Agus Marto Segera Bayar Utang ke Operator Suramadu Rp 46 Miliar
Rabu, 08/02/2012 11:20 WIB
Jakarta - Pemerintah bakal bayar utang ke kontraktor Jembatan Suramadu sebesar Rp 46 miliar pada tahun 2012. Utang itu segera dilunasi setelah selesainya audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dari semua utang pemerintah kepada kontraktor Jembatan Suramadu, tersisa Rp 46 miliar pada tahun 2012 ini. Sebagian utang tersebut telah dibayarkan sebagian pada tahun sebelumnya.
"Kalau pembayaran dari kontraktor itu sudah ada hasil audit dari BPKP, dan sudah dibayarkan kemarin pada tanggal 20 Desember 2011. Sisanya sebesar Rp 46 miliar akan diupayakan untuk dibayarkan pada tahun 2012," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Setelah pembayaran utang tersebut lunas, Agus Marto mengharapkan pengelolaan tol yang saat ini diberikan PT Jasa Marga bisa dikelola oleh sebuah Badan Layanan Umum (BLU).
"Kalau yang terkait dengan pengelolaan badannya untuk dibuat bagaimana menampung dana masukkan daripada Suramadu itu akan dibuat BLU dan BLU akan dibuat dalam bentuk revisi perpres dan kemudian dana itu bisa masuk bukan ke kas negara tapi masukkan dalam BLU itu," pungkasnya.
Sebelumnya, utang Pemerintah kepada kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Suramadu totalnya mencapai Rp 932,04 miliar. Terdiri atas eskalasi (478,04 M), klaim kontraktor atas percepatan pekerjaan termasuk perubahan porsi (acange portion) senilai Rp 453,21 Milyar. Total keseluruhan distribusi utang kepada kontraktor China sebesar 551,21 miliar dan kepada konsorsium kontraktor BUMN sebesar Rp 380,69 miliar.
Berdasarkan hasil audit dari BPKP, 20 April 2009 diketahui besarnya utang pemerintah yang mampu dibayar pemerintah nilainya hanya Rp 802,04 miliar yakni untuk kontraktor China Rp 527,10 miliar dan pembayaran kepada konsorsium Kontraktor BUMN sebesar Rp 274,94 miliar.
Mengingat Loan China untuk pembangunan Jembatan Suramadu telah ditutup 12 September 2009, Menteri PU mengajukan permohonan kepada Menkeu agar bersedia mencairkan dana DIPA 2010 Kementerian PU sebesar Rp 338 milyar yang masih diblokir/bintang untuk menutup hutang dimaksud. Adapun sisa kekurangannya Menteri PU menginginkan untuk dialokasikan anggaran 2011.
(nia/qom)
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dari semua utang pemerintah kepada kontraktor Jembatan Suramadu, tersisa Rp 46 miliar pada tahun 2012 ini. Sebagian utang tersebut telah dibayarkan sebagian pada tahun sebelumnya.
"Kalau pembayaran dari kontraktor itu sudah ada hasil audit dari BPKP, dan sudah dibayarkan kemarin pada tanggal 20 Desember 2011. Sisanya sebesar Rp 46 miliar akan diupayakan untuk dibayarkan pada tahun 2012," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Setelah pembayaran utang tersebut lunas, Agus Marto mengharapkan pengelolaan tol yang saat ini diberikan PT Jasa Marga bisa dikelola oleh sebuah Badan Layanan Umum (BLU).
"Kalau yang terkait dengan pengelolaan badannya untuk dibuat bagaimana menampung dana masukkan daripada Suramadu itu akan dibuat BLU dan BLU akan dibuat dalam bentuk revisi perpres dan kemudian dana itu bisa masuk bukan ke kas negara tapi masukkan dalam BLU itu," pungkasnya.
Sebelumnya, utang Pemerintah kepada kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Suramadu totalnya mencapai Rp 932,04 miliar. Terdiri atas eskalasi (478,04 M), klaim kontraktor atas percepatan pekerjaan termasuk perubahan porsi (acange portion) senilai Rp 453,21 Milyar. Total keseluruhan distribusi utang kepada kontraktor China sebesar 551,21 miliar dan kepada konsorsium kontraktor BUMN sebesar Rp 380,69 miliar.
Berdasarkan hasil audit dari BPKP, 20 April 2009 diketahui besarnya utang pemerintah yang mampu dibayar pemerintah nilainya hanya Rp 802,04 miliar yakni untuk kontraktor China Rp 527,10 miliar dan pembayaran kepada konsorsium Kontraktor BUMN sebesar Rp 274,94 miliar.
Mengingat Loan China untuk pembangunan Jembatan Suramadu telah ditutup 12 September 2009, Menteri PU mengajukan permohonan kepada Menkeu agar bersedia mencairkan dana DIPA 2010 Kementerian PU sebesar Rp 338 milyar yang masih diblokir/bintang untuk menutup hutang dimaksud. Adapun sisa kekurangannya Menteri PU menginginkan untuk dialokasikan anggaran 2011.
(nia/qom)
Baca Juga
- Tomy Winata Cs Bakal Rogoh Rp 3-4 Triliun untuk Studi Kelayakan JSS
- Tomy Winata Yakin Bereskan Studi Kelayakan JSS dalam 2 Tahun
- Tomy Winata Diberi Deadline 2 Tahun Siapkan Studi Kelayakan JSS
- Pemerintah Tak Mau Rogoh Sepeser Pun untuk Jembatan Selat Sunda
- Curhat ke Dahlan, Bupati Lebak Sedih Dianggap Cueki Jembatan 'Indiana Jones'
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
