Agus Marto: Investor Jangan Anggap Selalu akan Bawa Uang
Rabu, 08/02/2012 18:16 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo memiliki sikap realistis, bahwa pemerintah tidak boleh menjanjikan sesuatu kepada investor jika itu sulit direalisasikan.
Investor lebih senang diberikan gambaran sesungguhnya soal kondisi iklim investasi di dalam negeri dan tak semua investor benar-benar bawa uang untuk investasi di Indonesia.
"Saya intinya kita kepada investor yang hadir, apakah investor domestik atau investor asing kita harus bisa memberikan penjelasan yang seimbang. Jangan terlalu menjanjikan kalau nanti kita tidak bisa penuhi," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Agus Marto mengakui dari sisi kepastian hukum pun kondisi iklim investasi di Indonesia masih belum terlalu baik. Misalnya investor dari Amerika Serikat, yang beberapa hari ini hadir di Indonesia, memaklumi bahwa tidak ada negara yang memiliki kesempurnaan dalam segala hal.
"Kalau saya lihat perkembangan, tentu harus dilihat, kalau kondisi itu (kepastian hukum) mungkin masih agak kurang. Tetapi komitmen daripada pemerintah untuk memperbaiki lingkungan bisnis itu yang dibaca oleh investor. Karena mereka melakukan pekerjaan ini di negara mana-mana pun seperti hambatan-hambatan pasti ada. Tetapi dia tidak perlu semua sempurna," ujarnya.
Para investor, lanjut Agus Marto, melihat adanya upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi tersebut, tidak hanya kondisi kepastian hukum, melainkan juga segala aspek penarik investasi.
"Justru dengan adanya kemajuan-kemajuan seperti yang dialami Indonesia, membuat Indonesia menjadi target investor untuk masuk dan ini terlihat dari pertumbuhan investasi kita di tahun 2011 dan kita harapkan di tahun 2012 kembali meningkat lebih baik khususnya dengan adanya MP3EI. Komitmen untuk memperbaiki business environment di Indonesia itu baik sekali, walaupun area yang perlu diperbaiki juga cukup banyak," paparnya.
Agus Marto pun menambahkan pemerintah juga harus berhati-hati dengan rencana investasi para investor agar negara Indonesia nantinya tidak didikte oleh mereka.
"Investor pun jangan kita anggap selalu akan datang membawa uang dan akan berinvestasi. Banyak juga yang sebetulnya masih dalam taraf shopping. Untuk itu kita perlu hati-hati sehingga kita tidak didikte atau ditawarkan hal-hal yang belum tentu ditindaklanjuti secara konkret yang utama adalah kita jaga yang sudah investasi di Indonesia," pungkasnya.
(nia/hen)
Investor lebih senang diberikan gambaran sesungguhnya soal kondisi iklim investasi di dalam negeri dan tak semua investor benar-benar bawa uang untuk investasi di Indonesia.
"Saya intinya kita kepada investor yang hadir, apakah investor domestik atau investor asing kita harus bisa memberikan penjelasan yang seimbang. Jangan terlalu menjanjikan kalau nanti kita tidak bisa penuhi," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Agus Marto mengakui dari sisi kepastian hukum pun kondisi iklim investasi di Indonesia masih belum terlalu baik. Misalnya investor dari Amerika Serikat, yang beberapa hari ini hadir di Indonesia, memaklumi bahwa tidak ada negara yang memiliki kesempurnaan dalam segala hal.
"Kalau saya lihat perkembangan, tentu harus dilihat, kalau kondisi itu (kepastian hukum) mungkin masih agak kurang. Tetapi komitmen daripada pemerintah untuk memperbaiki lingkungan bisnis itu yang dibaca oleh investor. Karena mereka melakukan pekerjaan ini di negara mana-mana pun seperti hambatan-hambatan pasti ada. Tetapi dia tidak perlu semua sempurna," ujarnya.
Para investor, lanjut Agus Marto, melihat adanya upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi tersebut, tidak hanya kondisi kepastian hukum, melainkan juga segala aspek penarik investasi.
"Justru dengan adanya kemajuan-kemajuan seperti yang dialami Indonesia, membuat Indonesia menjadi target investor untuk masuk dan ini terlihat dari pertumbuhan investasi kita di tahun 2011 dan kita harapkan di tahun 2012 kembali meningkat lebih baik khususnya dengan adanya MP3EI. Komitmen untuk memperbaiki business environment di Indonesia itu baik sekali, walaupun area yang perlu diperbaiki juga cukup banyak," paparnya.
Agus Marto pun menambahkan pemerintah juga harus berhati-hati dengan rencana investasi para investor agar negara Indonesia nantinya tidak didikte oleh mereka.
"Investor pun jangan kita anggap selalu akan datang membawa uang dan akan berinvestasi. Banyak juga yang sebetulnya masih dalam taraf shopping. Untuk itu kita perlu hati-hati sehingga kita tidak didikte atau ditawarkan hal-hal yang belum tentu ditindaklanjuti secara konkret yang utama adalah kita jaga yang sudah investasi di Indonesia," pungkasnya.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
