Pemerintah Pede Bunga KPR Subsidi 7%, Serapan Rumah Naik 10%
Rabu, 08/02/2012 14:11 WIB
Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) masih ngotot untuk menetapkan suku bunga rendah dikisaran 7% untuk KPR subsidi FLPP untuk skema 2012. Alasannya untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah.
"Untuk meningkatkan jangkauan MBR terhadap pembiayaan perumahan, maka suku bunga FLPP akan diturunkan di kisaran 7%. Ini akan meningkatkan kemampuan masyarakat menyerap FLPP sebesar 10%," kata Deputi Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR-RI, Rabu (8/2/2012)
Sementara itu Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro mengusulkan agar pola perhitungan suku bunga FLPP disamakan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Artinya sejak awal disekapati batas atas bunga kredit, agar perbankan dapat bersaing untuk menyediakan bungan serendah-rendahnya.
"Yang paling memungkinkan adalah dibuat seperti KUR. Ada batas atas, biarkan bank bersaing sesuai kemampuan mereka," kata Iqbal.
Iqbal menambahkan, batas atas menjadi ideal karena tidak melanggar prinsip persaingan. Sementara itu, untuk menarik minat lebih banyak konsumen, bank dapat meningkatkan pelayanan dan menurunkan suku bunga.
Namun usulan ini justru jauh dari semangat program FLPP bahwa bunga berlaku seragam dalam jangka waktu 15 tahun dengan cicilan per bulan sama.
Kelebihan program FLPP ini dapat memfasilitasi MBR untuk mengangsur KPR Sejahtera tapak sampai dengan Rp 80 juta. Sedangkan untuk kepemilikan Rumah Sejahtera Susun dimungkinkan untuk memfasilitasi sampai dengan maksimum KPR Sejahtera Susun sebesar Rp 135 juta.
Melalui FLPP, suku bunga rendah dijamin hingga akhir jangka waktu kredit. Masyarakat dengan katagori MBR akan membeli Rumah Sejahtera Tapak dengan nilai KPR sebesar Rp 50 juta maka dia akan dikenakan bunga sebesar 8,15 %. Sedangkan apabila masyarakat akan membeli Rumah Sejahtera dengan nilai KPR sebesar Rp 80 juta hanya dikenakan bunga sebesar 8,5% (skema 2011).
Hingga Desember 2011 realisasi pembiayaan FLPP Rp 3,68 triliun untuk 109.614 unit rumah. Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bank penyalur terbesar sejak program bergulir akhir tahun 2010.
(wep/hen)
"Untuk meningkatkan jangkauan MBR terhadap pembiayaan perumahan, maka suku bunga FLPP akan diturunkan di kisaran 7%. Ini akan meningkatkan kemampuan masyarakat menyerap FLPP sebesar 10%," kata Deputi Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR-RI, Rabu (8/2/2012)
Sementara itu Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro mengusulkan agar pola perhitungan suku bunga FLPP disamakan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Artinya sejak awal disekapati batas atas bunga kredit, agar perbankan dapat bersaing untuk menyediakan bungan serendah-rendahnya.
"Yang paling memungkinkan adalah dibuat seperti KUR. Ada batas atas, biarkan bank bersaing sesuai kemampuan mereka," kata Iqbal.
Iqbal menambahkan, batas atas menjadi ideal karena tidak melanggar prinsip persaingan. Sementara itu, untuk menarik minat lebih banyak konsumen, bank dapat meningkatkan pelayanan dan menurunkan suku bunga.
Namun usulan ini justru jauh dari semangat program FLPP bahwa bunga berlaku seragam dalam jangka waktu 15 tahun dengan cicilan per bulan sama.
Kelebihan program FLPP ini dapat memfasilitasi MBR untuk mengangsur KPR Sejahtera tapak sampai dengan Rp 80 juta. Sedangkan untuk kepemilikan Rumah Sejahtera Susun dimungkinkan untuk memfasilitasi sampai dengan maksimum KPR Sejahtera Susun sebesar Rp 135 juta.
Melalui FLPP, suku bunga rendah dijamin hingga akhir jangka waktu kredit. Masyarakat dengan katagori MBR akan membeli Rumah Sejahtera Tapak dengan nilai KPR sebesar Rp 50 juta maka dia akan dikenakan bunga sebesar 8,15 %. Sedangkan apabila masyarakat akan membeli Rumah Sejahtera dengan nilai KPR sebesar Rp 80 juta hanya dikenakan bunga sebesar 8,5% (skema 2011).
Hingga Desember 2011 realisasi pembiayaan FLPP Rp 3,68 triliun untuk 109.614 unit rumah. Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bank penyalur terbesar sejak program bergulir akhir tahun 2010.
(wep/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
