Dukung Industri Agri, Kadin Genjot Dana Rp 150 Miliar di Palapa Fund
Selasa, 07/02/2012 10:18 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam waktu dekat akan meluncurkan fasilitas pembiayaan awal untuk para pengusaha agribisnis yakni Palapa Fund, dengan tujuan dapat mendorong industri untuk meperoleh kredit perbankan bahkan memasuki pasar modal.
Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Agribisnis, Pangan dan Peternakan, Kadin, Franky Widjaja mengatakan para anggota Kadin saat ini sedang mengumpulkan dana untuk mendirikan fasilitas pembiayaan yakni Palapa Fund. Tujuannya untuk memberikan bantuan khususnya permodalan untuk mendorong usaha agribisnisnya bisa mencapai skala industri.
"Fasilitas pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi seluruh pengusaha agribisnis menengah di seluruh Indonesia. Saat ini sudah terhimpun komitmen dana dari anggota kadin sebesar Rp 60 miliar dari Rp 150 miliar yang ditargetkan," kata Franky di sela acara Jakarta Food Security Summit, JCC, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurut Franky, apabila skala pengusaha agribisnis menengah ini bisa mencapai skala industri maka akan sangat mudah memperoleh kredit perbankan bahkan bisa 'melantai' di bursa alias pasar modal.
"Apalagi Indonesia memiliki komoditas komoditas unggulan yang sangat berpotensi besar dan diminta di pasar modal, seperti kepala sawit, kakao peternakan dan lainnya," ujar Franky.
Untuk itu, kata Franky, dukungan pembiayaan yang inovatif sangat diperlukan dalam mengatasi semua kendala yang terkait pada mata rantai agribisnis yang menjadi satu kesatuan dari pembibitan, budidaya terbaik dan berkelanjutan pemanenan, proses pengolahan pengangkutan sampai akses ke pasar serta asuransi dan skema pembiayaan.
"Contoh, negara yang memiliki skema macam ini adalah Brazil yang mampu menjadikan komoditas kedelai, tebu dan peternakan sebagai komoditas primadona dunia. Dan Indonesia sendiri, kisah sukses serupa terjadi pada komoditas kelapa sawit dengan adanya program plasma inti yang merupakan kemitraan antara petani dengan prusahaan," papar Franky.
"Dan menurut hemat kami, pengembangan smallholders di Indonesia merupakan kunci utama untuk dapat mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan seperti di bidang kelapa sawit, 40% atau 3,2 juta hektare dari seluruh lahan perkebunan sawit Indonesia yang berjumlah 7,9 juta hektare dimiliki oleh smallholders," tandas Franky.
(ang/ang)
Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Agribisnis, Pangan dan Peternakan, Kadin, Franky Widjaja mengatakan para anggota Kadin saat ini sedang mengumpulkan dana untuk mendirikan fasilitas pembiayaan yakni Palapa Fund. Tujuannya untuk memberikan bantuan khususnya permodalan untuk mendorong usaha agribisnisnya bisa mencapai skala industri.
"Fasilitas pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi seluruh pengusaha agribisnis menengah di seluruh Indonesia. Saat ini sudah terhimpun komitmen dana dari anggota kadin sebesar Rp 60 miliar dari Rp 150 miliar yang ditargetkan," kata Franky di sela acara Jakarta Food Security Summit, JCC, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurut Franky, apabila skala pengusaha agribisnis menengah ini bisa mencapai skala industri maka akan sangat mudah memperoleh kredit perbankan bahkan bisa 'melantai' di bursa alias pasar modal.
"Apalagi Indonesia memiliki komoditas komoditas unggulan yang sangat berpotensi besar dan diminta di pasar modal, seperti kepala sawit, kakao peternakan dan lainnya," ujar Franky.
Untuk itu, kata Franky, dukungan pembiayaan yang inovatif sangat diperlukan dalam mengatasi semua kendala yang terkait pada mata rantai agribisnis yang menjadi satu kesatuan dari pembibitan, budidaya terbaik dan berkelanjutan pemanenan, proses pengolahan pengangkutan sampai akses ke pasar serta asuransi dan skema pembiayaan.
"Contoh, negara yang memiliki skema macam ini adalah Brazil yang mampu menjadikan komoditas kedelai, tebu dan peternakan sebagai komoditas primadona dunia. Dan Indonesia sendiri, kisah sukses serupa terjadi pada komoditas kelapa sawit dengan adanya program plasma inti yang merupakan kemitraan antara petani dengan prusahaan," papar Franky.
"Dan menurut hemat kami, pengembangan smallholders di Indonesia merupakan kunci utama untuk dapat mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan seperti di bidang kelapa sawit, 40% atau 3,2 juta hektare dari seluruh lahan perkebunan sawit Indonesia yang berjumlah 7,9 juta hektare dimiliki oleh smallholders," tandas Franky.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
