Bangkrut, Kodak Stop Produksi Kamera
Jumat, 10/02/2012 08:38 WIB
Foto: Getty Images
Washington - Eastman Kodak yang sudah mendaftarkan perlindungan kebangkrutan, akan menghentikan produksi kamera digital, kamera video poket dan frame foto digital pada semester I-2012 dalam rangka memangkas biaya-biaya.
Langkah tersebut sekaligus akan mengakhiri era Kodak, korporasi terbesar yang menjadi korban era digital. Kodak harus mencari perlindungan kebangkrutan setelah gagal mengadopsi teknologi modern yang cepat untuk produk fotografi digital, yang sebenarnya dulu justru ditemukan oleh Kodak.
Kodak yang mendaftarkan kebangkrutannya pada Januari 2012 lalu menyatakan, langkah penghentian produksi kamera itu akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja secara signifikan. Saat ini unit tersebut memiliki 400 karyawan, sebagian besar berbasis di Rochester, New York. penghematan dari upaya tersebut diperkirakan mencapai US$ 100 juta dari biaya operasional tahunan.
Menurut juru bicara Kodak Christopher Veronda kepada Reuters, Jumat (10/2/2012), Kodak juga harus membayar sekitar US$ 30 juta setelah meninggalkan bisnis tersebut. Namun Biaya tersebut tidak termasuk tambaan biaya-biaya yang harus dikeluarkan Kodak untuk item-item lain seperti pengakhiran kontrak manufaktur dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri yang membuat produknya.
Kodak belum pernah lagi mengungkapkan jumlah tenaga kerjanya sejak akhir tahun 2010, ketika mengumumkan jumlah karyawannya sebanyak 18.800. Kodak mengatakan, keputusannmya tersebut merupakan langkah yang logis sebagai bagian dari strategi untuk memperbaiki marjin bisnis kamera dengan mempersempit portofolio produk, geografis dan outlet ritel.
Perusahaan yang meraup tiga perempat pendapatannya dari digital itu berencana fokus mencari lisensi untuk memperluas program lisensi brand-nya. Kodak berendana untuk terus menawarkan pencetakan foto ritel dan online serta printer desktop.
Sebagai tambahan untuk segmen konsumen bisnis, Kodak memiliki segmen komersial yang termasuk jasa perusahaan, grafis, entertainment dan unit film komersial.
Unit jasa konsumen Kodak juga akan termasuk kios foto digital dan sistem lab kering. Kodak menyatakan memiliki 100.000 kios dan stasiun pemesanan sistem lab kering di berbagai belahan dunia.
"Strategi Kodak sejauh ini untuk memperbaiki marjin bisnis dengan mempersempit partisipasi kami dalam istilah portofolio produk, geografis dan outlet ritel. Pengumuman hari ini adalah sebuah perpanjangan logis dari proses itu berdasarkan analisis dari trend industri," ujar Presiden bisnis konsumer Kodak, Pradeep Jotwani seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Langkah tersebut sekaligus akan mengakhiri era Kodak, korporasi terbesar yang menjadi korban era digital. Kodak harus mencari perlindungan kebangkrutan setelah gagal mengadopsi teknologi modern yang cepat untuk produk fotografi digital, yang sebenarnya dulu justru ditemukan oleh Kodak.
Kodak yang mendaftarkan kebangkrutannya pada Januari 2012 lalu menyatakan, langkah penghentian produksi kamera itu akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja secara signifikan. Saat ini unit tersebut memiliki 400 karyawan, sebagian besar berbasis di Rochester, New York. penghematan dari upaya tersebut diperkirakan mencapai US$ 100 juta dari biaya operasional tahunan.
Menurut juru bicara Kodak Christopher Veronda kepada Reuters, Jumat (10/2/2012), Kodak juga harus membayar sekitar US$ 30 juta setelah meninggalkan bisnis tersebut. Namun Biaya tersebut tidak termasuk tambaan biaya-biaya yang harus dikeluarkan Kodak untuk item-item lain seperti pengakhiran kontrak manufaktur dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri yang membuat produknya.
Kodak belum pernah lagi mengungkapkan jumlah tenaga kerjanya sejak akhir tahun 2010, ketika mengumumkan jumlah karyawannya sebanyak 18.800. Kodak mengatakan, keputusannmya tersebut merupakan langkah yang logis sebagai bagian dari strategi untuk memperbaiki marjin bisnis kamera dengan mempersempit portofolio produk, geografis dan outlet ritel.
Perusahaan yang meraup tiga perempat pendapatannya dari digital itu berencana fokus mencari lisensi untuk memperluas program lisensi brand-nya. Kodak berendana untuk terus menawarkan pencetakan foto ritel dan online serta printer desktop.
Sebagai tambahan untuk segmen konsumen bisnis, Kodak memiliki segmen komersial yang termasuk jasa perusahaan, grafis, entertainment dan unit film komersial.
Unit jasa konsumen Kodak juga akan termasuk kios foto digital dan sistem lab kering. Kodak menyatakan memiliki 100.000 kios dan stasiun pemesanan sistem lab kering di berbagai belahan dunia.
"Strategi Kodak sejauh ini untuk memperbaiki marjin bisnis dengan mempersempit partisipasi kami dalam istilah portofolio produk, geografis dan outlet ritel. Pengumuman hari ini adalah sebuah perpanjangan logis dari proses itu berdasarkan analisis dari trend industri," ujar Presiden bisnis konsumer Kodak, Pradeep Jotwani seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 00:29 WIB
Kuliner Indonesia Tembus Jaringan High-End, De Bijenkorf
-
Kamis, 23/05/2013 21:13 WIB
Banyak Permintaan, Harga Apartemen di Jakarta dan Sekitarnya Naik Hingga 21%
-
Kamis, 23/05/2013 19:01 WIB
Harga Produk Fesyen Bermerek di Jakarta Lebih Murah 30% daripada KL
-
Kamis, 23/05/2013 18:45 WIB
Kasihan, 10.211 Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik
-
Kamis, 23/05/2013 18:23 WIB
Louis Vuitton dan Hermes Tak Ikutan Midnight Sale 80% di Jakarta
-
Jumat, 24/05/2013 00:29 WIB
Laporan dari Den Haag
Kuliner Indonesia Tembus Jaringan High-End, De Bijenkorf
-
Kamis, 23/05/2013 08:37 WIB
Laporan dari Singapura
Hati-hati Belanja di Singapura, Banyak Tipu-tipu
-
Kamis, 23/05/2013 10:00 WIB
Hebat! Sri Mulyani Kembali Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia
-
Kamis, 23/05/2013 17:20 WIB
Ini Dia 2 Merek HP Impor yang Paling Banyak Masuk Indonesia
-
Kamis, 23/05/2013 17:22 WIB
Ini 13 Mal yang Beri Diskon Hingga 80% di Midnight Sale Jakarta 2013
-
40 Komentar
-
33 Komentar
-
33 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Ini Wanita Muda Cantik Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis
Masih muda, cantik, dan punya pengaruh yang sangat besar di dunia. Mereka ini wanita yang masuk daftar 'Wanita Paling Berpengaruh di 2013' versi Forbes.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 16:12 WIB WIB
Dahlan Sebut Garuda Indonesia Bisa Kalahkan Singapore Airlines
-
Kamis, 23/05/2013 15:44 WIB WIB
Lewat Ponsel, Kirim-kirim Uang Tak Perlu Punya Rekening Bank
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







