Sudah Naik, Gaji Gubernur BI Masih Kalah dari Direksi BUMN
Rabu, 08/02/2012 17:54 WIB
Jakarta - Gaji Gubernur Bank Indonesia (BI) yang mencapai Rp 166 juta masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji direksi dan komisaris perusahaan BUMN.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyayangkan keputusan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan yang tidak memikirkan kesenjangan gaji antara pegawai dasar BUMN dengan direksinya.
"Bayangkan saja BUMN itu gap gaji direksi dan pegawai dasar jauh dengan yang di BI. BI saja hanya 58 kali tapi itu BUMN sebut saja Bank Mandiri itu mencapai 97 kali," kata Harry di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
"Sayang sekali Menkeu dan Meneg BUMN sebagai pemegang saham tidak sadar akan hal ini," tambahnya.
Dikatakan Harry gaji direksi BUMN bisa mencapai Rp 250 juta. Sedangkan pegawai dasarnya hanya Rp 2 juta.
Menurut Harry, standar gaji yang di BI memang masih dibawah pasar. Padahal BI selaku otoritas moneter yang mengawasi bank-bank BUMN juga pekerjaannya lebih berat.
"Tapi itu BUMN kan sudah keputusan RUPS pemegang saham. Namun perlu dikaji," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi XI Arif Budimanta menyayangkan hal tersebut. "Gaji direksi BUMN terutama bank BUMN besar. Tapi bunga masih tinggi sangat disayangkan," tutup Arif.
(dru/ang)
Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyayangkan keputusan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan yang tidak memikirkan kesenjangan gaji antara pegawai dasar BUMN dengan direksinya.
"Bayangkan saja BUMN itu gap gaji direksi dan pegawai dasar jauh dengan yang di BI. BI saja hanya 58 kali tapi itu BUMN sebut saja Bank Mandiri itu mencapai 97 kali," kata Harry di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
"Sayang sekali Menkeu dan Meneg BUMN sebagai pemegang saham tidak sadar akan hal ini," tambahnya.
Dikatakan Harry gaji direksi BUMN bisa mencapai Rp 250 juta. Sedangkan pegawai dasarnya hanya Rp 2 juta.
Menurut Harry, standar gaji yang di BI memang masih dibawah pasar. Padahal BI selaku otoritas moneter yang mengawasi bank-bank BUMN juga pekerjaannya lebih berat.
"Tapi itu BUMN kan sudah keputusan RUPS pemegang saham. Namun perlu dikaji," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi XI Arif Budimanta menyayangkan hal tersebut. "Gaji direksi BUMN terutama bank BUMN besar. Tapi bunga masih tinggi sangat disayangkan," tutup Arif.
(dru/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
