DKI Terbitkan Obligasi Rp 1,7 Triliun, Pemda Lain Menyusul
Selasa, 07/02/2012 14:57 WIB
Jakarta - Segera setelah Pemda DKI Jakarta menerbitkan obligasi Rp 1,7 triliun pada Juni 2012, akan diikuti oleh Pemerintah Daerah lain. Bagi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), harus ada yang pertama kali yang memulai. Saat obligasi sukses, maka Pemda lain akan mengekor.
"Demand-nya besar. Siapa yang berani pertama kali? Temen-teman bisa susul. Tugas dan fungsi kami sosialisasi Pemda dan calon investor," kata Direktur Utama Pefindo Ronald Tauviek A. Kasim di Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Sampai saat ini, menurut Ronald proses penerbitan obligasi DKI Jakarta terus bergulir. Rencananya, Februari akhir akan dilakukan pemeringkatan surat utang Pemda DKI.
"Kapan penerbitan. Mereka mau secepatnya, tapi pasti tahun ini. Semua masih ada di mereka," tuturnya. Pefindo pun siap melakukan pemeringkatan atas obligasi Pemda pimpinan Foke ini.
"Kami perusahaan pemeringkat nasional. Kami sudah memasukan lelang. Tinggal tunggu hasilnya," ucap Vice President Municipality Ratings Pefindo, Endi Roswendi.
Seperti diketahui, Foke berencana menerbitkan obligasi Rp 1,7 triliun pada bulan Juni 2012. Sejak Januari lalu Pemda DKI tengah menyeleksi perusahaan penjaminan emisi (underwriter).
Hasil dana obligasi digunakan untuk membiayai empat proyek, diantaranya:
Pefindo Siap Peringkat 5 BUMN dan Sejumlah UKM
Ronald menambahkan, Pefindo bersiap memberikan peringkat kepada 5 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka bergerak pada sektor konstruksi, pupuk, semen, dan farmasi.
"Kemungkinan ada lima BUMN yang akan diberikan peringkat korporasi. Secara formal belum ada mandatnya," tegasnya.
Pefindo mengaku senang dengan wacana Menteri BUMN, Dahlan Iskan, bahwa perusahaan negara harus dirating. Rating bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan kemauan BUMN dalam mengelola perusahaan.
"Kami siap untuk memberikan peringkat karena secara human resources, sistem, dan metodelogi telah ada dan siap," jelas Ronald.
Selain BUMN, Pefindo juga akan memberi rating kepada UKM. Tujuan rating ini untuk mempermudah akses UKM kepada perbankan.
"Hal ini juga sebagai bagian membantu program pemerintah terhadap UKM," tegasnya.
Dengan memberikan pemeringkat terhadap UKM, UKM akan lebih mudah mendapatkan pinjaman. "Mimpi kita ke depan, bisa memiliki data center terkait informasi UKM. Sehingga perbankan bisa menghubungi kami," imbuhnya.
(wep/ang)
"Demand-nya besar. Siapa yang berani pertama kali? Temen-teman bisa susul. Tugas dan fungsi kami sosialisasi Pemda dan calon investor," kata Direktur Utama Pefindo Ronald Tauviek A. Kasim di Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Sampai saat ini, menurut Ronald proses penerbitan obligasi DKI Jakarta terus bergulir. Rencananya, Februari akhir akan dilakukan pemeringkatan surat utang Pemda DKI.
"Kapan penerbitan. Mereka mau secepatnya, tapi pasti tahun ini. Semua masih ada di mereka," tuturnya. Pefindo pun siap melakukan pemeringkatan atas obligasi Pemda pimpinan Foke ini.
"Kami perusahaan pemeringkat nasional. Kami sudah memasukan lelang. Tinggal tunggu hasilnya," ucap Vice President Municipality Ratings Pefindo, Endi Roswendi.
Seperti diketahui, Foke berencana menerbitkan obligasi Rp 1,7 triliun pada bulan Juni 2012. Sejak Januari lalu Pemda DKI tengah menyeleksi perusahaan penjaminan emisi (underwriter).
Hasil dana obligasi digunakan untuk membiayai empat proyek, diantaranya:
- Pembangunan RSUD Jakarta Selatan senilai Rp 185 miliar
- Pembangunan waste management Casablanca Rp 235 miliar
- Pembangunan rusun Daan Mogot senilai Rp 500 miliar
- Pembangunan terminal bus Pulogebang Rp 757 miliar
Pefindo Siap Peringkat 5 BUMN dan Sejumlah UKM
Ronald menambahkan, Pefindo bersiap memberikan peringkat kepada 5 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka bergerak pada sektor konstruksi, pupuk, semen, dan farmasi.
"Kemungkinan ada lima BUMN yang akan diberikan peringkat korporasi. Secara formal belum ada mandatnya," tegasnya.
Pefindo mengaku senang dengan wacana Menteri BUMN, Dahlan Iskan, bahwa perusahaan negara harus dirating. Rating bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan kemauan BUMN dalam mengelola perusahaan.
"Kami siap untuk memberikan peringkat karena secara human resources, sistem, dan metodelogi telah ada dan siap," jelas Ronald.
Selain BUMN, Pefindo juga akan memberi rating kepada UKM. Tujuan rating ini untuk mempermudah akses UKM kepada perbankan.
"Hal ini juga sebagai bagian membantu program pemerintah terhadap UKM," tegasnya.
Dengan memberikan pemeringkat terhadap UKM, UKM akan lebih mudah mendapatkan pinjaman. "Mimpi kita ke depan, bisa memiliki data center terkait informasi UKM. Sehingga perbankan bisa menghubungi kami," imbuhnya.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
