Pemda Sulsel Dituding Tak Becus Garap Potensi Ekonomi Bahari
Kamis, 09/02/2012 17:35 WIB
Makassar - Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai tidak serius mengurus potensi ekonomi dibidang wisata bahari. Padahal jika sektor ini digarap serius bisa mendulang pundi-pundi pendapatan daerah.
Hal ini diungkap dalam diskusi Kelautan yang digelar Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin, di gedung miring Telkomsel, jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (9/2/2012).
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Sulsel Andi Januar Jaury, Sulsel memiliki panjang garis pantai dua ribu kilometer dan sekitar 180 pulau. Namun demikian, potensi pariwisata di sektor bahari tidak dilirik pemerintah Sulsel.
Jaury mengkritik ketidakberhasilan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sulsel mengangkat nama taman lautnya, Takabonerate di Kabupate Selayar, sejajar dengan Bunaken atau Wakatobi, dalam program Takabonerate Islands Expedition (TIE) 2009-2011. Padahal keindahan alam bawah laut di Takabonerate di Kabupaten Selayar tidak kalah indah dengan taman laut Bunaken atau Wakatobi.
"Kita prihatin dengan potensi pariwisata bahari di Sulsel, anggaran pembangunan di wilayah pesisirnya di bawah 1% dari total anggaran pembangunannya, padahal nilai ekonomi dari kekayaan lautnya bisa menguntungkan bagi daerah dan rakyat Sulsel, contohnya Karibia atau Bali," ujar legislator DPRD Sulsel yang juga pemegang lisensi selam 'Master Dive' ini.
Sementara menurut Jowvy Kumala, anggota komunitas penyelam Sub Aquatic Community Makassar yang ikut menjadi pembicara, ia miris menyaksikan pemboman ikan di sekitar perairan Makassar. Ia prihatin dengan aksi pembiaran pemerintah, pada nelayan yang gemar melakukan pemboman di sekitar perairan pulau-pulau di Makassar.
"Terkadang kita menyaksikan keindahan padang Anemon saat menyelam di kepulauan Spermonde, tapi di waktu berikutnya padang anemon itu sudah hilang karena hancur kena bom, apa perlu kita ajak pemerintah turun menyelam baru mereka percaya adanya kerusakan alam bawah laut," pungkas Jowvy.
(mna/hen)
Hal ini diungkap dalam diskusi Kelautan yang digelar Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin, di gedung miring Telkomsel, jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (9/2/2012).
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Sulsel Andi Januar Jaury, Sulsel memiliki panjang garis pantai dua ribu kilometer dan sekitar 180 pulau. Namun demikian, potensi pariwisata di sektor bahari tidak dilirik pemerintah Sulsel.
Jaury mengkritik ketidakberhasilan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sulsel mengangkat nama taman lautnya, Takabonerate di Kabupate Selayar, sejajar dengan Bunaken atau Wakatobi, dalam program Takabonerate Islands Expedition (TIE) 2009-2011. Padahal keindahan alam bawah laut di Takabonerate di Kabupaten Selayar tidak kalah indah dengan taman laut Bunaken atau Wakatobi.
"Kita prihatin dengan potensi pariwisata bahari di Sulsel, anggaran pembangunan di wilayah pesisirnya di bawah 1% dari total anggaran pembangunannya, padahal nilai ekonomi dari kekayaan lautnya bisa menguntungkan bagi daerah dan rakyat Sulsel, contohnya Karibia atau Bali," ujar legislator DPRD Sulsel yang juga pemegang lisensi selam 'Master Dive' ini.
Sementara menurut Jowvy Kumala, anggota komunitas penyelam Sub Aquatic Community Makassar yang ikut menjadi pembicara, ia miris menyaksikan pemboman ikan di sekitar perairan Makassar. Ia prihatin dengan aksi pembiaran pemerintah, pada nelayan yang gemar melakukan pemboman di sekitar perairan pulau-pulau di Makassar.
"Terkadang kita menyaksikan keindahan padang Anemon saat menyelam di kepulauan Spermonde, tapi di waktu berikutnya padang anemon itu sudah hilang karena hancur kena bom, apa perlu kita ajak pemerintah turun menyelam baru mereka percaya adanya kerusakan alam bawah laut," pungkas Jowvy.
(mna/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
