Anggaran Subsidi Cekak, Pemerintah Tekan Kebocoran BBM dan Listrik
Rabu, 08/02/2012 19:16 WIB
Jakarta - Kementerian keuangan mendorong agar kebocoran-kebocoran listrik dan BBM di lingkungan pemerintahan bisa ditekan. Hal ini juga akan membantu masalah dana subsidi BBM dan listrik yang semakin terbatas.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
"Selama menunggu proses itu berjalan, tentunya kita harus menggunakan energi dengan hemat dan kuotanya (BBM bersubsidi) di APBN 40 juta kilo liter itu harus dijaga. Yang paling penting juga mengecek kebocoran-kebocoran baik di pusat maupun daerah," tuturnya.
Anny menjelaskan opsi pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) mendesak untuk diputuskan dan dilakukan segera oleh pemerintah guna memastikan volume 40 juta kilo liter tidak terlampaui.
Prioritas kebijakan energi pemerintah saat ini adalah membatasi pemakaian BBM bersubsidi dan kenaikan tarif dasar listrik 10 persen per 1 April, sesuai dengan amanat UU APBN 2012.
"Kalau bisa, cepat jalan lah karena sudah mendesak, belanja subsidi cukup besar, serta ICP akhir-akhir ini sudah mencapai US$ 100 per barel," jelasnya.
Anny menyatakan dengan masih berlangsungnya pembahasan dengan Komisi VII DPR, maka tidak menutup kemungkinan opsi lain yang pada akhirnya diterapkan. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan alternatif kebijakan, antara lain melepas harga jual dan mematok nilai subsidi energi pada besaran tertentu.
"Kami tidak menutup opsi lain sepanjang opsi tersebut baik. Karena kami memang ingin subsidi listrik dan BBM well targeted sehingga opsi-opsi itu ada di meja untuk dibahas (bersama DPR)," paparnya.
Intinya, lanjut Anny, pemerintah dan DPR pada akhirnya akan memilih kebijakan energi yang memberikan keuntungan besar dan ongkos yang paling rendah bagi masyarakat. Kebijakan tersebut harus mempertimbangkan dampak ke depannya terhadap inflasi, kemiskinan dan kondisi sosial.
"Kita tunggu saja, mudah-mudahan kesepahaman semua pihak bahwa mengatur subsidi yang baik, tepat, targeted itu jadi concern kita bersama," paparnya.
Anny menambahkan pemerintah telah menyiapkan dokumen kebijakan alternatif maupun rencana perubahan APBN 2012, yang bisa sewaktu-waktu diajukan dan dibahas bersama dengan DPR. Rancangankebijakan dan perubahan APBN tersebut belum final dan masih mungkin dikaji kembali di internal pemerintah, menyesuaikan dengan kondisi perekonomian terkini.
"Kemenkeu siapkan dokumen dan exercise opsi-opsinya, karena kepentingan kami untuk melihat perubahan asumsi makro. Termasuk mengantisipasi ICP naik, yang akan menyebabkan beban subsidi tinggi," pungkasnya.
(nia/hen)
Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
"Selama menunggu proses itu berjalan, tentunya kita harus menggunakan energi dengan hemat dan kuotanya (BBM bersubsidi) di APBN 40 juta kilo liter itu harus dijaga. Yang paling penting juga mengecek kebocoran-kebocoran baik di pusat maupun daerah," tuturnya.
Anny menjelaskan opsi pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) mendesak untuk diputuskan dan dilakukan segera oleh pemerintah guna memastikan volume 40 juta kilo liter tidak terlampaui.
Prioritas kebijakan energi pemerintah saat ini adalah membatasi pemakaian BBM bersubsidi dan kenaikan tarif dasar listrik 10 persen per 1 April, sesuai dengan amanat UU APBN 2012.
"Kalau bisa, cepat jalan lah karena sudah mendesak, belanja subsidi cukup besar, serta ICP akhir-akhir ini sudah mencapai US$ 100 per barel," jelasnya.
Anny menyatakan dengan masih berlangsungnya pembahasan dengan Komisi VII DPR, maka tidak menutup kemungkinan opsi lain yang pada akhirnya diterapkan. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan alternatif kebijakan, antara lain melepas harga jual dan mematok nilai subsidi energi pada besaran tertentu.
"Kami tidak menutup opsi lain sepanjang opsi tersebut baik. Karena kami memang ingin subsidi listrik dan BBM well targeted sehingga opsi-opsi itu ada di meja untuk dibahas (bersama DPR)," paparnya.
Intinya, lanjut Anny, pemerintah dan DPR pada akhirnya akan memilih kebijakan energi yang memberikan keuntungan besar dan ongkos yang paling rendah bagi masyarakat. Kebijakan tersebut harus mempertimbangkan dampak ke depannya terhadap inflasi, kemiskinan dan kondisi sosial.
"Kita tunggu saja, mudah-mudahan kesepahaman semua pihak bahwa mengatur subsidi yang baik, tepat, targeted itu jadi concern kita bersama," paparnya.
Anny menambahkan pemerintah telah menyiapkan dokumen kebijakan alternatif maupun rencana perubahan APBN 2012, yang bisa sewaktu-waktu diajukan dan dibahas bersama dengan DPR. Rancangankebijakan dan perubahan APBN tersebut belum final dan masih mungkin dikaji kembali di internal pemerintah, menyesuaikan dengan kondisi perekonomian terkini.
"Kemenkeu siapkan dokumen dan exercise opsi-opsinya, karena kepentingan kami untuk melihat perubahan asumsi makro. Termasuk mengantisipasi ICP naik, yang akan menyebabkan beban subsidi tinggi," pungkasnya.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
