detikfinance

SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar

Rachmadin Ismail - detikfinance
Selasa, 07/02/2012 16:28 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingatkan pentingnya ketahanan pangan atau food security yang harus dilakukan Indonesia. Saat ini banyak penduduk di berbagai negara harus kelaparan karena kekurangan pangan.

"Makanan yang tidak cukup juga berkaitan dengan food security Lantas, di dunia ini ada ratusan juta (orang) yang tidurnya tidak nyenyak karena perutnya lapar. Masih ada yang mengalami persoalan itu, maka ada persoalan dengan food security," kata SBY dalam acara Food Security Summit, di JCC, Jakarta, Selasa (7/2/2012)

Ia mengatakan pangan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat manusia. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kapasitas untuk memproduksi pangan harus bisa berperan dengan kerjasama internasional di bidang pangan.

SBY menambahkan ancaman ketahanan pangan juga terjadi di dalam negeri. Namun pemerintah akan berupaya terus mengatasi masalah itu, terkait dengan kasus kekurangan pangan, masalah produksi pangan bagi petani dan lain-lain.

"Pada 2006 bulan Juli, berkunjung ke Papua. 6 bulan sebelumnya ada kasus kekurangan pangan bahkan ada satu dua yang meninggal. Pemerintah bergerak cepat dalam waktu 6 bulan melakukan sesuatu dengan pemda, penduduk lokal memastikan untuk bercocok tanam yan tahan gangguan. Saya datang ada perubahan signifikan," katanya.

Pada kesempatan itu juga SBY menuturkan kisahnya soal kondisi masyarakat Indonesia yang masih rentan dengan ketahanan pangan. Misalnya, ia bercerita soal kunjungannya ke kampung nelayan, bertemu dengan petani kedelai yang kehidupannya tidak berkembang sehingga secara langsung mempengaruhi produksi pangan.

"Kalau insentif petani, nilai tukar kecil mereka tidak mau menanam. Akan berkaitan dengan supply. Maka ini juga mengganggu food security," katanya.

Ia juga menuturkan kisahnya saat berkunjung ke para petani bawang merah di Brebes yang mengeluhkan rendahnya harga jual produksi mereka. Jika ini dibiarkan maka akan berkaitan dengan ketahanan pangan. Apalagi disaat yang bersamaan permintaan pangan terus bertambah dengan produksi yang berlawanan.

"Demand akan terus meningkat karena penduduk bertambah. Kedua, middle class juga meningkat sehingga membuat komoditas pangan itu meningkat dan meningkatkan daya beli karena mengkonsumsi pangan lebih besar lagi," katanya.

SBY mengakui beberapa permasalahan lainnya yang masih dijumpai di dalam negeri terkait ketahanan pangan antaralain kasus kekeruagnan gizi dan pangan. Masalah penghasilan petani yang masih rendah, produksi yang turun dan lain-lain.

"Mari tidak lengah dan sungguh sangat serius untuk menemukan cara efektif untuk mengatasi masalah itu. Orang cerdas adalah mengubah krisis menjadi peluang, jika kekurangan beras, itu bukan masalah tapi peluang dan ruang untuk memproduksi sesuatu. Sehingga ekonomi tumbuh dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, berpikir dari krisis ke opportunity," katanya.




(hen/ang)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?