Oknum PNS Lakukan Transaksi Mencurigakan Hingga Rp 8 Miliar di 10 Bank
Rabu, 08/02/2012 14:15 WIB
Muhammad Yusuf (Foto: dok)
Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mendapatkan laporan dari 10 bank besar terkait rekening seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di awal tahun 2012 ini. Transaksi mencurigakan milik PNS ini bernilai hingga Rp 8 miliar.
"Di 2012 ada satu yang signifikan. Tunggu saja bakal ada penyidikan di Kejaksaan Agung. Nilainya itu mencapai Rp 8 miliar lebih," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf di Gedung Menpan, Sudirman, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Menurut Yusuf, rekening tersebut dimiliki seorang PNS di Kementerian. Namun, dirinya belum bisa memberikan info lebih jauh karena bisa mempengaruhi penyidikan.
"Laporan dari 10 bank. Saya tidak bisa kasih info lebih jauh nanti malah kabur. Yang jelas itu rekening PNS," ungkap Yusuf.
Di 2012, PPATK telah mendapatkan 282.700 laporan dimana sebanyak 2.118 laporan terkait transaksi mencurigakan. Hal ini selama satu bulan saja yakni Januari 2012.
"Di 2012 sebanyak 17 hasil analisis telah diberikan ke penyidik dimana termasuk 58 laporan transaksi keuangan mencurigakan," tambahnya.
"Adapun 1 hasil analisis dan 4 laporan transaksi keuangan mencurigakan terkait dengan pendanaan terorisme," tutup Yusuf.
(dru/qom)
"Di 2012 ada satu yang signifikan. Tunggu saja bakal ada penyidikan di Kejaksaan Agung. Nilainya itu mencapai Rp 8 miliar lebih," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf di Gedung Menpan, Sudirman, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Menurut Yusuf, rekening tersebut dimiliki seorang PNS di Kementerian. Namun, dirinya belum bisa memberikan info lebih jauh karena bisa mempengaruhi penyidikan.
"Laporan dari 10 bank. Saya tidak bisa kasih info lebih jauh nanti malah kabur. Yang jelas itu rekening PNS," ungkap Yusuf.
Di 2012, PPATK telah mendapatkan 282.700 laporan dimana sebanyak 2.118 laporan terkait transaksi mencurigakan. Hal ini selama satu bulan saja yakni Januari 2012.
"Di 2012 sebanyak 17 hasil analisis telah diberikan ke penyidik dimana termasuk 58 laporan transaksi keuangan mencurigakan," tambahnya.
"Adapun 1 hasil analisis dan 4 laporan transaksi keuangan mencurigakan terkait dengan pendanaan terorisme," tutup Yusuf.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
