Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 11:30 WIB
Capai Rp 21,6 Triliun, Laba Perbankan RI Makin 'Gemuk' di Maret 2012 -
Rabu, 16/05/2012 10:11 WIB
Meroket 105,7%, Laba Bank Mega Tembus Rp 498 Miliar -
Rabu, 16/05/2012 08:29 WIB
World Bank Kucurkan Rp 18 Triliun Bantu RI Bayar Utang -
Selasa, 15/05/2012 14:54 WIB
OJK Bakal Bermarkas di Menara Bidakara -
Selasa, 15/05/2012 14:22 WIB
Perbanas Yakin Bank Tak Terpengaruh Aturan DP Baru -
Selasa, 15/05/2012 12:42 WIB
DP Kredit Motor Makin Mahal, Bisnis FIF Lesu
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
2 Komentar | Balas Tanggapan
2 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bisnis Lampu Beromzet Jutaan Rupiah Ini Berawal dari Hobi
Menggeluti sebuah bisnis tak jarang dimulai dari sebuah hobi ataupun kesukaan seseorang. Misalnya usaha lampu hias unik yang ditekuni oleh Kuntoro, asal Surabaya.
Sosok Dan Peristiwa
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati?
Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjuk Rudy Setyopurnomo sebagai Direktur Utama Merpati. Siapa sebenarnya Rudy?
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 16/05/2012 14:04 WIB
Miris! Tahun Depan Gaji PNS Cuma Naik 7%
Posted by: kaptenDF
Selasa, 07/02/2012 21:33 WIB
Agus Marto Ingin 'Misteri' Bos Yawadwipa Dibuka
Ramdhania El Hida - detikFinance
Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengatakan, jangan sampai Yawadwipa hanya dijadikan 'kendaraan' atau Special Purpose Vehicle (SPV) pihak-pihak tertentu untuk membeli Bank Mutiara.
"Bahwa kadang ada satu investor masih menggunakan SPV (special purpose vehicle) dimungkinkan," jelasnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Untuk itu, lanjut Agus Marto, dibutuhkan kajian mengenai calon pembeli Bank Mutiara yang sementara disebutkan Yawadwipa.
"Kalau seandainya ada calon pembeli mohon untuk dapat dilakukan satu, screening atau kajian dulu tentang kredibilitas calon pembeli dan juga kondisi serta kemampuan keuangan dari calon pembeli," jelasnya.
Calon pembeli tersebut, lanjut Agus Marto, harus berani mengungkapkan jati dirinya sebenarnya. "Tapi siapa investor utama yang ada di belakang SPV itu harus mengungkapkan jati dirinya. Jadi supaya proses ini dapat dilakukan dengan baik," tegasnya.
Agus Marto menegaskan di sektor jasa keuangan semua aturan harus tegas dilakukan. "Hal ini karena kalau di bidang jasa keuangan itu sangat regulated atau diatur," tandasnya.
Yawadwipa memang perusahaan finansial yang belum banyak dikenal di Indonesia. Wajar saja, perusahaan ini ternyata baru dibentuk awal tahun ini, tepatnya pada 9 Januari 2012.
Perusahaan baru tersebut memiliki dua kantor, seperti tertulis dalam situs resminya, yaitu di Jakarta dan Singapura. Alamat lengkap kantor Jakarta di Menara 2 lantai 17 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara kantornya di Singapura terletak di Singapore Land Tower lantai 37 di jalan 50 Raffles Place.
Holm menyatakan telah menyertakan modal sebanyak US$ 25 juta di perusahaan tersebut. Perusahaan juga menunjuk Prasetyo Singgih sebagai Direktur Operasi Yawadwipa.
Yawadwipa saat ini masih dalam proses perizinan untuk meluncurkan Java Fund. Setelah mendapat izin, perusahaan membidik dana kelola hingga US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 9 triliun.
Dana sebanyak itu akan digunakan untuk berbagai investasi di Indonesia. Targetnya, Yawadwipa ingin menjadi perusahaan investasi swasta terbesar di Indonesia.
Yawadwipa juga sudah mengungkapkan ambisi besarnya untuk menjadikan Bank Mutiara seperti BCA. Yawadwipa mengaku ingin mengekor sukses Djarum yang kini menangguk untung besar setelah membeli BCA beberapa tahun silam.
(nia/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 16/05/2012 13:18 WIB
Bos Kereta Api Pamer Stasiun Gambir Lebih Kinclong daripada Bandara Cengkareng -
Rabu, 16/05/2012 15:55 WIB
Wow! Sri Mulyani Masuk Daftar 'The Most Powerful Woman You've Never Heard Of' -
Rabu, 16/05/2012 11:20 WIB
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 16/05/2012 11:58 WIB
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI -
Rabu, 16/05/2012 12:35 WIB
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati?
Komentar Terpopuler
-
Senin, 14/05/2012 - 11:31
Dahlan Iskan: Pesimisme, RI Seolah-olah Bangkrut Minggu Depan -
Kamis, 17/05/2012 - 03:04
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI -
Rabu, 16/05/2012 - 19:32
Dahlan: Ada yang Tersembunyi di Balik Utang Pemerintah Rp 1.859 Triliun -
Rabu, 16/05/2012 - 21:38
Tolak Dirut Baru, Pejabat Merpati Ramai-ramai Resign -
Rabu, 16/05/2012 - 21:51
Perlukah Ada Penyatuan Zona Waktu di Indonesia?
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message




