detikfinance

Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara

Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 07/02/2012 11:23 WIB
Jakarta - Sebuah perusahaan yang baru saja berdiri tahun ini, Yawadwipa Companies, berniat menawar bank itu seharga US$ 750 juta. Pengumuman dari Yawadwipa itu langsung memunculkan pertanyaan siapa pemimpin perusahaan yang berani menawa Bank Mutiara dengan harga mahal itu.

Perusahaan tersebut dipimpin oleh Christopher Holm sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pria yang biasa disapa Chad ini sudah menangani lebih dari 50 kesepakatan finansial dengan nilai lebih dari US$ 150 miliar atau setara Rp 1.350 triliun.

Dikutip dari profil Chad yang diterima detikFinance, Selasa (7/2/2012), berikut ini beberapa poin menjadi latar belakang calon pemilik baru Bank Mutiara tersebut:


  • Hampir 20 tahun bergerak di bisnis finansial serta memilih individu dan strategi yang tepat dalam berinvestasi.
  • Pernah menempati beberapa posisi penting, seperti Direktur di Bank of America Merril Lynch dan Citigroup, juga pernah di Lazard Ltd.
  • Menghasilkan transaksi di lebih dari 20 negara dengan nilai sebanyak US$ 75 miliar di luar AS dan US$ 35 miliar di Asia.
  • Membantu IPO (initila public offering (IPO) dengan total kapitalisasi pasar lebih dari US$ 100 miliar.
  • Mengeksekusi salah satu dari lima transaksi besar di lima industri berbeda.
  • Lulusan jurusan akunting, finansial dan ekonomi, berstatus MBA dari Universitas Chicago.

Beberapa transaksi yang pernah dilakukan:


  • Merger Bank One dengan JP Morgan Chase (US$ 60 miliar), menjadikannya bank komersial terbesar AS.
  • Akuisisi Barclays Global Investors (US$ 15 Miliar) dan Merrill Lynch Investment Managers (US$ 11 miliar) oleh BlackRock, sehingga membentuk manajer investasi terbesar di dunia.
  • Merger Bursa Saham New York dengan Pan-European Euronext (US$ 13 miliar)
  • Merger BM&F dengan Bovespa (US$ 13 miliar) di Brasil.
  • Penjualan 25% saham Abu Dhabi di RHB, bank asal Malaysia (US$ 2 miliar).
  • Merger Osaka Securities Exchange dengan Tokyo Stock Exchange (US$ 4 miliar).
  • Penjualan Alico oleh AIG di Jepang (US$ 15 miliar).
  • Penjualan Nikko Cordial (US$ 9 miliar) dan Nikko Asset Management (US$ 1 miliar) oleh Citigroup di Jepang.
  • Pembelian saham minoritas di AXA Financial oleh AXA Group asal Prancis (US$ 10 miliar).
  • Penjualan PIMCO ke Allianz AG asal Jerman (US$ 5 miliar).


(ang/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?