Gawat! Banyak Maling, Hanya 14% BBM Subsidi Tepat Sasaran
Kamis, 09/02/2012 19:11 WIB
Jakarta - Mantan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono akhirnya buka mulut secara blak-blakan soal realita pendistribusian BBM bersubsidi selama ini.
Ia menyebutkan banyak maling dalam pendistribusian BBM bersubsidi. Pasalnya dari kuota BBM bersubsidi yang disediakan pemerintah, hanya 14,47% BBM subsidi yang sampai pada sasaran atau masyarakat yang berhak menerima.
"BBM bersubsidi yang tepat sasaran hanya 14,47%, malingnya terlalu banyak, mau profesi apa saja itu ada (malingnya), DPRD-nya ada, orang Pertamina-nya ada, nelayannya ada, banyak," ungkapnya dalam Diskusi ILUNI UI bertajuk "Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, Pembatasan atau Kenaikan Harga", UI Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Tubagus menyatakan adanya maling tersebut karena kurangnya pengawasan pemerintah karena Indonesia memiliki wilayah yang luas.
"Itu memang sulit bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan yang luas sekali begitu lepas dari depo, tidak mungkin seluruhnya diawasi, bisa saja lari ke mana-mana. Jadi karena memang terbatasnya personal pemerintah dalam melakukan pengawasan sedangkan luar biasa luas, tapi apapun upaya pemerintah harus didukung," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Tubagus, diperlukan kerjasama semua pihak guna melakukan pengawasan. "Semua harus bekerjasama tidak bisa diserahkan begitu saja, melibatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, dan satu hal yang paling penting adalah BBM bersubsidi tidak untuk semua orang, namanya subsidi itu untuk rakyat miskin, tidak mampu. Masa tidak ada pembedaan antara orang kaya dan miskin," pungkasnya.
Tubagus menambahkan selain begitu banyaknya BBM bersubsidi yang bocor, masalah lainnya adalah adanya fenomena mafia impor BBM. Mafia impor BBM membuat Indonesia disiapkan untuk selalu mengimpor BBM.
(nia/hen)
Ia menyebutkan banyak maling dalam pendistribusian BBM bersubsidi. Pasalnya dari kuota BBM bersubsidi yang disediakan pemerintah, hanya 14,47% BBM subsidi yang sampai pada sasaran atau masyarakat yang berhak menerima.
"BBM bersubsidi yang tepat sasaran hanya 14,47%, malingnya terlalu banyak, mau profesi apa saja itu ada (malingnya), DPRD-nya ada, orang Pertamina-nya ada, nelayannya ada, banyak," ungkapnya dalam Diskusi ILUNI UI bertajuk "Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, Pembatasan atau Kenaikan Harga", UI Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Tubagus menyatakan adanya maling tersebut karena kurangnya pengawasan pemerintah karena Indonesia memiliki wilayah yang luas.
"Itu memang sulit bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan yang luas sekali begitu lepas dari depo, tidak mungkin seluruhnya diawasi, bisa saja lari ke mana-mana. Jadi karena memang terbatasnya personal pemerintah dalam melakukan pengawasan sedangkan luar biasa luas, tapi apapun upaya pemerintah harus didukung," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Tubagus, diperlukan kerjasama semua pihak guna melakukan pengawasan. "Semua harus bekerjasama tidak bisa diserahkan begitu saja, melibatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, dan satu hal yang paling penting adalah BBM bersubsidi tidak untuk semua orang, namanya subsidi itu untuk rakyat miskin, tidak mampu. Masa tidak ada pembedaan antara orang kaya dan miskin," pungkasnya.
Tubagus menambahkan selain begitu banyaknya BBM bersubsidi yang bocor, masalah lainnya adalah adanya fenomena mafia impor BBM. Mafia impor BBM membuat Indonesia disiapkan untuk selalu mengimpor BBM.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
