Mega Capital: Pelemahan Indeks Mulai Terbatas
Rabu, 08/02/2012 09:45 WIB
Jakarta - Kemarin indeks mencatatkan penurunan sebesar -0.49%. Secara sektoral, terdapat delapan sektor yang memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar adalah sektor industri lain-lain turun -1.38%, sektor finansial turun -0.96%, dan sektor perdagangan turun -0.78%. Sedangkan dua sektor berhasil naik yakni sektor agrikultur dan sektor konstruksi dengan kenaikan masing-masing +1.02% dan +0.48%. Sementara pergerakan bursa Asia bergerak mengambang antara zona merah dan zona hijau. Indeks Nikkei turun -0.1%, Shanghai Composite China turun -1.7%, Hang Seng turun tipis -0.1%, sedangkan Kospi naik +0.4% dan Strait Times naik +0.6%. Pergerakan liar bursa Asia kemarin dipicu oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah investor menunggu hasil pembicaraan bailout Yunani di tengah peringatan krisis Eropa yang mengancam pertumbuhan ekonomi global.
Wall Street menguat pada perdagangan saham tadi malam. Namun demikian, hasil diskusi paket bailout Yunani yang tidak pasti membuat investor dalam taruhan besar dalam beberapa hari mendatang. Dow Jones naik +0.26%, S&P 500 naik +0.20%, dan Nasdaq naik +0.07%. Langkah maju dalam upaya penyelesaian utang Yunani terpantau direspon positif. Dikabarkan pada malam kemarin, pemerintah Yunani telah melangkah maju dan mencapai tahap mempersiapkan teks kesepakatan dengan pihak pemberi pinjaman, yang direncanakan akan mengucurkan dana sekitar EUR 130 milyar. Hal tersebut menunjukkan adanya perkembangan yang lebih baik dan persetujuan tersebut nantinya akan ditandatangani oleh para pemimpin Yunani. Pemerintah Yunani dikabarkan tengah menggodok dokumen final yang akan didiskusikan secara intern dan kemajuan tersebut tidak terlepas dari sikap Kanselir Jerman yang mulai kehilangan kesabaran sehingga memberikan tekanan bagi pemerintah Yunani. Bursa Eropa masih melemah pada perdagangan kem arin. Indeks FTSE 100 tercatat melemah tipis -0.03%, DAX tergerus hingga -0.16%. Sentimen di pasar masih lemah, karena rilis kinerja emiten juga mengecewakan. Salah satunya, laba bersih bank terbesar Swiss, UBS AG yang dilaporkan anjlok hingga 76% di kuartal keempat.
IHSG Cenderung Menguat (Range 3,940—3,985), IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin dan sempat mencoba untuk melewati support level pada Fibonacci Fan yang berada di 3,940, indeks dimungkinkan untuk kembali melanjutkan pelemahannya, namun Aksi beli yang terjadi menjelang penutupan sesi bursa membawa indeks kembali berada di atas EMA 20. Pelemahan yang mungkin terjadi pada indeks diperkirakan mulai terbatas dan berpeluang untuk mengalami technical rebound jika kembali mengalami kegagalan melewati support level tersebut di atas. Hari ini diperkirakan indeks berada pada kecenderungan yang menguat.
(ang/ang)
Wall Street menguat pada perdagangan saham tadi malam. Namun demikian, hasil diskusi paket bailout Yunani yang tidak pasti membuat investor dalam taruhan besar dalam beberapa hari mendatang. Dow Jones naik +0.26%, S&P 500 naik +0.20%, dan Nasdaq naik +0.07%. Langkah maju dalam upaya penyelesaian utang Yunani terpantau direspon positif. Dikabarkan pada malam kemarin, pemerintah Yunani telah melangkah maju dan mencapai tahap mempersiapkan teks kesepakatan dengan pihak pemberi pinjaman, yang direncanakan akan mengucurkan dana sekitar EUR 130 milyar. Hal tersebut menunjukkan adanya perkembangan yang lebih baik dan persetujuan tersebut nantinya akan ditandatangani oleh para pemimpin Yunani. Pemerintah Yunani dikabarkan tengah menggodok dokumen final yang akan didiskusikan secara intern dan kemajuan tersebut tidak terlepas dari sikap Kanselir Jerman yang mulai kehilangan kesabaran sehingga memberikan tekanan bagi pemerintah Yunani. Bursa Eropa masih melemah pada perdagangan kem arin. Indeks FTSE 100 tercatat melemah tipis -0.03%, DAX tergerus hingga -0.16%. Sentimen di pasar masih lemah, karena rilis kinerja emiten juga mengecewakan. Salah satunya, laba bersih bank terbesar Swiss, UBS AG yang dilaporkan anjlok hingga 76% di kuartal keempat.
IHSG Cenderung Menguat (Range 3,940—3,985), IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin dan sempat mencoba untuk melewati support level pada Fibonacci Fan yang berada di 3,940, indeks dimungkinkan untuk kembali melanjutkan pelemahannya, namun Aksi beli yang terjadi menjelang penutupan sesi bursa membawa indeks kembali berada di atas EMA 20. Pelemahan yang mungkin terjadi pada indeks diperkirakan mulai terbatas dan berpeluang untuk mengalami technical rebound jika kembali mengalami kegagalan melewati support level tersebut di atas. Hari ini diperkirakan indeks berada pada kecenderungan yang menguat.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
