Presiden bilang, yang saya (kata Presiden) butuhkan dari saya hanya leadership, bukan orang listrik," ungkap Dahlan.
Akhirnya, atas dorongan tersebut, dirinya mengambil keputusan untuk memimpin PLN yang dulu sangat dibencinya, dan menklaim apa yang dilakukannya di PLN berhasil dengan baik.
"Saya berhasil dan hasilnya baik, dan atas hasil tersebut yang membawa saya dipercaya lebih oleh presiden memimpin BUMN," tandas pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 itu.
(qom/qom)
"Karena insting saya sukses jadi enterpreneur, karena leadership yang kuat saya berhasil pimpin birokrasi di PLN (perusahaan Listrik Negara) yang padahal merupakan perusahaan yang dulunya sangat saya benci sekali dan itu berhasil, dan saat ini saya lanjutkan di BUMN," ujar Dahlan, dalam acara 'A Leadership Night' Alumni dan Pascasarjana ITB, di Hotel Bidakara, Selasa malam (24/1/2012).
Menurut Dahlan, insting didapat bukan belajar di SD, kuliah atau berguru sama orang, tapi insting ada dan kuat karena pengalaman.
"Bagaimana orang serius akan setiap yang ia jalani, khususnya dalam pekerjaan. Dikatakan serius jika orang tersebut sungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaannya," katanya.
"Bagaimana indikatornya sungguh-sungguh? Orang tersebut akan sangat fokus mengerjakan, jatuh dia bangkit lagi-coba lagi, bahkan sampai ada interkoneksi dengan alam bawah sadar, bahkan kalau perlu sampai bisa ngigau," imbuh Dahlan.
Dari situlah insting ada, dan dari pengalaman kata Dahlan, insting tersebut makin terasah. "Insting yang banyak menentukan keberhasilan saya mengelola perusahan media," terang Pengagum Eric FH Samola dan Goenawan Mohamad ini.
Dari keberhasilan itulah leadership dirinya kuat dan muncul, sehingga didaulat menjadi Direktur Utama PLN. Padahal waktu itu, Dahlan mengaku tidak ada gambaran menjadi Dirut PLN.
"Saya katakan ke Pak Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), kalau memilih saya jadi Dirut PLN, bapak akan dimarahi orang, ya kan?, karena saya bukan orang listrik, saya bukan jurusan teknik. Namun Bapak Presiden bilang, yang saya (kata Presiden) butuhkan dari saya hanya leadership, bukan orang listrik," ungkap Dahlan.
Akhirnya, atas dorongan tersebut, dirinya mengambil keputusan untuk memimpin PLN yang dulu sangat dibencinya, dan menklaim apa yang dilakukannya di PLN berhasil dengan baik.
"Saya berhasil dan hasilnya baik, dan atas hasil tersebut yang membawa saya dipercaya lebih oleh presiden memimpin BUMN," tandas pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 itu.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
