PPATK Laporkan Lagi 6 Transaksi Mencurigakan PNS Kemenkeu
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
Jakarta - Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali melaporkan 6 transaksi mencurigakan di lingkungan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Enam laporan tambahan itu terjadi pada periode Januari 2012.
"Tambah 6, dari proyek terakhir," ujar Inspektur Jenderal Kemenkeu Sonny Loho, saat ditemui detikFinance di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Laporan tersebut, lanjut Sonny, merupakan transaksi mencurigakan yang tidak jelas peruntukkannya dan juga dengan jumlah yang tidak wajar. "Transaksi-transaksi tapi tidak jelas, tidak hanya uangnya, ada transaksi yang mesti diteliti, orang biasanya hanya Rp 5-10 juta, tahunya ada uang lebih besar, tapi semua ditindaklanjuti," jelasnya.
Menurut Sonny, laporan dari PPATK yang baru dirilis beberapa waktu lalu merupakan data lama yang sudah ditindaklanjuti. "Itu cerita yang sudah lama yang lama dulu diterusin yang belum selesai, seperti yang mau hukum diberhentikan diproses terus," jelasnya.
Sonny menyatakan pihaknya menindaklanjuti terus laporan tersebut. Terakhir, dari 7 PNS yang direkomendasikan untuk diberhentikan karena tersandung kasus transaksi mencurigakan, 3 PNS akan segera diberhentikan. Semantara yang lain, termasuk Gayus Tambunan telah diberhentikan.
"Terakhir 3 lagi sudah selesai diperiksa tinggal diketok saja progresnya terus, jalan terus, yang diributin sudah diperiksa lagi, rekomendasi Itjen sudah diteliti benar, atasannya diperiksa lagi, kita cek ulang, itu udh cerita lama, sejak tahun 2007, kita kerjasama sejak tahun 2007," tandasnya.
Sebelumnya Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengatakan semenjak 2003 hingga Januari 2012 terdapat 86.264 laporan transaksi yang mencurigakan. Dari jumlah itu sebanyak 1.890 laporan dianalisis kemudian dilanjutkan dengan mengirimnya ke penegak hukun. Dari 1.890 laporan, tercatat terdapat 630 laporan yang melibatkan rekening PNS.
Khusus untuk tahun 2011 saja, ada 158 PNS masuk transaksi keuangan mencurigakan, itu sudah dilaporkan ke inspektorat jenderal masing-masing kementerian. Terungkap paling banyak itu rekening PNS di Pemda dan di Kementerian Keuangan itu Ditjen Pajak dan Bea Cukai.
(nia/hen)
"Tambah 6, dari proyek terakhir," ujar Inspektur Jenderal Kemenkeu Sonny Loho, saat ditemui detikFinance di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Laporan tersebut, lanjut Sonny, merupakan transaksi mencurigakan yang tidak jelas peruntukkannya dan juga dengan jumlah yang tidak wajar. "Transaksi-transaksi tapi tidak jelas, tidak hanya uangnya, ada transaksi yang mesti diteliti, orang biasanya hanya Rp 5-10 juta, tahunya ada uang lebih besar, tapi semua ditindaklanjuti," jelasnya.
Menurut Sonny, laporan dari PPATK yang baru dirilis beberapa waktu lalu merupakan data lama yang sudah ditindaklanjuti. "Itu cerita yang sudah lama yang lama dulu diterusin yang belum selesai, seperti yang mau hukum diberhentikan diproses terus," jelasnya.
Sonny menyatakan pihaknya menindaklanjuti terus laporan tersebut. Terakhir, dari 7 PNS yang direkomendasikan untuk diberhentikan karena tersandung kasus transaksi mencurigakan, 3 PNS akan segera diberhentikan. Semantara yang lain, termasuk Gayus Tambunan telah diberhentikan.
"Terakhir 3 lagi sudah selesai diperiksa tinggal diketok saja progresnya terus, jalan terus, yang diributin sudah diperiksa lagi, rekomendasi Itjen sudah diteliti benar, atasannya diperiksa lagi, kita cek ulang, itu udh cerita lama, sejak tahun 2007, kita kerjasama sejak tahun 2007," tandasnya.
Sebelumnya Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengatakan semenjak 2003 hingga Januari 2012 terdapat 86.264 laporan transaksi yang mencurigakan. Dari jumlah itu sebanyak 1.890 laporan dianalisis kemudian dilanjutkan dengan mengirimnya ke penegak hukun. Dari 1.890 laporan, tercatat terdapat 630 laporan yang melibatkan rekening PNS.
Khusus untuk tahun 2011 saja, ada 158 PNS masuk transaksi keuangan mencurigakan, itu sudah dilaporkan ke inspektorat jenderal masing-masing kementerian. Terungkap paling banyak itu rekening PNS di Pemda dan di Kementerian Keuangan itu Ditjen Pajak dan Bea Cukai.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
