Yuk! Berburu Rumah Harga Rp 80 Jutaan di JCC
Selasa, 07/02/2012 17:37 WIB
Jakarta - Bagi anda yang mencari rumah berharga miring bisa memanfaatkan acara pameran properti Trend Property 2012 di JCC, Jakarta (4-12 Februari 2012).
Misalnya rumah tipe 22/75 dan 22/78 ditawarkan oleh pengembang Delta Group yang ditawarkan Rp 87 juta dengan kredit maksimum Rp 69,5 juta dengan uang muka Rp 17,5 juta dengan tenor kredit 10 tahun, cicilan Rp 997.500/bulan untuk tipe 22/78.
"Biaya tersebut sudah termasuk, akta jual beli, Balik Nama Sertifikat (HBG), IMB dan listrik 900 Watt, dan saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan BTN dengan memberikan bunga 9,5% fix dan BNI Syariah dengan ±10% flat," kata Marketing Eksekutif, Delta Group Herman kepada detikFinance di JCC, Jakarta, Selasa (7/2/2012)
Dikatakan Herman, jika pembeli sudah deal, rumah langsung akan dibangun. "Dan dalam waktu 8 bulan-1 tahun, sudah serah terima rumah," katanya.
Rumah tipe tersebut, kata Herman, berada didaerah Cileungsi, Bogor. Pihaknya juga memiliki unit rumah usaha (Rusa) dengan uang muka Rp 5 juta dan cicilan dengan KPR senilai Rp 132 juta tenor 10 tahun dengan cicilan per bulan Rp 1,894 juta untuk tipe 30/90.
Herman juga mengatakan, saat ini memang ada masalah terkait kisruh bunga KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kondisi ini meresahkan pengembang, pasalnya penjualan rumah saat ini turun drastis, akibat distopnya subsidi rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Ia mengatakan secara umum penjualan rumah khususnya tipe 23/75 atau 22/78 yang menyasar kelas MBR, saat ini penjualannya sedang anjlok.
"Hal ini dikarenakan, subsidi pemerintah dari FLPP berhenti dan belum ada kejelasan dilanjutkan atau tidak," ujarnya.
Penurunan ini terlihat dari setiap penjualan para marketing properti. "Biasanya pada saat program FLPP masih berlangsung, tiap marketing ditempatnya bekerja bisa jual rumah khususnya untuk tipe 22 atau 23, bisa mencapai 10-15 unit/bulan, namun saat ini paling banyak 7 unit atau rata-rata 3-5 unit/bulannya," ujarnya.
Menurut Herman, selain masalah bsuku bunga, adanya FLPP sangat membantu MBR, karena harga rumah lebih murah dan persyaratan lebih ringan. "Dulu waktu ada FLPP persyaratan bagi MBR minimal berpenghasilan Rp 2,5 juta/bulan, tapi saat ini (FLPP distop) minimal Rp 4,5 juta/bulan," ungkapnya.
(hen/hen)
Misalnya rumah tipe 22/75 dan 22/78 ditawarkan oleh pengembang Delta Group yang ditawarkan Rp 87 juta dengan kredit maksimum Rp 69,5 juta dengan uang muka Rp 17,5 juta dengan tenor kredit 10 tahun, cicilan Rp 997.500/bulan untuk tipe 22/78.
"Biaya tersebut sudah termasuk, akta jual beli, Balik Nama Sertifikat (HBG), IMB dan listrik 900 Watt, dan saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan BTN dengan memberikan bunga 9,5% fix dan BNI Syariah dengan ±10% flat," kata Marketing Eksekutif, Delta Group Herman kepada detikFinance di JCC, Jakarta, Selasa (7/2/2012)
Dikatakan Herman, jika pembeli sudah deal, rumah langsung akan dibangun. "Dan dalam waktu 8 bulan-1 tahun, sudah serah terima rumah," katanya.
Rumah tipe tersebut, kata Herman, berada didaerah Cileungsi, Bogor. Pihaknya juga memiliki unit rumah usaha (Rusa) dengan uang muka Rp 5 juta dan cicilan dengan KPR senilai Rp 132 juta tenor 10 tahun dengan cicilan per bulan Rp 1,894 juta untuk tipe 30/90.
Herman juga mengatakan, saat ini memang ada masalah terkait kisruh bunga KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kondisi ini meresahkan pengembang, pasalnya penjualan rumah saat ini turun drastis, akibat distopnya subsidi rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Ia mengatakan secara umum penjualan rumah khususnya tipe 23/75 atau 22/78 yang menyasar kelas MBR, saat ini penjualannya sedang anjlok.
"Hal ini dikarenakan, subsidi pemerintah dari FLPP berhenti dan belum ada kejelasan dilanjutkan atau tidak," ujarnya.
Penurunan ini terlihat dari setiap penjualan para marketing properti. "Biasanya pada saat program FLPP masih berlangsung, tiap marketing ditempatnya bekerja bisa jual rumah khususnya untuk tipe 22 atau 23, bisa mencapai 10-15 unit/bulan, namun saat ini paling banyak 7 unit atau rata-rata 3-5 unit/bulannya," ujarnya.
Menurut Herman, selain masalah bsuku bunga, adanya FLPP sangat membantu MBR, karena harga rumah lebih murah dan persyaratan lebih ringan. "Dulu waktu ada FLPP persyaratan bagi MBR minimal berpenghasilan Rp 2,5 juta/bulan, tapi saat ini (FLPP distop) minimal Rp 4,5 juta/bulan," ungkapnya.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
