Kredit Perbankan di Yogya Capai Rp 17,9 Triliun Selama 2011
Kamis, 02/02/2012 15:31 WIB
Yogyakarta, - Pertumbuhan kredit perbankan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2011 mencapai Rp 17,94 triliun. Angka itu berarti meningkat Rp 3,36 triliun atau 23,03 persen dibandingan tahun 2010 yang sebesar Rp 14,59 triliun.
"Secara umum kinerja perbankan di DIY menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Khusus bank umum, penyaluran kredit meningkat 23,92 persen menjadi Rp 15,75 persen," kata Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Yogyakarta, Dewi setyowati kepada wartawan di kantor jl Senopati, Yogyakarta, Kamis (2/2/2012).
Berdasarkan penggunaanya kata Dewi, kredit bank umum ke sektor modal kerja meningkat 32,48 persen menjadi Rp 6,46 Triliun. Kredit konsumsi naik 22,65 persen menjadi Rp 7,11 Triliun. Sedangkan kredit investasi tumbuh 7,03 persen menjadi Rp 2,18 Triliun.
Menurut dia, adanya kondisi tersebut juga diakibatkan tingginya permintaan kredit untuk sektor perdagangan besar dan eceran. Adanya peningkatan kredit juga didorong naiknya kredit perumahan/toko, mobil dan motor.
"Adanya penurunan suku bunga kredit juga menjadi pemicu meningkatnya kredit serta agresifnya perbankan dalam menawarkan kredit," papar Dewi.
Dewi menambahkan untuk bank Syariah sepanjang tahun 2011 juga mengalami pertumbuhan yang tinggi. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 35,5 persen menjadi Rp 1,67 Triliun dan pembiayaan tumbuh 58,80 persen menjadi Rp 1,39 Triliun. Pada tahun 2011, aset perbankan syariah tumbuh 33,58 persen menjadi Rp 2,36 Triliun.
"Peningkatan ini didorong maraknya pendirian bank syariah dalam dua tahun terakhir di DIY serta didukung potensi pasar yang masih cukup besar," katanya.
Untuk usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tahun 2011 juga tumbuh relatif tinggi. Penghimpunan DPK tumbuh 20,74 persen dan kredit yang disalurkan tumbuh 17,00 persen.
Untuk kredit UMKM yang penggunaannya untuk mendukung kegiatan produktif, baik dalam bentuk Modal Kerja dan Investasi juga meningkat cukup pesat. Kredit UMKM tercatat sebesar Rp 7,0 triliun atau naik 29,43 persen dengan jumlah rekening mencapai 232.136 rekening peminjam.
Menurut Dewi, kenaikan tertinggi terjadi pada kredit investasi sebesar 31,29 persen menjadi Rp 1,59 triliun. Sedangkan kredit modal kerja naik 28,90 persen menjadi Rp 5,4 Triliun.
"Meningkatnya aktifitas ekonomi di DIY turut mendukung perkembangan UMKM yang menjadi salah satu ciri khas perekonomian di DIY," pungkas Dewi.
(bgs/qom)
"Secara umum kinerja perbankan di DIY menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Khusus bank umum, penyaluran kredit meningkat 23,92 persen menjadi Rp 15,75 persen," kata Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Yogyakarta, Dewi setyowati kepada wartawan di kantor jl Senopati, Yogyakarta, Kamis (2/2/2012).
Berdasarkan penggunaanya kata Dewi, kredit bank umum ke sektor modal kerja meningkat 32,48 persen menjadi Rp 6,46 Triliun. Kredit konsumsi naik 22,65 persen menjadi Rp 7,11 Triliun. Sedangkan kredit investasi tumbuh 7,03 persen menjadi Rp 2,18 Triliun.
Menurut dia, adanya kondisi tersebut juga diakibatkan tingginya permintaan kredit untuk sektor perdagangan besar dan eceran. Adanya peningkatan kredit juga didorong naiknya kredit perumahan/toko, mobil dan motor.
"Adanya penurunan suku bunga kredit juga menjadi pemicu meningkatnya kredit serta agresifnya perbankan dalam menawarkan kredit," papar Dewi.
Dewi menambahkan untuk bank Syariah sepanjang tahun 2011 juga mengalami pertumbuhan yang tinggi. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 35,5 persen menjadi Rp 1,67 Triliun dan pembiayaan tumbuh 58,80 persen menjadi Rp 1,39 Triliun. Pada tahun 2011, aset perbankan syariah tumbuh 33,58 persen menjadi Rp 2,36 Triliun.
"Peningkatan ini didorong maraknya pendirian bank syariah dalam dua tahun terakhir di DIY serta didukung potensi pasar yang masih cukup besar," katanya.
Untuk usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tahun 2011 juga tumbuh relatif tinggi. Penghimpunan DPK tumbuh 20,74 persen dan kredit yang disalurkan tumbuh 17,00 persen.
Untuk kredit UMKM yang penggunaannya untuk mendukung kegiatan produktif, baik dalam bentuk Modal Kerja dan Investasi juga meningkat cukup pesat. Kredit UMKM tercatat sebesar Rp 7,0 triliun atau naik 29,43 persen dengan jumlah rekening mencapai 232.136 rekening peminjam.
Menurut Dewi, kenaikan tertinggi terjadi pada kredit investasi sebesar 31,29 persen menjadi Rp 1,59 triliun. Sedangkan kredit modal kerja naik 28,90 persen menjadi Rp 5,4 Triliun.
"Meningkatnya aktifitas ekonomi di DIY turut mendukung perkembangan UMKM yang menjadi salah satu ciri khas perekonomian di DIY," pungkas Dewi.
(bgs/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
