detikfinance

2.800 Karton Ikan Impor Asal China Dimusnahkan

Suhendra - detikfinance
Rabu, 08/02/2012 13:10 WIB
Jakarta - Badan Karantina Ikan,Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memusnahkan 28 ton ikan impor asal China setara 2.800 karton.

Jenis ikan impor asal China itu makarel beku atau frozen mackerel (Restrelliger kanagurta). Ikan-ikan yang diimpor oleh PT Hong 777 dari China pada Maret 2011 melalui pembakaran dengan incenerator PT Jasa Medivest-Kerawang Jawa Barat.

Kepala Badan Karantina Ikan Syamsul Maarif menyebut bahwa puluhan ton makarel beku tersebut dimusnahkan lantaran tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 15/2011 tentang pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang masuk ke dalam wilayah RI. Persyaratan yang tidak dipenuhi tersebut adalah tidak ada izin/rekomendasi dari DJP2HP.

"Pemusnahan ikan impor tidak berizin sebagai kontrol dan pengawasan ketat terhadap impor ikan. Langkah ini juga merupakan bagian dari perlindungan terhadap produksi para nelayan dan konsumen di dalam negeri," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/2/2012)

Di 2012 hingga Februari ini, pihaknya telah menolak ikan impor sebanyak 353,20 ton. Ikan-ikan impor tersebut terdiri dari berbagai jenis, yakni teri segar, kembung beku, cumi beku, mackerel, sardines, dan octopus. Penolakan terhadap berbagai jenis ikan impor tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Misalnya, tidak memenuhi persyaratan perizinan, terkontaminasi penyakit ikan karantina dan tercemar bahan berbahaya seperti formalin.

Penolakan ikan impor yang tidak sesuai perizinan tersebut dilakukan di beberapa Stasiun Karantina Ikan (SKI), seperti SKI Kelas II Entikong, SKI Kelas I Lampung, SKI Kelas I Belawan Medan II, dan Balai Karantina Ikan (BKI) Kelas I Tanjung Perak, Surabaya.

Sepanjang tahun 2011, BKIPM melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah melakukan penolakan impor ikan sebanyak 97,31 ton dan 200.181 ekor. Dengan jenis komoditi, antara lain udang, mackerel, patin beku, teri kering, salmon,lele, bawal beku, tongkol beku, Kembung.


(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?