LPS: Dana 136.890 Nasabah Bank Tak Dijamin Penuh
Kamis, 02/02/2012 11:59 WIB
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan sebanyak 136.890 rekening milik nasabah tidak dijamin penuh. Hal ini dikarenakan simpanan nasabah di bank umum berada diatas nilai penjaminan Rp 2 miliar.
"Jumlah diatas Rp 2 miliar itu ada 136 ribu rekening. Dimana nominalnya mencapai Rp 1.436,45 triliun," kata Kepala LPS Firdaus Djaelani dipaparan tahunan LPS di Gedung LPS, Equity Tower, SCBD, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dijelaskan Firdaus, jumlah rekening yang tidak secara penuh dijamin ini mencapai 0,13% dari total rekening. Adapun total rekening mencapai 101,5 juta lebih.
"Jadi yang masuk skema penjaminan penuh atau dibawah Rp 2 miliar ada 101,36 juta rekening," tuturnya.
Lebih jauh Firdaus mengatakan total dana simpanan yang memperoleh penjaminan mencapai Rp 1.667,66 triliun. Termasuk rekening yang nilainya di atas Rp 2 miliar, karena tetap menerima penjaminan Rp 2 miliar.
Adapun dalam pemberian penjaminan untuk menentukan layak bayar atau tidak, selain melihat maksimal saldo simpanan, LPS juga melihat tingkat suku bunga deposito yang diterima nasabah. Saat ini, suku bunga penjaminan (LPS rate) ditetapkan sebesar 6,5% untuk bank umum, dan 9,5% untuk Bank Perkreditan Rakyat.
(dru/hen)
"Jumlah diatas Rp 2 miliar itu ada 136 ribu rekening. Dimana nominalnya mencapai Rp 1.436,45 triliun," kata Kepala LPS Firdaus Djaelani dipaparan tahunan LPS di Gedung LPS, Equity Tower, SCBD, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dijelaskan Firdaus, jumlah rekening yang tidak secara penuh dijamin ini mencapai 0,13% dari total rekening. Adapun total rekening mencapai 101,5 juta lebih.
"Jadi yang masuk skema penjaminan penuh atau dibawah Rp 2 miliar ada 101,36 juta rekening," tuturnya.
Lebih jauh Firdaus mengatakan total dana simpanan yang memperoleh penjaminan mencapai Rp 1.667,66 triliun. Termasuk rekening yang nilainya di atas Rp 2 miliar, karena tetap menerima penjaminan Rp 2 miliar.
Adapun dalam pemberian penjaminan untuk menentukan layak bayar atau tidak, selain melihat maksimal saldo simpanan, LPS juga melihat tingkat suku bunga deposito yang diterima nasabah. Saat ini, suku bunga penjaminan (LPS rate) ditetapkan sebesar 6,5% untuk bank umum, dan 9,5% untuk Bank Perkreditan Rakyat.
(dru/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
