Bunga Deposito Tinggi Tak Selalu Menguntungkan
Kamis, 02/02/2012 11:06 WIB
Jakarta - Mendapatkan suku bunga deposito yang tinggi diatas penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bukan berarti beruntung. Memberikan bunga deposito tinggi menandakan bank kondisinya kurang sehat.
Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo pada paparan tahunan LPS di Gedung LPS, Equity Tower, SCBD, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
"Nasabah yang dapat bunga deposito tinggi dalam hal ini sebenarnya diuntungkan secara tidak wajar," kata Heru.
Mengapa? Heru menjelaskan, nasabah diuntungkan karena memang mendapatkan bunga yang tinggi. Namun, perlu diwaspadai jika dana nasabah tidak akan dijaminkan oleh LPS.
"Begitu bank ditutup atau dilikuidasi ya sudah nasabah tidak mendapatkan uangnya kembali," tuturnya.
Heru menjelaskan juga, ketika bank mencoba menawarkan bunga deposito tinggi hal ini menunjukkan bank tersebut kurang sehat.
"Bank kurang sehat itu memang mematok suku bunga diatas penjaminan," tuturnya.
Hal tersebut didasari oleh gencarnya bank mencari Dana Pihak Ketiga (DPK). Menurut Heru, hal ini perlu diwaspadai oleh para nasabah.
Seperti diketahui, LPS menjaminkan dana deposito nasabah dibawah Rp 2 miliar dengan suku bunga yang sesuai dengan LPS Rate.
Dari data LPS, tercatat dari sekitar Rp 1 triliun dana simpanan masyarakat di 46 bank yang dilikuidasi sejak tahun 2006, sebanyak Rp 670 miliar layak bayar, dan sebanyak Rp 445 miliar masuk kategori tidak layak bayar.
(dru/qom)
Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo pada paparan tahunan LPS di Gedung LPS, Equity Tower, SCBD, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
"Nasabah yang dapat bunga deposito tinggi dalam hal ini sebenarnya diuntungkan secara tidak wajar," kata Heru.
Mengapa? Heru menjelaskan, nasabah diuntungkan karena memang mendapatkan bunga yang tinggi. Namun, perlu diwaspadai jika dana nasabah tidak akan dijaminkan oleh LPS.
"Begitu bank ditutup atau dilikuidasi ya sudah nasabah tidak mendapatkan uangnya kembali," tuturnya.
Heru menjelaskan juga, ketika bank mencoba menawarkan bunga deposito tinggi hal ini menunjukkan bank tersebut kurang sehat.
"Bank kurang sehat itu memang mematok suku bunga diatas penjaminan," tuturnya.
Hal tersebut didasari oleh gencarnya bank mencari Dana Pihak Ketiga (DPK). Menurut Heru, hal ini perlu diwaspadai oleh para nasabah.
Seperti diketahui, LPS menjaminkan dana deposito nasabah dibawah Rp 2 miliar dengan suku bunga yang sesuai dengan LPS Rate.
Dari data LPS, tercatat dari sekitar Rp 1 triliun dana simpanan masyarakat di 46 bank yang dilikuidasi sejak tahun 2006, sebanyak Rp 670 miliar layak bayar, dan sebanyak Rp 445 miliar masuk kategori tidak layak bayar.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
