10 Negara Paling Buruk untuk Investor
Rabu, 08/02/2012 15:14 WIB
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Bangkok - Myanmar kini tercatat sebagai negara dengan sistem hukum terburuk untuk para pebisnis dan investor. Myanmar sudah memegang rekor terburuk itu dalam 5 tahun terakhir meski sudah melakukan sejumlah reformasi.
"Myanmar masih menjadi negara yang memberikan perlindungan hukum paling buruk untuk perusahaan asing," ujar perusahaan analisis dan pemetaan asal Inggris, Maplecroft dalam hasil surveinya yang dikutip detikFinance, Rabu (8/2/2012).
Survei dilakukan terhadap 197 negara di dunia, untuk Indeks Peranan Hukum, yang berfungsi sebagai bahan evaluasi risiko terhadap investasi global dari para perusahaan multinasional. Indeks ini mengevaluasi kebebasan yudisial dan efisiensi serta menghitung aturan dan kebijakan mana yang diimplementasikan secara transparan.
Maplecroft mencatat 19 negara memiliki 'risiko luar biasa' termasuk negara-negara kaya minyak. Namun Myanmar tetap tercatat memberikan risiko operasional dan strategi yang paling signifikan.
"Dengan reformasi politik terkini dan kemungkinan sanksi dicabut, Myanmar menawarkan potensi yang sangat besar untuk perusahaan-perusahaan migas," jelas Maplecroft.
Berikut 10 negara dengan risiko paling buruk untuk investor di dunia:
(qom/hen)
"Myanmar masih menjadi negara yang memberikan perlindungan hukum paling buruk untuk perusahaan asing," ujar perusahaan analisis dan pemetaan asal Inggris, Maplecroft dalam hasil surveinya yang dikutip detikFinance, Rabu (8/2/2012).
Survei dilakukan terhadap 197 negara di dunia, untuk Indeks Peranan Hukum, yang berfungsi sebagai bahan evaluasi risiko terhadap investasi global dari para perusahaan multinasional. Indeks ini mengevaluasi kebebasan yudisial dan efisiensi serta menghitung aturan dan kebijakan mana yang diimplementasikan secara transparan.
Maplecroft mencatat 19 negara memiliki 'risiko luar biasa' termasuk negara-negara kaya minyak. Namun Myanmar tetap tercatat memberikan risiko operasional dan strategi yang paling signifikan.
"Dengan reformasi politik terkini dan kemungkinan sanksi dicabut, Myanmar menawarkan potensi yang sangat besar untuk perusahaan-perusahaan migas," jelas Maplecroft.
Berikut 10 negara dengan risiko paling buruk untuk investor di dunia:
- Myanmar
- Korea Utara
- Somalia
- Sudan Selatan
- Turkmenistan
- Kuba
- Kamboja
- Afghanistan
- Syria
- Libya.
(qom/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
