BTN Ogah Turunkan Lagi Bunga Kredit Rumah Subsidi
Minggu, 05/02/2012 16:30 WIB
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersikeras enggan menurunkan bunga kreditnya sesuai permintaan pemerintah. BTN mengaku hanya mampu menekannya hingga 7,75 persen. BTN tidak ingin menelan kerugian jika bunga kredit rumah subsidi diturunkan dibawah angka tersebut.
"Penawaran kami kan sudah turun, 7,75 persen untuk 60:40. Kalau di bawah itu kami tidak sanggup," tegas Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat ditemui di tengah acara Ulang Tahun ke-62 BTN, Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Sayangnya, kesanggupan BTN ini masih jauh dari permintaan pemerintah yang menginginkan bunga KPR dalam Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekitar 6-7 persen. Iqbal menilai jika keinginan pemerintah tersebut membuat beban bunga yang ditanggung bank akan semakin besar. Namun, lanjutnya, BTN masih sangat ingin ikut program pemerintah tersebut.
"Kami tetap ingin ikut FLPP tapi tidak mau menanggung kerugian yang kami tanggung akibat bunga yang terlalu rendah," tegasnya.
Iqbal mengaku penghentian penyaluran FLPP oleh BTN pastilah akan memberikan pengaruh kepada pihaknya. Pasalnya, memberikan ketidakpastian aturan kepada masyarakat. Hal ini akan berdampak rencana penyaluran kredit sebesar Rp 36 triliun pada tahun ini akan terhambat. Dari rencana tersebut, sekita 15-20 persen merupakan kredit untuk program FLPP.
"Kita menargetkan kurang lebih Rp 36 triliun pemberian kredit baru, tentu penyetopan FLPP nanti pasti ada hambatan, karena nanti on-off-on-off itu persoalan, tiba-tiba berhenti jalan, jadi orang butuh kepastian," ujarnya.
Namun, Iqbal meyakini hal itu bisa diantisipasi karena BTN sendiri telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti menyediakan kredit untuk golongan menengah ke atas.
"Kita sekarang syukur, FLPP itu kan sekarang banyak di daerah pinggiran karena harga jual mulai ditinggalkan orang, kan (rumah seharga) Rp 70 juta di DKI itu sangat sedikit, jadi kita punya beberapa langkah antisipasi, misalnya kita menaikkan ke menengah atas," ujarnya.
Selain itu, Iqbal menyatakan BTN tetap menawarkan KPR dengan bunga 9,75 persen.
"Kita tawarkan kepada orang-orang untuk ikut program promosi kita. Program promosi kita itu sebetulnya 9,75 persen itu cukup baik, hanya dia sebatas dua tahun kurang lebih kalau bunga itu naik kita bisa melakukan penyesuaian tapi kalau tidak naik maka kita tidak perlu penyesuaian," pungkasnya.
(nia/dru)
"Penawaran kami kan sudah turun, 7,75 persen untuk 60:40. Kalau di bawah itu kami tidak sanggup," tegas Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat ditemui di tengah acara Ulang Tahun ke-62 BTN, Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Sayangnya, kesanggupan BTN ini masih jauh dari permintaan pemerintah yang menginginkan bunga KPR dalam Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekitar 6-7 persen. Iqbal menilai jika keinginan pemerintah tersebut membuat beban bunga yang ditanggung bank akan semakin besar. Namun, lanjutnya, BTN masih sangat ingin ikut program pemerintah tersebut.
"Kami tetap ingin ikut FLPP tapi tidak mau menanggung kerugian yang kami tanggung akibat bunga yang terlalu rendah," tegasnya.
Iqbal mengaku penghentian penyaluran FLPP oleh BTN pastilah akan memberikan pengaruh kepada pihaknya. Pasalnya, memberikan ketidakpastian aturan kepada masyarakat. Hal ini akan berdampak rencana penyaluran kredit sebesar Rp 36 triliun pada tahun ini akan terhambat. Dari rencana tersebut, sekita 15-20 persen merupakan kredit untuk program FLPP.
"Kita menargetkan kurang lebih Rp 36 triliun pemberian kredit baru, tentu penyetopan FLPP nanti pasti ada hambatan, karena nanti on-off-on-off itu persoalan, tiba-tiba berhenti jalan, jadi orang butuh kepastian," ujarnya.
Namun, Iqbal meyakini hal itu bisa diantisipasi karena BTN sendiri telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti menyediakan kredit untuk golongan menengah ke atas.
"Kita sekarang syukur, FLPP itu kan sekarang banyak di daerah pinggiran karena harga jual mulai ditinggalkan orang, kan (rumah seharga) Rp 70 juta di DKI itu sangat sedikit, jadi kita punya beberapa langkah antisipasi, misalnya kita menaikkan ke menengah atas," ujarnya.
Selain itu, Iqbal menyatakan BTN tetap menawarkan KPR dengan bunga 9,75 persen.
"Kita tawarkan kepada orang-orang untuk ikut program promosi kita. Program promosi kita itu sebetulnya 9,75 persen itu cukup baik, hanya dia sebatas dua tahun kurang lebih kalau bunga itu naik kita bisa melakukan penyesuaian tapi kalau tidak naik maka kita tidak perlu penyesuaian," pungkasnya.
(nia/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
