SBY Rapat Terbatas Bahas Kinerja BUMN
Rabu, 08/02/2012 12:02 WIB
Foto: Setpres
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menggelar rapat terbatas bidang ekonomi. Kali ini, tema yang dibahas adalah penataan dan peningkatan kinerja BUMN, terutama program Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang tepat diadopsi oleh BUMN.
"Penataan BUMN ini harus punya arah, punya tujuan dan juga punya sasaran, dengan demikian akan bisa kita ukur hasilnya kelak dan manakala harus kita lakukan koreksi-koreksi dan perbaikan sepanjang jalan, itu bisa kita lakukan karena berangkat dari gol dan obyektif yang jelas," kata SBY di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Turut hadir dalam rapat tersebut, Wapres Boediono dan anggota KIB II di antaranya Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menkeu Agus Martowardojo dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.
Rapat ini merupakan lanjutan dari pertemuan di Istana Bogor sebelumnya. Tujuannya, BUMN diharapkan bisa jadi bagian penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian bangsa.
"Saya ingin CSR ini lebih banyak digunakan untuk, tentu bersama-sama dengan pemerintah dan pihak lain, mengurangi kemiskinan masyarakat kita," ucap Presiden.
Presiden juga berharap BUMN harus bisa menjadi contoh dalam usaha pelestarian lingkungan. "BUMN kita harus memberikan contoh dalam green economy, green growth dengan demikian tidak ada yang dilupakan atau dilalaikan," tuturnya.
(mad/dnl)
"Penataan BUMN ini harus punya arah, punya tujuan dan juga punya sasaran, dengan demikian akan bisa kita ukur hasilnya kelak dan manakala harus kita lakukan koreksi-koreksi dan perbaikan sepanjang jalan, itu bisa kita lakukan karena berangkat dari gol dan obyektif yang jelas," kata SBY di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Turut hadir dalam rapat tersebut, Wapres Boediono dan anggota KIB II di antaranya Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menkeu Agus Martowardojo dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.
Rapat ini merupakan lanjutan dari pertemuan di Istana Bogor sebelumnya. Tujuannya, BUMN diharapkan bisa jadi bagian penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian bangsa.
"Saya ingin CSR ini lebih banyak digunakan untuk, tentu bersama-sama dengan pemerintah dan pihak lain, mengurangi kemiskinan masyarakat kita," ucap Presiden.
Presiden juga berharap BUMN harus bisa menjadi contoh dalam usaha pelestarian lingkungan. "BUMN kita harus memberikan contoh dalam green economy, green growth dengan demikian tidak ada yang dilupakan atau dilalaikan," tuturnya.
(mad/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
