Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 15:33 WIB
Tomy Winata Harus Rogoh Rp 18 Triliun Bangun Gedung Tertinggi di Indonesia -
Rabu, 23/05/2012 15:04 WIB
Gandeng MGM Las Vegas, Tomy Winata Ajak Gories Mere Cs -
Rabu, 23/05/2012 14:27 WIB
Gedung Tertinggi Tomy Winata Dilengkapi 290 Kamar Hotel Super Mewah -
Rabu, 23/05/2012 13:50 WIB
Tomy Winata Gandeng MGM Las Vegas Bangun Gedung Tertinggi di RI -
Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Ini Kawasan Jabodetabek yang Terangkat Proyek Tol JORR 2 -
Selasa, 22/05/2012 16:26 WIB
Harga Rumah di Pengembang Terus Naik, Konsumen Borong Pasar Sekunder
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 23/05/2012 14:32 WIB
Wah! Bos Judi Dunia Bakal Gelar Hajatan Besar di Macau
Posted by: majikan_nakal
Minggu, 05/02/2012 16:30 WIB
BTN Ogah Turunkan Lagi Bunga Kredit Rumah Subsidi
Ramdhania El Hida - detikFinance
"Penawaran kami kan sudah turun, 7,75 persen untuk 60:40. Kalau di bawah itu kami tidak sanggup," tegas Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat ditemui di tengah acara Ulang Tahun ke-62 BTN, Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Sayangnya, kesanggupan BTN ini masih jauh dari permintaan pemerintah yang menginginkan bunga KPR dalam Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekitar 6-7 persen. Iqbal menilai jika keinginan pemerintah tersebut membuat beban bunga yang ditanggung bank akan semakin besar. Namun, lanjutnya, BTN masih sangat ingin ikut program pemerintah tersebut.
"Kami tetap ingin ikut FLPP tapi tidak mau menanggung kerugian yang kami tanggung akibat bunga yang terlalu rendah," tegasnya.
Iqbal mengaku penghentian penyaluran FLPP oleh BTN pastilah akan memberikan pengaruh kepada pihaknya. Pasalnya, memberikan ketidakpastian aturan kepada masyarakat. Hal ini akan berdampak rencana penyaluran kredit sebesar Rp 36 triliun pada tahun ini akan terhambat. Dari rencana tersebut, sekita 15-20 persen merupakan kredit untuk program FLPP.
"Kita menargetkan kurang lebih Rp 36 triliun pemberian kredit baru, tentu penyetopan FLPP nanti pasti ada hambatan, karena nanti on-off-on-off itu persoalan, tiba-tiba berhenti jalan, jadi orang butuh kepastian," ujarnya.
Namun, Iqbal meyakini hal itu bisa diantisipasi karena BTN sendiri telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti menyediakan kredit untuk golongan menengah ke atas.
"Kita sekarang syukur, FLPP itu kan sekarang banyak di daerah pinggiran karena harga jual mulai ditinggalkan orang, kan (rumah seharga) Rp 70 juta di DKI itu sangat sedikit, jadi kita punya beberapa langkah antisipasi, misalnya kita menaikkan ke menengah atas," ujarnya.
Selain itu, Iqbal menyatakan BTN tetap menawarkan KPR dengan bunga 9,75 persen.
"Kita tawarkan kepada orang-orang untuk ikut program promosi kita. Program promosi kita itu sebetulnya 9,75 persen itu cukup baik, hanya dia sebatas dua tahun kurang lebih kalau bunga itu naik kita bisa melakukan penyesuaian tapi kalau tidak naik maka kita tidak perlu penyesuaian," pungkasnya.
(nia/dru)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 21:12 WIB
Dahlan Iskan Izinkan Petral Impor Minyak dari Trader Kalau Darurat -
Rabu, 23/05/2012 20:00 WIB
Warga Kalimantan Ngamuk BBM Langka, Pengusaha SPBU Resah -
Rabu, 23/05/2012 19:50 WIB
BBM Langka, Angkutan Batubara di Sungai Mahakam Bakal Diblokir Warga -
Rabu, 23/05/2012 20:10 WIB
Pengusaha Minta Pemerintah Kirim 'Intelejen' ke SPBU -
Rabu, 23/05/2012 18:48 WIB
Tekan Sapi Impor, Dahlan Iskan Pakai Jurus 'Sasa'
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 16:53
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



