PLN Klaim Pemadaman Listrik Menurun di 2011
Rabu, 08/02/2012 16:56 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) mengklaim jumlah pemadaman listrik di 2011 semakin menurun karena pasokan listrik yang membaik. Frekuensi pemadaman listrik di 2011 menurut PLN berkurang.
Demikian disampaikan oleh Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto dalam siaran pers, Rabu (8/2/2012).
"Menurut data yang belum selesai diaudit (unaudited) angka mutu dan keandalan pasokan listrik membaik di 2011. Lama padam per pelanggan pada tahun 2011 adalah 282,1 menit/pelanggan. Hal ini turun drastis dibanding lama padam per pelanggan tahun 2010 yang mencapai 418 menit/pelanggan," tutur Bambang.
Bambang juga mengatakan frekuensi padam per pelanggan di 2011 adalah 4,91 kali atau lebih baik dari 2010 yang sebesar 6,82 kali.
"Perbaikan mutu dan keandalan pasokan listrik dilakukan melalui program Perang Padam Jawa-Bali dan tetap menjaga kecukupan pasokan listrik khususnya di luar Jawa-Bali," kata Bambang.
PLN meraup untung Rp 10,7 triliun di 2011, naik 6% dari perolehan laba di 2010 yang sebesar Rp 10,09 triliun. Kenaikan disebabkan omzet PLN yang naik.
Kenaikan laba didorong perolehan pendapatan usaha (terdiri dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan dan pendapatan lain-lain) Rp 213 triliun, naik 31% dari pendapatan usaha di 2010 yang sebesar Rp 162 triliun.
(dnl/hen)
Demikian disampaikan oleh Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto dalam siaran pers, Rabu (8/2/2012).
"Menurut data yang belum selesai diaudit (unaudited) angka mutu dan keandalan pasokan listrik membaik di 2011. Lama padam per pelanggan pada tahun 2011 adalah 282,1 menit/pelanggan. Hal ini turun drastis dibanding lama padam per pelanggan tahun 2010 yang mencapai 418 menit/pelanggan," tutur Bambang.
Bambang juga mengatakan frekuensi padam per pelanggan di 2011 adalah 4,91 kali atau lebih baik dari 2010 yang sebesar 6,82 kali.
"Perbaikan mutu dan keandalan pasokan listrik dilakukan melalui program Perang Padam Jawa-Bali dan tetap menjaga kecukupan pasokan listrik khususnya di luar Jawa-Bali," kata Bambang.
PLN meraup untung Rp 10,7 triliun di 2011, naik 6% dari perolehan laba di 2010 yang sebesar Rp 10,09 triliun. Kenaikan disebabkan omzet PLN yang naik.
Kenaikan laba didorong perolehan pendapatan usaha (terdiri dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan dan pendapatan lain-lain) Rp 213 triliun, naik 31% dari pendapatan usaha di 2010 yang sebesar Rp 162 triliun.
(dnl/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
