detikfinance

AS Gelontorkan Rp 135 Miliar Bantu Produksi Pangan RI

Angga Aliya - detikfinance
Rabu, 08/02/2012 17:23 WIB
Jakarta - Amerika Serikat (AS) menyiapkan program senilai US$ 15 juta atau setara Rp 135 miliar untuk meningkatkan produksi komoditas pangan RI. Program tersebut akan berjalan selama lima tahun.

Program bertajuk Agribusiness Market and Support Activity (AMARTA II) ini dicanangkan oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Menurut Duta Besar AS untuk RI, Scot Marciel, program tersebut menitikberatkan pada peningkatan produksi komoditas bernilai tinggi seperti coklat, kopi, dan tanaman hortikultura, perluasan akses kredit bagi wilayah pedesaan, dan dukungan reformasi peraturan para petani.

"Program AMARTA II akan lebih memperluas jenis kegiatan dan kerjasama antara AS dan Indonesia di bidang pertanian dan ketahanan pangan," katanya dalam siaran pers, Rabu (8/2/2012).

Selain program AMARTA II, Pemerintah AS juga mendukung produksi pertanian dan perikanan yang berkesinambungan, mendorong investasi sektor swasta sekaligus melestarikan sumber daya alam. Selai itu juga mendekatkan hubungan antara bidang pertanian dan perguruan tinggi, dan meningkatkan perdagangan bilateral produk-produk pertanian.

"Upaya-upaya ini menjadi komponen inti dalam Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia," katanya.

Amerika Serikat juga bekerjasama dengan Indonesia untuk mengatasi ketahanan pangan melalui perikanan. Laut memainkan peran yang sangat penting dalam ketahanan pangan Indonesia.

"AS bermitra dengan pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan sektor swasta untuk mengembangkan dan memperluas model bisnis dan pengelolaan sumber daya alam yang berkesinambungan," tambahnya.

Program Bioteknologi Pertanian USAID senilai US$ 1,5 juta selama tiga tahun membangun kemitraan antara lembaga-lembaga AS dan Indonesia untuk memperkenalkan teknologi-teknologi baru seperti varietas beras diperkaya beta carotene dan kentang dan tomat yang tahan virus.

"Program ini juga mempromosikan teknik pengendalian hama terpadu berbiaya rendah untuk meningkatkan produksi pertanian dan mata pencarian di pedesaan," jelasnya.

Sementara Program Cochran and Borlaug Fellowship Departemen Pertanian AS mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia di bidang pangan dan pertanian dengan memilih orang terbaik untuk berangkat ke AS mengikuti pendidikan dan penelitian jangka pendek.

Ia mengatakan, perdagangan pertanian merupakan komponen yang sangat penting dalam ketahanan pangan. Indonesia dan AS telah menetapkan target Rp 10 miliar atau setara Rp 90 triliun dari perdagangan pertanian, perikanan, dan produk-produk kehutanan pada 2014.


(ang/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?