Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China
Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB
Jakarta - Sebagai pemrakarsa pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), pengusaha Tomy Winata kini terus mendekati China untuk mendapatkan pendanaan yang diperkirakan mencapai Rp 100 triliun.
Wakil Presiden Direktur Bank Artha Graha B. Wisnu Tjandra mengatakan, jembatan penghubung pulau Jawa dan Sumatera itu menarik perhatian banyak negara yaitu Jepang, Korea, dan China.
"Tapi sampai saat ini yang paling di depan dari segi kemungkinan (partner JSS) adalah China," ujar Wisnu di Gedung Artha Graha, SCBD, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Dikatakan Wisnu, jembatan ini merupakan proyek terbesar di Indonesia karena menghabiskan dana US$ 10 miliar atau sekitar Rp 100 triliun. "Itu (Rp 100 triliun) untuk jembatannya saja. Nanti kita akan bangun untuk pengembangan wilayahnya juga sesuai Perpres-nya," jelas Wisnu.
Namun Wisnu masih merahasiakan soal format atau bentuk kerjasama dengan negara lain untuk pembangunan jembatan tersebut. "Namun yang paling maju saat ini adalah China. Pak Tomy Winata juga baru balik dari China," imbuh Wisnu.
Dikatakan Wisnu, harus dibangun pengembangan wilayah sekitar jembatan ini sehingga modal pembangunan jembatan tersebut bisa kembali ke investor. "Kalau hanya jembatan saja maka duit nggak balik. Apalagi kalau jembatan dibangun maka kapal penyeberangan akan berkurang dan kapal internasional bakal lebih banyak. Maka butuh logistik," tutur Wisnu.
Selain China, saat ini pihak Amerika Serikat juga dikabarkan tertarik untuk bekerjasama dalam pembangunan jembatan tersebut. Namun China masih yang terdepan dalam berkomitmen membangun jembatan tersebut.
Seperti diketahui, konsorsium Pemda Banten-Lampung yang termasuk di dalamnya Artha Graha Network menjadi pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Sebagai pemrakarsa, konsorsium mendapat tugas pemerintah untuk menyiapkan persiapan proyek termasuk studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Pimpinan Artha Graha Network, Tomy Winata mengatakan pihaknya masih menghitung secara detil soal biaya yang harus dikeluarkan terkait FS proyek JSS. Namun secara kasar, berdasarkan standar internasional membutuhkan dana 3-4% dari total proyek yang nilainya Rp 100 triliun atau Rp 3-4 triliun.
Tomy juga telah merogoh koceknya sebesar US$ 40 juta untuk modal pra-studi kelayakan pembangunan JSS. Meskipun sampai saat ini dirinya belum ditunjuk sebagai pihak pembangun jembatan tersebut.
"Yang jelas ini bukan proyek TW (Tomy Winata) atau Artha Graha. Jadi proyek ini masih terbuka untuk semua pihak," tukas Wisnu.
(dnl/qom)
Wakil Presiden Direktur Bank Artha Graha B. Wisnu Tjandra mengatakan, jembatan penghubung pulau Jawa dan Sumatera itu menarik perhatian banyak negara yaitu Jepang, Korea, dan China.
"Tapi sampai saat ini yang paling di depan dari segi kemungkinan (partner JSS) adalah China," ujar Wisnu di Gedung Artha Graha, SCBD, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Dikatakan Wisnu, jembatan ini merupakan proyek terbesar di Indonesia karena menghabiskan dana US$ 10 miliar atau sekitar Rp 100 triliun. "Itu (Rp 100 triliun) untuk jembatannya saja. Nanti kita akan bangun untuk pengembangan wilayahnya juga sesuai Perpres-nya," jelas Wisnu.
Namun Wisnu masih merahasiakan soal format atau bentuk kerjasama dengan negara lain untuk pembangunan jembatan tersebut. "Namun yang paling maju saat ini adalah China. Pak Tomy Winata juga baru balik dari China," imbuh Wisnu.
Dikatakan Wisnu, harus dibangun pengembangan wilayah sekitar jembatan ini sehingga modal pembangunan jembatan tersebut bisa kembali ke investor. "Kalau hanya jembatan saja maka duit nggak balik. Apalagi kalau jembatan dibangun maka kapal penyeberangan akan berkurang dan kapal internasional bakal lebih banyak. Maka butuh logistik," tutur Wisnu.
Selain China, saat ini pihak Amerika Serikat juga dikabarkan tertarik untuk bekerjasama dalam pembangunan jembatan tersebut. Namun China masih yang terdepan dalam berkomitmen membangun jembatan tersebut.
Seperti diketahui, konsorsium Pemda Banten-Lampung yang termasuk di dalamnya Artha Graha Network menjadi pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Sebagai pemrakarsa, konsorsium mendapat tugas pemerintah untuk menyiapkan persiapan proyek termasuk studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Pimpinan Artha Graha Network, Tomy Winata mengatakan pihaknya masih menghitung secara detil soal biaya yang harus dikeluarkan terkait FS proyek JSS. Namun secara kasar, berdasarkan standar internasional membutuhkan dana 3-4% dari total proyek yang nilainya Rp 100 triliun atau Rp 3-4 triliun.
Tomy juga telah merogoh koceknya sebesar US$ 40 juta untuk modal pra-studi kelayakan pembangunan JSS. Meskipun sampai saat ini dirinya belum ditunjuk sebagai pihak pembangun jembatan tersebut.
"Yang jelas ini bukan proyek TW (Tomy Winata) atau Artha Graha. Jadi proyek ini masih terbuka untuk semua pihak," tukas Wisnu.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
