detikfinance

Harga Minyak Terancam Melonjak Jadi US$ 160 per Barel

Nurul Qomariyah - detikfinance
Senin, 06/02/2012 17:32 WIB
Kuwait City - Harga minyak mentah dunia terancam melonjak hingga US$ 160 per barel jika masalah embargo minyak Iran terus berkepanjangan. Namun harga minyak tinggi itu tidak akan segera kembali ke level normal jika kondisi mereda.

"Jika embargo minyak Iran berlangsung lama atau pada kasus pergerakan militer tentang penutupan Terusan Hormuz, harga minyak bisa melonjak sekitar US$ 150-160 per barel," ujar anggota Dewan Korporasi Perminyakan Kuwait, Ali al-Hajeri kepada harian Al-Seyassah, seperti dikutip dari AFP, Senin (6/2/2012).

Hajeri menambahkan, harga tersebut tidak akan bertahan lama dan kembali ke level normal jika alasan kenaikan itu sudah hilang.

Seperti diketahui, Uni Eropa telah mengenakan embargo atas impor minyak Iran. Pihak Tehran pun mengancam balik akan menutup Terusan Hormuz, sebuah jalur strategis untuk ekspor minyak di Teluk, jika tidak diperbolehkan mengekspor minyak mentahnya.

Hajeri juga menilai harga minyak di kisaran US$ 100-105 per barel pada saat ini adalah fair dan bisa diterima baik untuk produsen ataupun konsumen. Dan harga yang lebih tinggi, nantinya bisa kontraproduktif terhadap perekonomian global.

Pada perdagangan Senin di Asia, harga minyak mentah dunia turun tipis menyusul tak kunjung selesainya masalah krisis utang di Yunani. Hal itu mengimbangi sentimen gangguan suplai di Timur Tengah dan Afrika.

Kontrak utama New York untuk minyak West Texas Intermediate pengiriman Maret tercatat turun 54 sen menjadi US$ 97,30 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Maret turun 4 sen menjadi US$ 114,54.


(qom/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?