Dirut Merpati: Dahlan Iskan Tak Izinkan Saya Mundur
Rabu, 08/02/2012 11:40 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengaku sempat menyatakan niatnya untuk mundur karena kondisi maskapai pelat merah itu yang tidak jelas. Namun niat tersebut dihalang-halangi oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Kenapa?
Menurut pengakuan Jhonny, masalah utama yang menyebabkan dirinya berniat mundur adalah karena tak kunjung jelasnya kucuran suntikan modal negara ke Merpati.
"Tahun lalu kami sudah membuat rencana bisnis besar hingga 2020 untuk membangkitkan Merpati dan kami mengharapkan adanya PMN (Penyertaan Modal Negara) Rp 561 miliar ke Merpati pada Maret 2011, namun ternyata baru cair di Desember 2011. Ini membuat rencana revitalisasi alat-alat produksi Merpati tidak terlaksana," tutur Jhonny kepada detikFinance, Rabu (8/2/2012).
Dikatakan Jhonny, maskapai plat merah yang dipimpinnya tersebut harusnya mempunyai 12-14 pesawat baru tahun lalu. Namun terlambatnya suntikan modal pemerintah membuat kinerja Merpati jauh dari harapan.
Karena itu, untuk 2012 Merpati meminta tambahan suntikan modal Rp 250 miliar kepada pemerintah melalui persetujuan DPR. Namun kepastian tersebut belum kunjung jelas. "Yang pasti tidak ada penolakan dari DPR," ujar Jhonny tegas.
Ketidakjelasan soal suntikan modal inilah yang membuat Jhonny berniat mundur, karena merasa tidak mau menjadi ganjalan bagi Merpati. Karena ketidakpastian suntikan modal membuatnya tidak bisa bergerak membuat perencanaan bisnisnya.
"Kalau umpamanya saya yang jadi masalah kasihan Merpatinya kalau terkena akibatnya. Mendingan saya jangan di sini. Namun yang pasti Merpati masih cerah prospeknya," kata Jhonny menjelaskan alasan permohonan mundurnya.
Permintaan mundur Jhonny ini langsung tidak direstui oleh Dahlan Iskan. "Pak Dahlan bilang, itu pengecut namanya. Pedagang dan pengusaha itu harus kuat," ucap Jhonny meniru ucapan Dahlan.
Karena sokongan semangat dari Dahlan ini, maka Jhonny kembali berniat untuk menyelesaikan semua permasalahan di Merpati ini. "Pak Dahlan bisa merasakan Merpati seperti apa, dan dia punya sense soal bisnis Merpati ini," tukas Jhonny.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sardjono Jhony Tjitrokusumo meminta mundur dari jabatannya. Jhony merasa dirinya tidak dipercaya dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di maskapai milik pemerintah itu.
Dahlan juga mengatakan mundurnya Jhony terkait lambannya pencairan PMN Rp 561 miliar yang direncanakan akan dicairkan Oktober, namun ternyata baru terealisir Desember 2011. Padahal Merpati memerlukan dana itu untuk pengembangan dan pelaksanaan business plan, termasuk pelunasan utang yang semakin menumpuk.
Penyertaan modal ini juga dianggap kurang, untuk itu perseroan meminta dana tambahan sebesar Rp 250 miliar. "Akibat tertunda, Merpati terlibat banyak pinjaman," tuturnya.
Namun Dahlan mencoba untuk menahan niatan Jhony untuk mundur dari Merpati. Niat Dahlan ini juga mendapat dukungan dari seluruh karyawan, yang kini sangat solid.
(dnl/qom)
Menurut pengakuan Jhonny, masalah utama yang menyebabkan dirinya berniat mundur adalah karena tak kunjung jelasnya kucuran suntikan modal negara ke Merpati.
"Tahun lalu kami sudah membuat rencana bisnis besar hingga 2020 untuk membangkitkan Merpati dan kami mengharapkan adanya PMN (Penyertaan Modal Negara) Rp 561 miliar ke Merpati pada Maret 2011, namun ternyata baru cair di Desember 2011. Ini membuat rencana revitalisasi alat-alat produksi Merpati tidak terlaksana," tutur Jhonny kepada detikFinance, Rabu (8/2/2012).
Dikatakan Jhonny, maskapai plat merah yang dipimpinnya tersebut harusnya mempunyai 12-14 pesawat baru tahun lalu. Namun terlambatnya suntikan modal pemerintah membuat kinerja Merpati jauh dari harapan.
Karena itu, untuk 2012 Merpati meminta tambahan suntikan modal Rp 250 miliar kepada pemerintah melalui persetujuan DPR. Namun kepastian tersebut belum kunjung jelas. "Yang pasti tidak ada penolakan dari DPR," ujar Jhonny tegas.
Ketidakjelasan soal suntikan modal inilah yang membuat Jhonny berniat mundur, karena merasa tidak mau menjadi ganjalan bagi Merpati. Karena ketidakpastian suntikan modal membuatnya tidak bisa bergerak membuat perencanaan bisnisnya.
"Kalau umpamanya saya yang jadi masalah kasihan Merpatinya kalau terkena akibatnya. Mendingan saya jangan di sini. Namun yang pasti Merpati masih cerah prospeknya," kata Jhonny menjelaskan alasan permohonan mundurnya.
Permintaan mundur Jhonny ini langsung tidak direstui oleh Dahlan Iskan. "Pak Dahlan bilang, itu pengecut namanya. Pedagang dan pengusaha itu harus kuat," ucap Jhonny meniru ucapan Dahlan.
Karena sokongan semangat dari Dahlan ini, maka Jhonny kembali berniat untuk menyelesaikan semua permasalahan di Merpati ini. "Pak Dahlan bisa merasakan Merpati seperti apa, dan dia punya sense soal bisnis Merpati ini," tukas Jhonny.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sardjono Jhony Tjitrokusumo meminta mundur dari jabatannya. Jhony merasa dirinya tidak dipercaya dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di maskapai milik pemerintah itu.
Dahlan juga mengatakan mundurnya Jhony terkait lambannya pencairan PMN Rp 561 miliar yang direncanakan akan dicairkan Oktober, namun ternyata baru terealisir Desember 2011. Padahal Merpati memerlukan dana itu untuk pengembangan dan pelaksanaan business plan, termasuk pelunasan utang yang semakin menumpuk.
Penyertaan modal ini juga dianggap kurang, untuk itu perseroan meminta dana tambahan sebesar Rp 250 miliar. "Akibat tertunda, Merpati terlibat banyak pinjaman," tuturnya.
Namun Dahlan mencoba untuk menahan niatan Jhony untuk mundur dari Merpati. Niat Dahlan ini juga mendapat dukungan dari seluruh karyawan, yang kini sangat solid.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
