SBY Dikritik Habis Karena Pembatasan BBM Tak Masuk Akal
Jumat, 03/02/2012 10:16 WIB
Jakarta - Rencana pembatasan BBM subsidi yang diwacanakan pemerintah di 1 April 2012 dinilai tak masuk akal. Karena waktu perencanaan kebijakan tersebut hanya 3 bulan sehingga tidak mungkin diterapkan.
Pemerintahan SBY tidak melihat kondisi riil di lapangan yang sangat tidak mendukung terlaksananya kebijakan tersebut.
"Pembatasan adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tidak konkret, karena nggak efektif melakukan persuasi, di tengah kredibilitas pemerintah yang tidak tinggi," kata Ekonom dan Komisaris Independen Bank Permata, Tony Prasetiantono, di Jakarta, Kamis (2/2/2012) malam.
Entah apa yang dipikirkan pemerintah saat ide pembatasan BBM subsidi tersebut bergulir. Apalagi diiringi dengan kebijakan konversi BBM ke BBG. "Mungkin waktu itu terinspirasi Bandung Bondowoso dalam pengembangan Prambanan," ucapnya.
"Konversi itu harus namun tidak tiga bulan. Tapi tiga tahun. Karena perlu kesiapan teknis dan infrastruktur. Dan yang paling penting, converter-nya mahal," paparnya.
Bagaimana tidak, SPBG yang ada di Jakarta hanya empat. "Bayangkan hanya empat titik!" ucap Tony.
Menurut Tony, Presiden SBY tidak fokus pada kebijakan yang digulirkan pemerintahnya. SBY terlalu sibuk mengurusi politik, hingga meminggirkan aspek ekonomi bangsa.
"Presiden rapatnya habis sebagai Dewan Pembina. Lebih banyak tersandera oleh masalah Nazaruddin dan Anas. Kalau dari sisi ekonomi (BBM) jelas harus naik," imbuhnya.
Seperti diketahui, mulai 1 April 2012 pemerintah berencana untuk melakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jawa-Bali. Mobil di wilayah ini dilarang menggunakan bensin subsidi.
Menurut Tony, pemerintah harus tegas dan segera memutuskan langkah apa untuk mengamankan anggaran subsidi BBM yang terus membengkak. Paling sederhana adalah menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.000 per liter.
(wep/dnl)
Pemerintahan SBY tidak melihat kondisi riil di lapangan yang sangat tidak mendukung terlaksananya kebijakan tersebut.
"Pembatasan adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tidak konkret, karena nggak efektif melakukan persuasi, di tengah kredibilitas pemerintah yang tidak tinggi," kata Ekonom dan Komisaris Independen Bank Permata, Tony Prasetiantono, di Jakarta, Kamis (2/2/2012) malam.
Entah apa yang dipikirkan pemerintah saat ide pembatasan BBM subsidi tersebut bergulir. Apalagi diiringi dengan kebijakan konversi BBM ke BBG. "Mungkin waktu itu terinspirasi Bandung Bondowoso dalam pengembangan Prambanan," ucapnya.
"Konversi itu harus namun tidak tiga bulan. Tapi tiga tahun. Karena perlu kesiapan teknis dan infrastruktur. Dan yang paling penting, converter-nya mahal," paparnya.
Bagaimana tidak, SPBG yang ada di Jakarta hanya empat. "Bayangkan hanya empat titik!" ucap Tony.
Menurut Tony, Presiden SBY tidak fokus pada kebijakan yang digulirkan pemerintahnya. SBY terlalu sibuk mengurusi politik, hingga meminggirkan aspek ekonomi bangsa.
"Presiden rapatnya habis sebagai Dewan Pembina. Lebih banyak tersandera oleh masalah Nazaruddin dan Anas. Kalau dari sisi ekonomi (BBM) jelas harus naik," imbuhnya.
Seperti diketahui, mulai 1 April 2012 pemerintah berencana untuk melakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jawa-Bali. Mobil di wilayah ini dilarang menggunakan bensin subsidi.
Menurut Tony, pemerintah harus tegas dan segera memutuskan langkah apa untuk mengamankan anggaran subsidi BBM yang terus membengkak. Paling sederhana adalah menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.000 per liter.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
