Bunga Deposito Bank BUMN Turun Paling Banyak
Jumat, 10/02/2012 06:52 WIB
Jakarta - Sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan BI Rate, bank-bank pun berlomba-lomba menurunkan bunga simpanan deposito. Penurunan bunga deposito terbanyak terjadi di bank-bank BUMN.
Berdasarkan kelompok bank, penurunan suku bunga deposito 1 bulan terbesar terjadi pada kelompok bank persero sebesar 32 bps. Sementara itu, kelompok bank asing dan campuran kelompok bank swasta dan kelompok BPD masing-masing menurunkan suku bunga deposito 1 bulannya sebesar 19 bps, 15 bps dan 3 bps.
Penurunan suku bunga deposito itu diikuti dengan penurunan suku bunga kredit. Untuk suku bunga kredit, penurunan terbesar terjadi pada kelompok BPD. Sampai dengan Desember 2011, kelompok BPD menurunkan suku bunga KMK, KI dan KK masing-masing sebesar 21 bps, 8 bps dan 12 bps.
Hal tersebut sejalan dengan level suku bunga kredit kelompok BPD yang masih cenderung tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Kelompok bank swasta dan kelompok bank persero secara rata-rata menurunkan suku bunga kreditnya masing-masing sebesar 11 bps dan 8 bps.
Sebaliknya, kelompok bank asing dan campuran justru tercatat menaikkan suku bunga KI dan KK-nya masing-masing sebesar 483 bps dan 30 bps.
Hingga Desember 2011, suku bunga kredit tercatat menurun, khususnya suku bunga modal kerja (KMK) dan suku bunga kredit konsumsi (KK). Untuk suku bunga deposito juga tercatat menurun 21 bps dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 6,35%.
"Suku bunga KMK dan KK masing-masing turun menjadi sebesar 12,16%, dan 14,15%. Suku bunga kredit investasi (KI) sedikit mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya sebesar 7 bps menjadi 12,04%," tulis BI dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Ke depan BI memandang potensi penurunan suku bunga kredit masih cukup besar seiring dengan masih lebarnya selisih (spread) antara suku bunga deposito sebagai biaya dana dengan suku bunga kredit.
Suku bunga industri perbankan terus menurun berbarengan dengan seiring dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan BI Rate di Oktober dan November 2011 sebesar 75 bps. Di awal Februari ini, BI juga menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
(dru/qom)
Berdasarkan kelompok bank, penurunan suku bunga deposito 1 bulan terbesar terjadi pada kelompok bank persero sebesar 32 bps. Sementara itu, kelompok bank asing dan campuran kelompok bank swasta dan kelompok BPD masing-masing menurunkan suku bunga deposito 1 bulannya sebesar 19 bps, 15 bps dan 3 bps.
Penurunan suku bunga deposito itu diikuti dengan penurunan suku bunga kredit. Untuk suku bunga kredit, penurunan terbesar terjadi pada kelompok BPD. Sampai dengan Desember 2011, kelompok BPD menurunkan suku bunga KMK, KI dan KK masing-masing sebesar 21 bps, 8 bps dan 12 bps.
Hal tersebut sejalan dengan level suku bunga kredit kelompok BPD yang masih cenderung tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Kelompok bank swasta dan kelompok bank persero secara rata-rata menurunkan suku bunga kreditnya masing-masing sebesar 11 bps dan 8 bps.
Sebaliknya, kelompok bank asing dan campuran justru tercatat menaikkan suku bunga KI dan KK-nya masing-masing sebesar 483 bps dan 30 bps.
Hingga Desember 2011, suku bunga kredit tercatat menurun, khususnya suku bunga modal kerja (KMK) dan suku bunga kredit konsumsi (KK). Untuk suku bunga deposito juga tercatat menurun 21 bps dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 6,35%.
"Suku bunga KMK dan KK masing-masing turun menjadi sebesar 12,16%, dan 14,15%. Suku bunga kredit investasi (KI) sedikit mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya sebesar 7 bps menjadi 12,04%," tulis BI dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Ke depan BI memandang potensi penurunan suku bunga kredit masih cukup besar seiring dengan masih lebarnya selisih (spread) antara suku bunga deposito sebagai biaya dana dengan suku bunga kredit.
Suku bunga industri perbankan terus menurun berbarengan dengan seiring dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan BI Rate di Oktober dan November 2011 sebesar 75 bps. Di awal Februari ini, BI juga menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
