detikfinance

CPO Dicekal, RI Belum Berani Seret AS ke WTO

Suhendra - detikfinance
Jumat, 03/02/2012 15:32 WIB
Jakarta - Bila dalam kasus diskriminasi rokok kretek oleh AS, pemerintah Indonesia begitu ngotot melawan AS hingga membawa kasus itu ke WTO. Namun dalam kasus pelarangan impor CPO ke AS, Indonesia tak mau gegabah langsung membawa kasus ini ke Organisasi Perdagangan Dunia tersebut.

"Terlalu prematur kita menyatakan itu, yang penting Indonesia harus menyampaikan submission-nya (sanggahan) paling lambat tanggal 27 Februari (2012)," kata Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami, kepada detikFinance, Jumat (3/2/2012)

Gusmardi menambahkan saat ini pemerintah tengah serius menyusun argumen secara ilmiah untuk melawan klaim dari AS tersebut. "Sekarang sedang disusun oleh para ahli di kementerian pertanian. Setelah submisi tersebut AS akan pelajari argument scientific yang kita ajukan, dan akan kita lihat lagi langkah apa yang akan diambil," jelasnya.

Seperti diketahui sejak 28 Januari 2012 lalu ekspor produk kelapa sawit (CPO) untuk bahan baku biodiesel asal Indonesia ditolak masuk ke AS karena tudingan tidak ramah lingkungan.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tidak ada dasar yang jelas pihak AS melarang kelapa sawit Indonesia dan produk turunannya masuk AS.

"Saya kira itu harus kita jelaskan harus dilawan dan harus diberikan penjelasan dari mana dasarnya. Kalau biodiesel yang bersumber dari CPO itu tidak ramah lingkungan. Dasarnya apa? Kan jelas-jelas seluruh biodiesel itu tidak mengandung emisi karbon," kata Hatta di Istana Negara, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

"Tidak ramah lingkungan di mananya? Nah inilah yang harus dijelaskan secara scientific secara jelas biar diargumentasi kita itu kuat. Kita tidak boleh diam hal-hal seperti itu. Karena ini membahayakan pasar kita. Itu tidak boleh," tegas Hatta.

Hatta mengatakan, tindakan AS ini sebagai suatu aksi proteksionsme perdagangan yang tidak dibenarkan dalam WTO. Karena itu pemerintah bakal mengajak pengusaha untuk melawan aksi AS tersebut.

"Apa bedanya biodesel dan CPO dengan biodesel yang lain. Itu sama! Dia tidak mengandung apa yang disebut emisi karbondioksida yang bersifat kimiawi, itu tidak ada," ujar Hatta.

Dikatakan Hatta, sudah dua kali kelapa sawit Indonesia dihadang di perdagangan internasional. Sebelumnya, Eropa juga sempat menghadang masuknya kelapa sawit asal Indonesia dengan alasan lingkungan.




(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?