BP Migas Tambah Pasokan Gas Lewat Kontrak Kerjasama
Minggu, 05/02/2012 17:02 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan siap meningkatkan pasokan produksi gas dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) guna mendukung konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).
Pasokan ini sebagai upaya untuk menyesuaikan kebutuhan gas bila opsi pembatasan BBM bersubsidi dipilih pada 1 April 2012 mendatang.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas, Gde Pradnyana mengatakan pihaknya terus berupaya agar KKKS terutama di Jawa-Bali bisa meningkatkan pasokan gas. Ia merincikan jika opsi pembatasan BBM bersubsidi, maka bahan bakar gas yang digunakan yaitu compressed natural gas (CNG) dan liquefied gas for vehicle (LGV).
Untuk pasokan CNG di domestik terutama Jawa-Bali terdapat 32,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
“Perlu waktu dan kontrak lagi dengan KKKS. Meskipun banyak, gas tidak mudah seperti minyak yang bisa disimpan dalam tangki. Kita akan persiapkan dan meminta KKKS untuk penambahan alokasi gas terkait program konversi. Kita juga masih tunggu keputusan pemerintah,” kata Gde saat dihubungi Minggu (5/2/2012).
Gde menambahkan untuk menjaga pasokan gas di sektor transportasi sebagian produksinya dari KKKS. Ia menyebutkan untuk pasokan CNG sejauh ini tidak ada masalah. Namun, untuk penggunaan LGV, menurutnya masih membutuhkan waktu karena bahan baku LGV yaitu liquefied petroleum gas (LPG) masih impor.
Hal ini penting karena LGV nanti akan diprioritaskan untuk kendaraan berplat hitam. Ia menyebutkan bila pemilihan program konversi BBM ke LGV, produksi bisa sampai di atas 100 ribu barel oil equivalent per day (BOEPD). “Meningkat tajam dibandingkan sekarang yaitu produksi LGV sekitar 55.000 BOEPD,” tambahnya.
Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini menuturkan terkait program konversi, untuk tahun ini produksi LGV bisa mencapai di kisaran 1,5 – 1,6 juta metric ton. Ia menyebutkan KKKS yang siap menambah produksi LGV antara lain Conoco Philips Ind.Ltd.
Sementara, untuk pasokan produksi CNG terdapat beberapa KKKS seperti Kangean Energy. Ltd, dan Pertamina Hulu Energi (PHE). Ia memberikan contoh seperti PHE yang menyediakan sekitar 9 MMSCFD dari Offshore North West Java (ONJW) dan West Madura Offshore (WMO).
”Ada beberapa KKKS yang siap untuk peningkatan pasokan produksi,” kata dia.
(dru/nia)
Pasokan ini sebagai upaya untuk menyesuaikan kebutuhan gas bila opsi pembatasan BBM bersubsidi dipilih pada 1 April 2012 mendatang.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas, Gde Pradnyana mengatakan pihaknya terus berupaya agar KKKS terutama di Jawa-Bali bisa meningkatkan pasokan gas. Ia merincikan jika opsi pembatasan BBM bersubsidi, maka bahan bakar gas yang digunakan yaitu compressed natural gas (CNG) dan liquefied gas for vehicle (LGV).
Untuk pasokan CNG di domestik terutama Jawa-Bali terdapat 32,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
“Perlu waktu dan kontrak lagi dengan KKKS. Meskipun banyak, gas tidak mudah seperti minyak yang bisa disimpan dalam tangki. Kita akan persiapkan dan meminta KKKS untuk penambahan alokasi gas terkait program konversi. Kita juga masih tunggu keputusan pemerintah,” kata Gde saat dihubungi Minggu (5/2/2012).
Gde menambahkan untuk menjaga pasokan gas di sektor transportasi sebagian produksinya dari KKKS. Ia menyebutkan untuk pasokan CNG sejauh ini tidak ada masalah. Namun, untuk penggunaan LGV, menurutnya masih membutuhkan waktu karena bahan baku LGV yaitu liquefied petroleum gas (LPG) masih impor.
Hal ini penting karena LGV nanti akan diprioritaskan untuk kendaraan berplat hitam. Ia menyebutkan bila pemilihan program konversi BBM ke LGV, produksi bisa sampai di atas 100 ribu barel oil equivalent per day (BOEPD). “Meningkat tajam dibandingkan sekarang yaitu produksi LGV sekitar 55.000 BOEPD,” tambahnya.
Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini menuturkan terkait program konversi, untuk tahun ini produksi LGV bisa mencapai di kisaran 1,5 – 1,6 juta metric ton. Ia menyebutkan KKKS yang siap menambah produksi LGV antara lain Conoco Philips Ind.Ltd.
Sementara, untuk pasokan produksi CNG terdapat beberapa KKKS seperti Kangean Energy. Ltd, dan Pertamina Hulu Energi (PHE). Ia memberikan contoh seperti PHE yang menyediakan sekitar 9 MMSCFD dari Offshore North West Java (ONJW) dan West Madura Offshore (WMO).
”Ada beberapa KKKS yang siap untuk peningkatan pasokan produksi,” kata dia.
(dru/nia)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
