Ini Ide Marzuki Alie Tekan Subsidi BBM
Kamis, 09/02/2012 14:23 WIB
Jakarta - Pemerintah masih bimbang menentukan kebijakan menekan anggaran subsidi BBM, apakah pembatasan konsumsi BBM subsidi atau menaikkan harga. Ketua DPR Marzuki Alie punya ide sendiri. Apakah itu?
"Kalau saya, ambil saja tiga-tiganya kan selesai urusan, subsidi ditambah, naikkan sedikit harga, dan ada pembatasan," ujarnya saat dalam Diskusi ILUNI UI bertajuk 'Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, Pembatasan atau Kenaikan Harga' di Gedung UI Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Marzuki mengakui perlunya kebutuhan penambahan energi dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, pemerintah selalu terlambat dalam menentukan kebijakan soal energi ini.
"Kita berpikir seperti pemadam kebakaran, padahal kita tahu bahwa dunia ada pertumbuhan, PDB ada pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia ada pertumbuhan. Dalam pertumbuhan itu ada peningkatan aktivitas yang membutuhkan energi. Dari tahun 1985 sudah dipikirkan bagaimana penghematan pemakaian energi, kemudian penciptaan energi alternatif tapi itu tumbuh dan hilang, tidak ada secara konsisten kita terapkan, tapi ketika harga minyak tinggi, kita baru tergopoh-gopoh," tutur Marzuki.
Padahal, lanjut Marzuki, sumber daya energi saat ini sangat terbatas apalagi diiringi dengan kebutuhan yang meningkat. Jadi, secara prinsip ekonomi, memang seharusnya ada kenaikan harga.
"Sumber daya terbatas, kebutuhan naik, maka akan ada kenaikan harga, itu prinsip ekonomi. Kenaikan harga tersebut merupakan keniscayaan," tegasnya.
Untuk masyarakat yang terkena dampak langsung dari kenaikan harga BBM subsidi tersebut, Marzuki menyatakan perlunya bantuan langsung.
"Naikkan harganya, yang kena dampak diberikan bantuan, untuk amankan APBN subsidi ditambah, tapi bagaimana penambahan subsidi itu tidak mengurangi pengembangan infrastruktur," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana melakukan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi mulai 1 April 2012. Jadi mobil pribadi di Jawa-Bali dilarang mengkonsumsi BBM subsidi. Namun kebijakan ini belum disetujui oleh DPR.
(nia/dnl)
"Kalau saya, ambil saja tiga-tiganya kan selesai urusan, subsidi ditambah, naikkan sedikit harga, dan ada pembatasan," ujarnya saat dalam Diskusi ILUNI UI bertajuk 'Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, Pembatasan atau Kenaikan Harga' di Gedung UI Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Marzuki mengakui perlunya kebutuhan penambahan energi dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, pemerintah selalu terlambat dalam menentukan kebijakan soal energi ini.
"Kita berpikir seperti pemadam kebakaran, padahal kita tahu bahwa dunia ada pertumbuhan, PDB ada pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia ada pertumbuhan. Dalam pertumbuhan itu ada peningkatan aktivitas yang membutuhkan energi. Dari tahun 1985 sudah dipikirkan bagaimana penghematan pemakaian energi, kemudian penciptaan energi alternatif tapi itu tumbuh dan hilang, tidak ada secara konsisten kita terapkan, tapi ketika harga minyak tinggi, kita baru tergopoh-gopoh," tutur Marzuki.
Padahal, lanjut Marzuki, sumber daya energi saat ini sangat terbatas apalagi diiringi dengan kebutuhan yang meningkat. Jadi, secara prinsip ekonomi, memang seharusnya ada kenaikan harga.
"Sumber daya terbatas, kebutuhan naik, maka akan ada kenaikan harga, itu prinsip ekonomi. Kenaikan harga tersebut merupakan keniscayaan," tegasnya.
Untuk masyarakat yang terkena dampak langsung dari kenaikan harga BBM subsidi tersebut, Marzuki menyatakan perlunya bantuan langsung.
"Naikkan harganya, yang kena dampak diberikan bantuan, untuk amankan APBN subsidi ditambah, tapi bagaimana penambahan subsidi itu tidak mengurangi pengembangan infrastruktur," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana melakukan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi mulai 1 April 2012. Jadi mobil pribadi di Jawa-Bali dilarang mengkonsumsi BBM subsidi. Namun kebijakan ini belum disetujui oleh DPR.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
