7 Gubernur Siap Realisasikan Surplus 10 Juta Ton Beras, Tapi...
Kamis, 09/02/2012 13:51 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah menargetkan surplus beras 10 juta ton di 2014. Sebanyak 7 gubernur siap mewujudkan hal tersebut namun dengan beberapa persyaratan. Apa itu?
Anggota Komisi IV DPR Ma'mur Hasanuddin mengatakan, ketujuh gubernur siap membantu surplus 10 juta ton beras terwujud, asalkan dalam proses mewujudkan ketahanan pangan, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat disempurnakan atau diperbaiki.
"Kami berdialog khusus dengan Gubernur Jawa Barat, di sela-sela istirahat makan siang, berkaitan dengan persoalan lahan pertanian, yang selama ini telah dipayungi oleh undang-undang No.41 tahun 1999, belum berjalan sama sekali. Undang-undang belum efektif berjalan. Untuk saat ini, kondisi pemerintahan kita perlu penguatan aturan yang detil dan menyeluruh untuk mengikat regulasi di daerah," tutur Ma'mur dalam keterangannya, Kamis (9/2/2012).
Adapun tujuh gubernur yang siap mendukung surplus tersebut adalah Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Sulawesi Selatan.
Ketujuh gubernur itu mendesak kepada pemerintah pusat agar turut menyelesaikan persoalan yang menghambat proses-proses produksi pertanian di daerah. Persoalan yang ingin diselesaikan adalah memperbaiki sarana prasarana pertanian dan pembangunan infrastruktur pertanian. Keinginan gubernur ini diakomodasi, dan untuk sementara sudah masuk dalam kesimpulan rapat yang akan ditindak lanjuti di tahap berikutnya dengan pemerintah.
Dikatakan Ma'mur, Perum Bulog juga meminta kepada pemerintah untuk mendukung kinerjanya dalam mendukung kesejahteraan petani, mendesak pemerintah untuk segera menetapkan HPP (harga pembelian pemerintah) gabah/beras pada tingkat harga yang melindungi pendapatan petani.
"Kami sangat senang dengan antusias dan kesiapan para gubernur dalam mendukung program ketahanan pangan secara nasional. Bahkan desakan larangan impor pun juga keluar dari mereka terkait dengan produk pertanian dan pangan. Dan mereka siap atas segala konsekuensi produksi dan diversifikasi pangan apabila memang impor pertanian dan pangan dihentikan," kata Ma'mur.
(dnl/hen)
Anggota Komisi IV DPR Ma'mur Hasanuddin mengatakan, ketujuh gubernur siap membantu surplus 10 juta ton beras terwujud, asalkan dalam proses mewujudkan ketahanan pangan, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat disempurnakan atau diperbaiki.
"Kami berdialog khusus dengan Gubernur Jawa Barat, di sela-sela istirahat makan siang, berkaitan dengan persoalan lahan pertanian, yang selama ini telah dipayungi oleh undang-undang No.41 tahun 1999, belum berjalan sama sekali. Undang-undang belum efektif berjalan. Untuk saat ini, kondisi pemerintahan kita perlu penguatan aturan yang detil dan menyeluruh untuk mengikat regulasi di daerah," tutur Ma'mur dalam keterangannya, Kamis (9/2/2012).
Adapun tujuh gubernur yang siap mendukung surplus tersebut adalah Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Sulawesi Selatan.
Ketujuh gubernur itu mendesak kepada pemerintah pusat agar turut menyelesaikan persoalan yang menghambat proses-proses produksi pertanian di daerah. Persoalan yang ingin diselesaikan adalah memperbaiki sarana prasarana pertanian dan pembangunan infrastruktur pertanian. Keinginan gubernur ini diakomodasi, dan untuk sementara sudah masuk dalam kesimpulan rapat yang akan ditindak lanjuti di tahap berikutnya dengan pemerintah.
Dikatakan Ma'mur, Perum Bulog juga meminta kepada pemerintah untuk mendukung kinerjanya dalam mendukung kesejahteraan petani, mendesak pemerintah untuk segera menetapkan HPP (harga pembelian pemerintah) gabah/beras pada tingkat harga yang melindungi pendapatan petani.
"Kami sangat senang dengan antusias dan kesiapan para gubernur dalam mendukung program ketahanan pangan secara nasional. Bahkan desakan larangan impor pun juga keluar dari mereka terkait dengan produk pertanian dan pangan. Dan mereka siap atas segala konsekuensi produksi dan diversifikasi pangan apabila memang impor pertanian dan pangan dihentikan," kata Ma'mur.
(dnl/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
